Hujan dan Cinta Pertama

cinta tak berbalas

Hari-hari terlewatkan dengan lebih banyak hujan. Seperti saat ini. Di langit, mendung masih saja mengapung di atas sana. Selembar tipis diantara putih yang membentang. Deras hujan yang berhenti beberapa menit yang lalu, kini tinggal menyisakan rintik-rintik gerimis kecil sehingga sore berwajah sendu. Bau tanah yang khas menyeruak terbawa angin. Bulir-bulir air pada pucuk-pucuk hijau daun yang berkilau memberi kesan hawa dingin mulai merayap.

Aku masih senantiasa duduk bangku halte yang sempit dikerumuni oleh orang-orang yang sedari tadi berteduh sama sepertiku. Satu per satu orang-orang pergi meninggalkan tempat ini seiring dengan rintikan air hujan yang benar-benar sudah berhenti. Menyisakan diriku yang belum beranjak dari bangku halte ini, berteman dengan headset yang menyumpal kedua telingaku dengan musik kesukaanku. Sepertinya aku tak sendiri berada di halte ini, seseorang yang aku kenal duduk tak jauh di bangku yang sama denganku.

Matanya yang tajam fokus memperhatikan jalanan yang bertolak belakang dengan keberadaanku. Aku tahu, dia tak mengetahui keberadaanku yang duduk tak jauh darinya. Aku sibuk memandangnya yang tengah membelakangiku. Entah sudah berapa lagu kesukaanku yang terlewatkan olehku. Kuharap ia segera mengetahui keberadaanku dibelakangnya dan menyapaku terlebih dahulu.

Aku menjelajahi parasnya, sama seperti yang aku lakukan dulu. Hal yang paling aku suka lakukan bila kami berkumpul bersama dan diam-diam aku mengagumimu. Bibir yang pucat, sepasang alis tebal dan kumis teramat tipis diantara hidung dan bibirmu. Lalu hidungnya yang menghubungkan bibir dengan dahi. Lalu dagunya, lalu pipinya. Lalu matanya yang menyimpan ribuan jarum yang siap menusuk. Tak kulupakan senyumnya yang selalu hangat melunakkan semua jarum yang ada dimatanya.

Tetapi sungguh! Aku sangat merindukan mata itu ketika ia menatapku dengan lembut dan sangat terasa hangat. Dia adalah cahaya terang yang menghipnotisku sejak aku masuk di tingkat pertama SMA. Dia adalah savana yang berangin lembut tempat putik-putik rumput berayun dan saling bertaut. Seperti itulah aku memandangimu yang sekarang tengah berdiri sambil sesekali memperhatikan arloji ditangan kirimu.

Dia menoleh! Dia menatapku. Memperhatikanku yang tersenyum padanya.

“Rheina, kan?” dia masih mengingatku setelah dua tahun tak bertemu.

Aku mengangguk tersenyum, “Kak Han, apa kabar?” sapaan yang terlalu bodoh keluar dari bibirku ini.

“Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan Rhei?”

“Baik. Kak Han kenapa bisa ada di sini?” tanyaku yang penasaran kenapa dia bisa sampai di halte dekat kampusku. Mengingat dia berbeda kampus denganku.

“Menunggu seseorang,” balasnya singkat. Hanya gumanan yang keluar dari bibirku dan menciptakan keheningan dan kecanggungan diantara kami.

Jika cinta seperti menunggu matahari yang terhalang gelapnya mendung hujan, kurasa setiap waktu yang empat tahun berlalu pantas untuknya. Mungkin bertahun-tahun, tapi hujan kini telah berhenti dan matahariku datang.

Keheningan terlalu lama menyelimuti kami berdua di halte yang tengah sepi ini. Hanya suara bising yang tercipta dari knalpot-knalpot kendaraan berlalu lalang. Kulirik sekilas dirinya yang tengah memainkan ponselnya.

Dia berdehem sepertinya dia sadar aku memperhatikanya.

Dia tersenyum padaku, menampilkan matanya yang menyipit membentuk bulan sabit. Senyuman yang aku rindukan selama ini.

Sebuah sapaan memanggilnya, membuyarkan kekagumanku untuk memandang pahatan indah didepanku. Dia menoleh ke arah suara tersebut, mereka saling mengenal bahkan dia menghampiri perempuan itu dan mengaitkan jemari-jemari kepada jemari perempuan itu.

Mereka menghampiriku. Saling melempar senyum.

“Rhei, kenalkan. Dia Asti, pacar Kak Han.”

