Tentang Kelopak Bunga Lily dan Baju Biru Bergambar Hati

 

              “Aku memperhatikanmu,” suara seorang perempuan membuatku mengalihkan perhatian dari apa yang sedang kukerjakan. Aku mendongak, dan mendapati gadis itu berdiri sejarak sepelemparan batu dariku. Kedua tangannya bersedekap, sementara sepasang  matanya memandangku menyirat tanya.
             “Aku?” tanyaku memastikan kata-katanya ditujukan padaku.
             “Iya, kamu, dan apa yang kau lakukan pada bunga-bunga itu,” jawab gadis itu. “Tapi aku tak mengerti, mengapa kau lakukan itu.”
             “Ini?” sahutku sambil menunjuk kelopak-kelopak bunga yang berserakan di sekitarku. Kupetik sekuntum bunga yang masih bergelayut di induknya. “Kau lihat ini ! Dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku……” aku merapal berulang kali seraya mencabut kelopak bunga yang kupetik satu per satu. Gadis itu menatapku sepertinya belum mengerti.
             “Aku sedang mencari jawaban atas cintaku,” terangku mencoba menjawab kebingungannya. “Kau tahu, sudah puluhan bunga kupetik, dan selalu berakhir dengan dia tak mencintaiku,” kesahku. Gadis itu tertawa geli.
              “Konyol, mengapa tak kau tanyakan langsung saja padanya, dia menerima cintamu atau tidak?” tanyanya kemudian.
               “Suatu saat, aku akan menanyakan langsung padanya. Tapi tidak sekarang, belum saatnya,” jawabku. Kupetik sekuntum bunga lagi. Gadis itu menunjuk bunga di genggamanku.
              “Kurasa  aku tahu masalahmu. Itu jenis bunga berkelopak genap. Kau akan tetap berakhir di kalimat yang sama. Kenapa tak kau balik saja urutan kalimatmu, atau kau cari saja bunga lain yang berkelopak ganjil?” saran gadis itu. Aku menggelengkan kepalaku.
               “Kau tak mengerti. Bukan begitu aturannya. Aku harus bertahan pada bunga ini sampai kutemukan kelopak yang tak biasa. Kelopak yang ganjil. Karena cintaku ini juga tak biasa,” terangku. Sekarang gantian gadis itu yang menggelengkan kepalanya.
                “Kau benar, aku tetap tak mengerti,” kata gadis itu seraya beranjak dari tempatnya berdiri, lalu melangkah menjauhiku. Aku mencuri pandang sosok gadis itu dari belakang. Tiba-tiba gadis itu berbalik, aku buru-buru menunduk lagi dan pura-pura kembali sibuk mencabuti kelopak bunga.
              “Aku harap kau beruntung!” kudengar dia berseru. Aku mendongak, lalu mengacungkan dua jariku sebagai tanda terimakasih. Gadis itu membalas dengan lambaian tangan, lalu kembali meneruskan langkahnya. Makin jauh, namun sesuatu dari dirinya tak mau beranjak dari tempatku berada.
pacar romantis baju couple
              “Ahaaaa! Akhirnya kau kehabisan bunga untuk kau cabik-cabik, kan?” gadis itu berdiri hanya tiga langkah dariku. Matanya berbinar, sepertinya pemandangan aku yang telah kehabisan bunga membuatnya bahagia.
              “Yahh, seperti yang kau lihat. Tak ada lagi bunga yang tersisa di pohon ini,” sahutku tanpa semangat. “Dan aku tak juga menemukan bunga berkelopak ganjil.”
               “Jadi bagaimana sekarang?” tanya gadis itu, raut wajahnya menunjukkan antara ikut prihatin dan penasaran.
                “Sepertinya sudah tiba waktunya aku menanyakan langsung padanya apakah dia menerima cintaku atau tidak,” terangku. Gadis di depanku tersenyum samar.
                “Seharusnya kau lakukan itu dari kemarin-kemarin. Bukannya berbuat konyol mencabik-cabik bunga-bunga yang tak berdosa itu,” gerutunya sembari menunjuk kelopak-kelopak yang bertebaran di tanah.
                 “Baiklah. Aku harap pengorbanan bunga-bunga itu tak sia-sia,” sahutku memasang muka menyesal. “Jadi, katakan padaku, apakah kau mau jadi bunga berkelopak ganjil untuk jawaban cintaku?” tanyaku cepat-cepat sebelum keberanian yang telah kukumpulkan berhari-hari ini menguap. Gadis di depanku terperangah. Sepasang matanya yang bak kejora dan terus mengganggu tidurku akhir-akhir ini membelalak lebar. Sejenak kemudian tawanya pecah berderai, membuatku sedikit kesal. Bagiku, ungkapan cinta, bagaimana pun wujudnya, tak patut untuk ditertawakan.
                “Katakan…..,” ucap gadis itu erusaha menahan tawanya. “Bagaimana kau bisa jatuh cinta padaku? Maksudku, kita bahkan samasekali belum kenal,” lanjut gadis itu masih dengan menahan tawa.
                “Aku melihatmu melangkah di jalan ini suatu pagi. Kau memakai baju berwarna biru dengan gambar hati warna merah. Aku tahu itu baju couple, karena aku juga punya satu di dalam lemariku. Aku jadi membayangkan aku berjalan di sampingmu dengan baju yang sama. Entah kenapa saat itu juga aku merasa kaulah jodohku dari langit. Wanita yang tepat yang akan menemaniku sepanjang sisa usiaku” terangku jujur. Gadis itu terdiam, sepertinya sedang berpikir hendak berkata apa.
                 “Terus terang, aku suka caramu menyatakan cinta. Laki-laki lain mungkin hanya akan memetik bunga-bunga itu dan mengikatnya dengan pita merah jambu untuk diberikan kepadaku, bukannya mencabik-cabiknya seperti apa yang kau lakukan,” tutur gadis itu seraya tersenyum geli.
               “Aku yakin kau akan langsung menolak jika aku melakukan cara yang satunya,” sahutku.
               “Bukan berarti dengan cara mencabik-cabik bunga, aku pasti menerima. Ya, kan?” tanyanya dengan nada menggoda.
                “Setidaknya aku mendapatkan secuil perhatianmu,” kataku. “Jadi, apa jawabanmu?”
                “Aku akan menjawabmu dengan cara yang tak biasa juga. Kau pakailah baju couple punyamu besok, tunggu aku di sini. Jika aku muncul dengan baju yang sama, berarti aku menerima cintamu,” jawab gadis itu berteka-teki. Lalu melangkah pergi, dan kembali tawanya pecah berderai.
                “Setidaknya, beritahu aku namamu!” seruku. “Biar aku mudah menyebutnya dalam doaku nanti malam,” imbuhku kembali berseru.
               “Lily…..namaku Lily. Sama seperti bunga yang telah kau cabik-cabik itu!” seru gadis itu tanpa menoleh. Entah itu benar namanya atau bukan. Aku tak peduli, cinta tak butuh sebuah nama. Yang aku yakin, aku akan berada di sini besok, dengan memakai baju couple berwarna biru bergambar hati.
By : Maia Harsanto
BajuCouple Coupleshirts

Instagram.com/bajucouplecom. Menerima Cerita Cintamu (Boleh cerita nyata/fiksi/khayalan). Terbuka Peluang menjadi Reseller. WA 0838-7171-2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *