Rey Could Boy

Rey Could Boy

Aku menyukaimu bagai Bunga Anyelir ditepi taman. Beraneka ragam dengan arti yang berbeda. Walau begitu, Aku tetap memilih Bunga Anyelir sebagai lambang kau adalah Orang yang akanku sukai selamanya.-

*

Tepat pukul jam 9;00 Alena menemani Rey sang kekasihnya untuk membelikan kado untuk temannya. Prediksinya, Rey ingin memberikan itu kepada Key sahabatnya yang telah lama tak ia jumpa.

“Toko mana mampirnya?” Kata Rey dengan kata yang sangat singkat. Sudah biasa Alena dengan Rey yang memiliki sifat cuek dan gamau banyak omong. Walau begitu, Alena sangat menyukainya. Disitulah nilai plus untuk Rey bagi penilaian Alena.

“Beli jam tangan aja boleh?” Respon Alena dengan ramah.

“Oh oke.”

“Bawa mobilnya jangan terlalu ngebut Rey.” Komen Alena dengan kebawelan yang ia miliki.

“Yaelah cuma segini aja.”

“Tetep aja rey bahaya. Lo bawa banyak nyawa. Emang lu mau ..-” perkataan alena tersela begitu saja karena rey menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir alena. Alhasil, alena terdiam dan kaget seketika.

“Iya sayang gue nurut ama lo.” Lalu Rey mengelus kepala alena saat sebelum Rey kembali mengendarai mobilnya.

Pipi alena kembali memerah bagai stawberi yang sangat manis. Alena yang bawel berubah menjadi diam seketika. Beginilah wanita, jika sudah merasa senang seketika terdiam dengan sikap yang diluar dugaan lelaki.

cowok cuek

Setelah sampai di tempat toko jam tangan Rey langsung masuk dan memilih jam tangan yang menurutnya bagus. Begitupula dengan alena, sang kekasih rey ini juga sibuk memilih dan merequest jam tangan yang berderetan ada di lemari kaca toko. Bawelan Alena membuat Rey sangat nyaman dengannya, entah jika lelaki lain mungkin risih karena bawelan Alena yang sangat berisik disetiap telinga yang mendengarnya. Tapi inilah nilai plus Alena dihadapan Rey. Kebawelan yang membuat Rey sang pria dingin nyaman dekatnya.

Sudah berjam jam mreka mencari jam tangan disekitarnya. Entah apakah key merasa pas dengan jam yang dipilih oleh Alena tapi yang pasti Rey bersyukur jika Alena bisa memilih jam tangan yang bagus dengan corak yang simple.

Terik matahari sangat menyengat hampir keseluruh Ruang yang ada. Apalagi kini sudah waktu dimana perut Alena kosong ingin makan siang. Sangat lapar dan sangat ingin memakan makanan yang enak.

Kriuk

“Mampus.” Refleks alena menengang karena perutnya tidak sangaja berbunyi. Memang sangat tidak bisa diajak konpromi

Rey menatap alena dengan menahan tawanya.

“Lapar?” Tanya Rey sok polos

“Ha engga.”

“Serius ni? Ayo makan dlu.” Dengan cepat Rey menggenggam tangan alena lalu menariknya agar mau ikut olehnya kedalam cafe.

“Ih reyy pelan pelan!!” Gerutu alena. Walau begitu alena sangat malu tapi senang. Sangat labil sekali perasaannya saat ini.

Setelah sampai dicafe alena dengan cepat langsung memilih tempat duduknya dan menunggu pelayan yang datang ketempat mereka berdua.

“Mau mesan apa ya?” Tanya pelayan dengan ramah.

“Mau nasi goreng plus telor plus sosis pake saladnya ya mba.” Cerocos alena dengan khas orang kelaparan. Tapi, Rey mulai ingin menahan tawanya lagi. Dia berfikir jika kekasihnya sangat sekali kelaparan saat ini.

“Lo mau beli apa?”

“Gue roti bakar sama es teh aja.” Jawab rey dengan simple.

“Oke tunggu ya.” Kata pelayan itu lalu pergi.

Tik tok tik tok

Hening

“Btw, gue mau ke kamar mandi dlu ya?” Ujar rey sambil menaruh Hpnya dimeja.

“Iyya jangan lama.”

Ide cemerlang alena memenuhi otak alena dengan sebuah hayalan tingkat dewa yang ia punya.

Alena kemudian membuka Hp rey disaat Rey tidak lagi terlihat. Alena kemudian mencek dari whatsapp hingga galeri. Ia mencek dengan detail sekali hingga ia lupa jika waktu yang ia lakukan sangatlah lama.

Tanpa sadar, Rey mengintipnya sambil melihat alena yang sibuk mencek hpnya itu. Rey tersenyum miring dan kemudian menghampiri Alena dengan langkah yang pelan.

Kau tertangkap mata

“Hemm.”

Suara Rey telah terdengar ditelinga alena. Refleks, alena langsung menaruh hp rey kembali ditempat sebelumnya walau tidak dengan posisi yang sama.

“Gimana udah seru ngeceknya?” Tanya rey serentak.

Alena seolah tidak ada hak yang terjadi saat itu dan hanya bisa tersenyum melihat Rey.

Lalu Rey memberikan hpnya kepada alena dengan berkata. “Liat aja sana dulu. Lo cek aja, gue gabakal takut karena di hp gua gaada apapun. Gue masih inget janji gue dlu sama lo. ‘Jangan ada yang disembunyiin dari kita’ Dan gue masih berpegang dengan janji itu. Jadi, silahkan lo cek lagi.” Jelas Rey dengan santai. Sungguh tidak bisa ditebak jika Rey akan berbicara itu.

Alena terdiam dan tersenyum ketika.

“Gue percaya lo.”

Rey berdiri dan seketika mencium kening alena.

Deg

Deg

Refleks, mata alena terbuka lebar dengan jantung yang tidak bisa ia kendalikan. Sungguh semua ini di luar dugaan alena.

Kemudian, Rey mengambil bunga yang ada di sakunya dan berkata. “For you.”

Alena luluh dengan semua ini. Semuanya diluar dugaan alena. Alena menyukainya.

*

Menurut Alena, Rey adalah orang yang sangat cuek dan tidak mau banyak omong. Tapi begitu saat Rey memberikan sesuatu hal yang diluar dugaan Alena, ia sangat luluh serta sangat senang. Disitulah nilai plus Rey bagi Alena. Sang pria cuek dengan keromantisan yang sangat percefct bagi Alena.

-End

Written by Mila anisah