Oh, ingatkan aku untuk tidak pingsan di sini dan menangis di depan mereka. Sepertinya pasokan oksigen disekitarku seakan hilang membuatku kesulitan bernafas.

“As, dia Rheina. Adik kelasku di SMA dulu.”

“Asti.”

“Rheina.” Kami saling berjabat tangan, hanya sebentar kemudian terlepas kembali.

“Rhei, kami pergi dulu ya, terima kasih sudah menemani Kakak,” aku mengangguk kecil padanya.

Aku terduduk lemas di bangku halte. Menunduk lesu, meratapi kisah cinta pertamaku yang sekarang sudah memiliki orang lain. Aku kembali menyesali kebodohanku yang hanya bisa menyimpan perasaan ini selama empat tahun ini.

Di langit, mendung masih setia mengapung di atas sana. Tak butuh waktu lama lagi untuk rintikan hujan yang perlahan berubah menjadi derasnya hujan. Membanjiri genangan-genangan air yang tadi mulai mengering.

Bus ku sudah tiba, aku menaikinya. Hujan membawa cinta pertamaku hanyut kedalamnya, mengalir mengikuti kemana hujan akan membawanya pergi menghilang.

Jika aku bilang kalau cinta menunggu matahari yang terhalang mendung dan hujan. Aku menemukan bahwa itu bukan hanya tentang menunggu. Aku belajar bahwa saat matahari memancarkan sinarnya terlalu terang, dia akan bisa membakarmu.

***

Karya : Bhrehita Tri Kusumaningrum

MALAM YANG SINGKAT

happy anniversarry
Seperti biasa, pagi-pagi sekali aku sudah bangun untuk berangkat kerja. Ya, Sabtu kantor buka hingga jam 15:00. Aku sempatkan diri untuk membereskan rumah yang tidak menyita waktu banyak, sisanya nanti saja lah, toh aku pulang awal dari hari-hari sebelumnya.
Jam 7:25 aku berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor, dikarenakan hari Sabtu maka jalanan sangat sepi, dan sampai di kantor jam 8:07. Kerjaan hari ini begitu banyak hingga aku dibuat pusing sendiri, tapi semua pekerjaan yang kita lakukan harus di kerjakan dengan ikhlas. Waktu terus berputar, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:56, aku segera pulang untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang tertunda tadi pagi, dan siap-siap untuk malam mingguan bersama kekasihku
Jam 16:00 tepat aku baru jalan dari kantor menuju rumah, karena hari sudah sore, jalanan agak sedikit macet dengan kendaraan yang ingin pergi malam mingguan juga. Sampai di rumah jam 17:00, aku segera membereskan rumah dan langsung bergegas untuk mandi dan bersiap untuk malam mingguan. Selepas adzan Maghrib, kekasihku sudah ada di depan rumah ku, kami berbincang sebentar, selepas adzan isya kami jalan untuk bertemu dengan teman kami di daerah Kemayoran. Sesampainya disana, kami berkumpul dengan teman-teman kami, bercanda, mengobrol, dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2:00, dan aku pun bilang kepada teman-teman ku untuk segera pulang. Akhirnya kami pulang, aku dan kekasihku berpisah dengan teman-temanku karena rumah mereka berbeda jalur denganku dan kekasihku.
Jam 3:00 aku baru sampai di rumah, dan tiba-tiba kekasihku yang tadinya ceria, bahagia, tertawa dengan lepas, langsung diam dan tidak berbicara sepatah katapun denganku, aku bingung apa yang harus ku lakukan, fikiran negatif pun berdatangan ke otak ku, tapi aku buang jauh-jauh fikiran negatif itu, aku berfikir bahwa hanya lelah dan mengantuk saja, makanya diam. Lalu tiba-tiba dia buka jok motornya, ku lihat dia mengeluarkan plastik berwarna hitam, dan memberikan nya kepada ku, aku bertanya ini apa, dia hanya menyuruhku untuk membukanya. Akupun membuka plastik itu, ternyata kado! Aku terkejut, senang sekali dia memberikan kado untukku, terlebih hari itu adalah hari jadi kami yang ke 1 tahun. Akupun langsung membuka kado itu, dan ternyata isinya 1 baju berwarna biru muda dengan gambar hati setengah, di belakang bajunya tertulis ‘aku sayang juga Sayang Kamu’, sempat bingung, kenapa tulisan di belakang baju itu ‘Aku juga sayang kamu’? Melihat aku kebingungan, dia membuka jaket yang dia pakai sedari-tadi, bagian depan bergambar hati setengah seperti baju yang aku pegang, bagian belakang bertuliskan ‘Aku sayang Kamu’. Kaget bercampur senang aku melihatnya, langsung saja aku memeluknya dengan erat, dia membalas pelukanku dengan ciumannya mendarat di dahiku. Aku senang memiliki dia yang cuek saat bersama teman-temannya, tapi bisa romantis jika berdua
Aku sayang Kamu
Happy anniversary
By : tiadinp

BAJU COUPLE TERAKHIR

cerita romantis bersama pasangan

Ayla Darma Atmaja itulah nama lengkapku. Teman-teman dan karyawan ku memanggilku dengan sebutan Ayla. Setelah 5 tahun bekerja menjadi karyawan, sudah cukup tabungan ku untuk mengundurkan diri dan akhirnya aku membuka sebuah usaha toko baju couple di salah satu area Mall yang paling ramai dan terkenal di Jakarta. Aku wanita yang seharusnya selalu bersyukur akan Anugerah yang Tuhan berikan padaku.Memiliki talenta dalam mendesign dan pemasaran adalah kombinasi yang tepat sesuai dalam bidang usaha yang sedang aku kembangkan.

          Seperti pagi ini, baru buka toko sudah ramai diserbu customer. Menurut pendapat mereka baju couple yang aku jual itu bahan berkualitas bagus, warna dan ukuran  ready stock, gambar dan kata-kata romantis yang aku buat sangat kreatif juga  banyak memberikan diskon.

          Tidak setiap hari berjalan dengan lancar, contohnya pagi ini adalah pagi yang menyebalkan untukku. Tania datang mengampiriku dengan wajah pucat.

“ Mbak Ayla, tolong bantu aku ya !” Tania meminta padaku dengan suaranya yang lirih dan hampir menghilang.

“ Ok…Ok aku bantu. Tapi…jelaskan dulu kamu kenapa dan perlu bantuan apa? Kok sekarang malah pakai nangis segala lebay banget deh ,“ tanya ku dengan wajah penasaran.

“I….itu…itu loh mbak ada mas ganteng mau beli baju couple ukuran nya sudah sesuai tapi warna biru yang diminta stocknya sudah habis mbak, tadi ada yang borong warna itu.” jawab Tania menjelaskan apa yang sedang terjadi di depan.

          Akupun segera ke depan mengikuti Tania yang habis dimarahi pembeli. “Ah gitu aja Tania nangis, Aku tinggal meminta maaf dan kasih jurus ampuh yaitu senyuman manis ku.”gumam ku dalam hati.

“Selamat Pagi mas, mohon maaf baju yang mas pesan sudah habis stocknya.Saya usahakan besok pagi sudah ready,” Sambil memberikan senyuman manis aku meminta maaf pada pembeli yang ganteng itu.

“Kenapa mbak senyum-senyum sama saya? Mbak suka sama saya ? Nggak bisa mbak pokoknya sekarang harus ada, coba mbak cari lagi di gudang,”kata pria ganteng itu dengan nada tinggi penuh emosi, membuat seluruh pengunjug toko menoleh ke arahnya.

          Dari pada emosi lebih baik aku membuktikan ucapanku. Pria itu terus mengikuti ku ke gudang . Aku berjalan perlahan sambil membawa tangga. Ku sandarkan tangga itu dan menaiknya satu persatu agar sampai untuk megecek baju-baju yang tertata rapi di atas rak.

“Gimana mbak ada nggak?,”tanya pria itu dari bawah tangga.

          Mata pria itu terus menatapku membuat aku salah tingkah. “Ah..tapikan dia sudah punya pacar ,”hahahah aku tertawa sendiri dalam hati. “Tapi …sepertinya aku pernah melihatnya tapi di mana ya?,”pikiranku mulai melayang-layang. “GEDUBRAKKK….,”Tubuhku pun terjatuh tepat ya tepat mendarat di pelukan pria itu. Mata kami saling bertatapan.Jantungku berdegup kencang.

“Namaku Aldy, kamu cantik kalau nggak pakai kaca mata dan rambutmu terurai,”kata Aldy saat menangkapku terjatuh.

          Hatiku seperti keluar gambar love saat Aldy menolongku,memujiku.Akupun baru meyadari kalau kaca mata dan ikat rambut ku terlepas. Wajah itu …senyum itu sepertinya aku pernah melihatnya. “ Dia sudah memarahiku dari tadi dan sekarang aku malah memuji dan memikirkannya hedewwww…” aku menghela nafas panjang dan membuyarkan hayalanku.

          Aldy membantuku untuk berdiri karena kakiku terkilir, ia menuntunku ke depan. Setelah aku gerak-gerakkan kakiku akhirnya bisa sembuh. Aldy pun akhirnya meminta maaf dan memilih kaos couple dengan design lain tapi warna tetap biru menjadi piihannya. Aldy pun berlalu dari toko ku. Aku pun beranjak dari kursi menuju food court mall untuk makan siang.Tiba-tiba seorang pria datang padaku ,memelukku sambil menangis. Sumpah siang hari bolong bisa BAPER ( bawa perasaan) seumur hidup belum pernah aku dipeluk lahhhh pacaran aja belum pernah . Saat pria itu melepaskan pelukanya baru ku sadari kalau itu ternyata Aldy. Lebih histeris lagi saat dompetnya terjatuh dan aku melihat nama dalam KTP itu Aldy Prawira.

Aldy pun berhenti menitikkan air mata dan bertanya padaku dengan wajah penasaran “WHY ?.”

“Aldy??? Kamu kah itu ? Aku Ayla Darma Atmaja teman kecil dan sekelas waktu SMP.”

          Aldy berhenti menitikkan air mata dan tersenyum, ia mengingatku. Aldy pun menarik tangan ku dan mengjak ku ke Aldy coffe shop miliknya yang terletak di seberang toko ku. Pantas saja aku seperti pernah melihatnya dan mengenalnya begitu dekat. Kami pun bercerita masa lalu kami dan penyebab tangisannya tadi karena ia baru saja melihat kekasihnya pacaran dengan pria lain dan memutuskan cintanya.

          Sejak itu kami dekat,bercerita dan akhirnya menjadi sepasang kekasih LDR ( Long Distance Relationship ) cinta jarak jauh antara Jakarta dan Canada.

*****

          Angin  bertiup kencang, daun maple mulai berguguran ke tanah yang mulai basah karena rintik-rintik hujan di area makam. Aku mengingatnya,masih sangat jelas dan membekas dihati saat-saat perjumpaan kami sejak kecil, perpisahan kami saat akhir SMP karena Aldy pindah ke Canada, tanpa sengaja kami berdua dipertemukan kembali saat di toko baju couple milikku. Saat-saat indah kami menjalin kasih, sampai akhirnya musim gugur aku terbang ke Canada untuk melepas rindu. Aku menunggunya di café tempat kami biasa bertemu.Aku baru mengabarinya saat sudah tiba di Canada kejutan untuk pacarku.Tapi….saat itu aku yang sangat terkejut. Hp ku berbunyi dari rumah sakit setempat.Aku berlari menerobos lalu lintas, lebih cepat dan tanpa kusadari kakiku yang berdarah karena lecet. Aldy baru diturunkan dari Ambulance ia masih memakai seragam PILOT, di genggaman tangan kirinya sebuah buket mawar putih,digenggaman tangan kananya sebuah kotak cincin dan sebuah surat yang sudah kotor karena terkena darahnya. Aku berterak histeris dan menagis. “Aldy…..”teriakku setelah membaca surat yang ia tulis berisikan teruntuk kamu….aku yang mencintaimu dan ingin melamarmu untuk mendampingiku seumur hidupku.

          Aldy membuka matanya perlahan sebelum masuk ke ruang Operasi dan ia berbisik padaku,” Ayla aku sangat bahagia baju couple yang kamu berikan sangat keren designnya dan romantis. Ayla aku ingin menikahimu, tapi aku sudah tidak kuat.Relakan aku pergi.”Kata Aldy lirih sambil menggenggam tanganku memberikan baju couple miliknya,bunga mawar dan kotak cincin juga surat itu untuk aku simpan.Tangan itu terkulai lemas Aldy meninggalkanku sendiri. Kecelakaan pesawat itu membuat kekasiku pergi untuk selamanya.

***

          Di makam ini aku menangis sepi sendiri daun-dan maple yang melambangkan cinta pun bertebaran di sekitar makam. Aku meletakkan baju couple terakhir kami di makam Aldy. Hanya satu  design di dunia ini hanya untuk kami yang saling mencintai sampai akhir.

TAMAT

By : Melani Sulistia Wati

CINTA BERSEMI DI TOKO COUPLE

cerita cinta romantis di toko couple

CINTA BERSEMI DI TOKO COUPLE

Namaku AIRIN..
Aku gadis biasa yang tak sempurna.kecelakaan 2 tahun silam membatasi langkahku.mengharuskanku duduk diatas kursi roda ini seumur hidupku.walaupun demikian aku tak pernah patah semangat.dan tak akan pernah mengeluh.apalagi aku harus menyalahkan Takdir Tuhan yang membuatku jadi seperti ini.walaupun aku harus kehilangan kedua kakiku…tapi aku bukanlah orang yang haus akan rasa belas kasihan orang lain.aku masih bisa melakukan aktifitas seperti biasa tanpa bantuan siapa pun.aku hanya tinggal berdua bersama ibuku.ayah yang menjadi tempat kami berlindung..pergi gak tau kemana.meninggalkan aku dan ibu.ibu yang slalu membuatku kuat menjalani hidup ini.
Aku bekerja disebuah butik .butik itu milik seorang lelaki berdarah china,berparas menawan dan bertubuh gagah…..

ya,dia adalah mas Hendy seorang lelaki yang begitu baik.dia begitu menyayangi karyawan karyawannya.aku bekerja sama dengannya sudah hampir 5tahun.jauh sebelum kecelakaan yang menimpaku terjadi.bahkan,mas Hendy lah yang membayar semua biaya rumah sakit ketika aku dirawat dulu.aku sangat berhutang budi padanya.rasanya ucapan terima kasih aja gak cukup untuk membalas jasa-jasanya.pengabdian yang setia yang bisa aku beri pada bosku itu.sebagai tanda balas jasa atas apa yg sudah dia berikan padaku dan keluargaku selama ini.walaupun sekarang aku berketerbatasan…tapi mas Hendy masih mau mempekerjakanku dibutiknya.hanya saja mas Hendy merubah posisi kerjaku.yang semula hanya karyawan biasa.sekarang aku bertugas menjaga kasir.katanya posisi itu pas buat ku karna keterbatasanku yang gak bisa banyak bergerak.tapi aku merasa perhatian dan keperdulian mas Hendy berlebihan padaku.membuatku sering menghayalkan hal hal yang yang tak masuk diakal.
Pernah suatu ketika,mas hendy mengantarku pulang..karna memang lokasi butik miliknya tak jauh dari tempatku tinggal.hanya berjarak beberapa ratus meter saja.dia memang sering mengantarku pulang.aku pun sering menolak tawaran baiknya itu.tapi mas hendy slalu memaksa.dengan alasan demi keselamatanku.aku selalu merasa tak enak hati..secara dia bosku dan harus mendorong kursi rodaku.tapi dia selalu membuatku gak bisa menolak niat baiknya itu.apa ini cuma perasaanku atau hanya kebetulan,tapi aku merasa mas Hendy sengaja membuatku merasa nyaman berada didekatnya.dia selalu bisa membuatku tersenyum.

Malam itu tak seperti biasanya.perasaanku mulai tak karuan bersamanya.dengan perlahan lahan mas hendy mendorong kursi rodaku.tapi malam itu tak banyak yang dia bicarakan.membuat pikiranku semakin acak kadul.aku malah merasa gak nyaman.aku hanya bisa diam dengan angan yang tak beraturan.pikiranku melayang dan hatiku berdebar kencang.gak tau kenapa aku anganku terus tertuju pada sosok pemuda yg ada dibelakangku.oh Tuhan..perasaan apa ini,apa yang ada dipikiranku..jangan biarkan aku jatuh cinta padanya Tuhan..hapuslah perasaan ini dari hati dan pikiranku.aku tak mau patah hati Tuhan..yang bisa membuatku hancur.Tuhan aku mohon.aku tak mau mencinta sendiri..
“airin…airin..kita dha sampai”panggil mas hendy membuyarkan lamunanku.”eh,iya mas..dah sampek ya mas..maaf tadi ngelamun..”.”iya gak papa..ya udah masuk sana.istirahat..soalnya besok barang masuk pagi pagi,aku pamit pulang dulu ya”.”iya mas,makasih ya..udah diantar pulang..hati hati mas pulangnya..”..ujarku.
mas hendy pun hanya tersenyum sembari meninggalkanku…
Aku langsung masuk kekamar.kupaksa mata ini terpejam agar tak lagi berhayal yang bukan bukan.

Pagi-pagi,seperti biasa aku kebutik diantar ibuku.ku lihat teman teman yg lain juga pada sibuk .terlebih mas hendy,dia terlihat sibuk sekali mengecek baju-baju yg memang baru datang pagi ini.sampa-sampai tak menghiraukan kedatanganku.”maaf ya..aku telat.ada yang bisa aku bantu gak” tanya ku basa basi karna aku telat datang.karna memang keterbatasanku membuat aktifitasku melambat.”kamu duduk manis dulu aja disitu ya cantik…”ujar salah satu teman kerjaku.”ih..mana boleh gitu,aku kan juga karyawan biasa..sama kayak kalian..”jawab ku.”ya udah airin…tolong pajangin sepasang baju couple ini yah..tuh disitu tuh…”suruh mas hendy..”oh iya mas..”qu ambil sepasang baju warna hitam dr tangan mas hendy.gak pake lama,aku pun langsung memakaikan ke 2 patung itu dengan kaos yg ku pegang.aku meletakkan patung patung itu tepat didepan meja kasir tempat ku biasa bertugas.setelah selesai ku pajang,kok rasanya mataku sulit untuk berpaling dari kedua baju itu.seakan aku langsung jatuh hati dengan baju itu.gak tau kenapa,aku terus memandangnya.dari sekian banyak baju pasangan yg pernah ada ditoko ini.baru x ini aku melihat sepasang baju yg benar2 bagus.hingga memikat hatiku.membuatku lagi lagi berhayal yg bukan bukan.seandainya aku bisa memiliki baju itu.dan memakainya bersamaan dengan mas hendy.pasti indah rasanya….hmm..”kenapa airin..kok kamu senyum senyum sendiri.aku lihat juga dr tadi kamu gak berkedip mandangin baju baju ini…”tanya mas hendy mengejut kan ku…”oh..mas hendy..enggak loh mas..aku cuma suka aja sama design kaos ini..begitu indah dan bagus..”jawabku malu.”kamu benar airin..klo diperhatikan dengan seksama.memang bagus ya…designny Rapi dan cantik.”ungkap mas hendy.”makanya itu mas..aku suka liatinnya.”pungkasku lagi.
“kok diliatin,coba kamu lihat tuh baju yg cewek..aku rasa kalau kamu yang pakai pasti keliatan bagus banget.jadi tambah cantik..”ujar mas hendy menggodaku.”ah..mas ini bisa aja..bercandanya gak lucu lah mas.trus baju yg cowok mau dipakein kemana mas..siapa laki laki bodoh yang mau pakai baju seragam ma aku..”kataku berdalih.”ada..pSti ada kok..oh ya airin..nih aku mau meeting..mungkin aku pulang malam.kamu jaga tokoku ya…dan mungkin mlam ini aku gak bisa antar kamu pulang.gak papa kan..nanti biar nisa yg antar kamu pulang..”jelas mas hendy.”iya gak papa mas..”ujar ku.
Kulihat mas hendy keluar toko dengan langkahnya yang gagah.

Ternyata hari sudah siang.dan sudah waktunya makan siang.kurasa perut jugA sudah mulai lapar.aku meminta temanku menggantikan posisiku sebentar.aku pun beranjak kebelakang..bersiap untuk menyantap bekal yang ibu bawakan tadi pagi.selesai makan..aku kembali kemeja kasirku.dan aku kaget..ternyatA sepasang baju couple yang aku pajang pagi tadi sudah berganti pakaian couple yg lain.ku coba lirik kanan dan kiri berharap kalau seserorang mrmindahkan posisinya.ternyata sepasang bju itu benar benar tidak sudah tidak ada.dan ku tanya sama teman ku yang mrnggantikan tugasku tadi..dia bilang tadi ada laki laki yg membelinya.katanya untuk lamaran sama pacarnya.mendengar penjelasan dari temanku..hatiku rasanya sedih.padahal aku berniat membeli baju itu selepas gajian bulan ini.tapi ya sudah lah..mungkin bukan rezeky ku.kurelakan saja baju itu bertuan.

Waktu terus bergulir..akhirnya selesai juga pekerjaanku hari ini.aku bersiap siap pulang.kulihat jam sudah pukul 19;40 wib..dalam hati aku bertanya kok mas hendy belum pulang ya..kangen juga..
“sudah siap pulang rin..?”tnyak tmanku.”iya nis.sudah kamu kunci semua kan…”aku balik brtanya.”blum..masih ada clara didalam..ntar dia yg konciin semua.oh ya rin,sbelum pulang kita makan dulu yuk..ak laper..”pinta nisa.”tapi nis.udah malem..”nisa langsung mendorong kursi rodaku..tanpa mendengarkan aku mau atau tidak…sesampainya didepan sebuah kafe..nisa tiba tiba berhenti..”ya ampun..aku lupa rin..ada yang ketinggalan dibutik..aku ambil dulu ya..kamu masuk duluan aja..”pinta nisa..yang memang sepertinya lagi bingung.”tapi nisa…”aku juga ikutan bingung…”ya udah kamu masuk duluan aja..bentar ya..”nisa pun meninggalkanku..aku bingung..aku harus apa disini..ku branikan masuk kedalam cafe itu.karna lantainya datar..tidak terlalu sulit bagiku menggerakkan kursi rodaku..saat berada didalam..aku tambah bingung..cafenya begitu bagus dan tenang..walau cafe ini tak terlalu jauh dari butik..tapi seumur hidupku belum pernah masuk ke tempat yg seperti ini..ku pandang kekanan dan kekiri..tapi semua meja sudah berpenghuni..semua yg datang berpasang pasangan..karna memang tempatnya yg tenang dan romantis..

“ada yang bisa saya bantu mbak..”tanya seorang mbak mbak padaku.dan sepertinya dia pelayan disini..dari seragam yang dia kenakan.”anu mbak..saya disini dulu lah..saya masih menunggu teman saya mbak..dan kayaknya semua meja udah penuh..”jawabku.”kalau saya boleh tau..siapa temen nya mbak”tanya mbaknya lagi.”anisa mbak..”jawabku singkat.”oh..ayuk mbak ikut aku..disana mejanya mbak..”kata pelayan itu dan langsung mendorong kursi rodaku.aku pun menurut saja..karna mungkin nisa sudah booking tempat dr awal.sesampainya dimeja itu..aku pun heran..tempatnya begitu indah..tak seperti meja meja yg lain..aneh pikirku..kenapa nisa booking tempat seperti ini..tempatnya agak istimewa..terpisah agak jauh dengan yang lain..tapi ya sudah lah..mungkin dia lagi banyak uang ..”ya udah mbak disini dulu ya…saya mau kembali kebelakang”ujar mbakny.”oh iya mbak..makasih ya mbak…”.”Iya sama2 mbak..”..tak lama datang lagi mas mas bawakan 2 gelas minuman dan sepiring cemilan ringan..”silahkan mbak..dinikmati..”kata masnya..”loh tapi saya belum pesan mas..”jawabku..”iya..tadi temannya yg pesan mbak..”kata pelayan itu sembari meninggalkanku.oh mungkin nisa yg pesan tadi..

Sudah 10 menit lebih aku menunggu..tapi nisa tak kunjung datang.aku jadi berpikir yang aneh aneh..jangan jangan nisa memang sengaja mempermainkan ku.kalau hanya mengambil barang yang tertinggal di butik.harusnya gak lebih dari 5 menit dia sudah kembali.ya sudahlah..aku pulang aja..ngapain juga lama lama disini..qu gerakkak kursi rodaku..tapi tiba tiba..aku mendengar seseorang memanggilku dari arah belakang..
“airin sudah lama disini…”rasanya suara itu tak asing ditelingaku.”eh mas hendy..ngapain disini…”tanyaku keheranan..kok bsa kebetulan ketemu mas hendy disini.”kamu ini..ditanyak malah balik nanyak.kamu sudah lama disini..?”tanyak mas hendy sambil duduk didepanku..”iya mas..sudah 10 menit.aku nungguin nisa mas.tadi dia yg ajak aku kesini..tapi katanya ada yg ketinggalan.makanya aku disuruh nunggu disini..tapi kok dia gak datang2..”jelas ku.
“Hahahaha airin…airin..nisa tuh gk bakalan dateng…”kata mas hendy..”loh nisa kenapa mas..dia knapa…kok mas hendy ngomong kayak gitu…?”tanyakku keheranan.”hahahaha…nisa udah jalan tadi sama pacarnya…”jawab mas hendy yg asik menertawakanku.”loh mas..nisa kok tega sama aku..padahal aku udah nungguin dia dari tadi ..”kataku tak percaya..mataku pun mulai menitikkan air mata..kecewa karna sudah dipermainkan sahabat sendri.”hei..hei..kok malah nangis..jangan nangis donk..ntar manisnya ilang loh…”rayu mas hendy sambil menghapus aliran air mataku.”tapi nisa mas..dia tega ninggalin aku sendirian disini..”isakku semakin terdengar lbih keras.”loh siapa bilang kamu sendirian..kan ada aku yg nemenin kamu…”ujar mas hendy.”ya untung ketemu mas hendy disini..walaupun kebetulan..coba kalo gak…”.”kalo gak apa non..semua itu gak ada yg kebetulan..dan semua ini sudah diatur..”penjelasan mas hendy yg membuatku semakin bingung.”loh kok gitu mas..”seru ku.
“Sebenernya nih ya..aku yg nyuruh nisa..ajak kamu kemari..ya..niatnya sih aku yg mau langsung ajak kamu.cuma tadi akunya kan meeting.jadi ya minta tolong sama nisa..”pernyataan mas hendy membuatku tambah gak percaya..”loh memangnya ada apa mas..apa ada yg penting ya..sampek sampek mas hendy pengen ketemu aku disini..kan bsa dibutik mas..”pungkasku..
“airin..airin..kamu tuh polos banget sih..ya aku mau ajak kamu kencan lah..ya masa kencan dibutik..hahaha…”aku hanya bisa terdiam mendengar kata kata mas hendy..
“oh ya rin..,aku ada sesuatu buat kamu..nih..”mas hendy menyodorkan sebuah kotak cantik berwarna merah muda..”apa ini mas..”tanyaku sambil melihat2 setiap sisi dr kotak itu.”itu isinya kacang ijo..”.”hah..kacang ijo..serius mas…?”kulihat mas hendy senyum2.”hahaha…ya enggak lah..makanya..itu dibuka..biar kamu tau isinya…yah..walau pun gak seberapa..aku harap kamu suka..”.”tapi kan aku gak lagi berulang tahun mas.valentine juga masih jauh..”tuturku.”udah kamu buka aja…”sela mas hendy..
Tanpa pikir pikir lagi..aku pun langsung meraih kotak itu.dan perlahan membukanya.alangka terkejut,haru dan senang berbaur jadi satu tak kala aku memegang apa yg udah mas hendy kasih untuk aku.
“ini kan…”.”iya..ini baju yg kamu liatin terus kan..aku tau..kamu begitu pengen baju ini kan…makanya aku kasih buat kamu.”ucap mas hendy memotong kalimatku.”tapi mas..inikan baju couple. trus dimana pasangannya mas..”tanyaku.”oh..pasangannya udah aku kasih ke laki laki bodoh seperti apa yg kamu bilang tadi siang..”jawaban mas hendy membuatku layu..”iya mas..kamu benar..memang sepantasnya..cuma lelaki bodoh yg mau bersamaku..”mataku kembali berkaca..sambil tertunduk ku coba menyembunyikan kekecewaan hatiku.tapi sepertinya mas hendy tau akan kesedihanku..
“tuh kan..kamu nangis lagi..kamu itu ya..dikasih kado bukannya senang malah nangis..”.
“maaf mas..sepertinya aku gak bsa terima pemberian mas ini..ya aku makasih banget karna mas hendy dah berusaha nyenengin hati aku..tapi..sekali lagi maaf mas..”.
“loh knapa rin..apa kamu gak suka baju ini..?tanya mas hendy.
“oh..gak mas..bukan begitu..sebenernya jujur..aku cuma ngebayangi..suatu saat bisa memakai baju couple ini bersama seseorang mas..ya..walaupun seseorang itu cuma lelaki bodoh..”ungkapku lirih.
“airin..kalau seandainya lelaki bodoh itu aku..gimana..”tanya mas hendy sembari mengangkat daguku..yg memang dari tadi tertunduk..tapi tetap tak brani kutatap matanya..karna itu akan membuatku semakin lemah..
“apa maksud mas hendy bicara seperti itu..?tanyaku sambi memalingkan wajah muram ku.
Tiba tiba mas hendy membuka sweater coklat yg ia kenakan..betapa kagetnya aku..
Melihat apa yg ada dibalik sweater itu..
Ternyata mas hendy memakai kaos pasangannya..pasangan dr kaos couple itu..
“apa maksudnya ini mas..?”tanyaku tak percaya..
“kamu masih bertanya …?kamu fikir apa semua ini..coba kamu fikir apa arti semua ini..”
“aku masih gak ngerti mas..”.
“kamu memang terlalu naif airin..ini artinya..aku mau menjadi pasanganmu..trus kamu fikir ini semua untuk apa..kencan ini..meja ini..suasana romantis ini..untuk apa..?seharusnya kamu bisa mengerti dari awal airin..kalo semua ini..aku lakukan khusus untukmu…”
“ya tapi kenapa mas..knapa kamu lakukan semua ini..”air mataku sudah tak bisa dibendung lagi..mengalir deras..
“astaga airin…ini semua aku lakukan karna aku sayang kamu..aku jatuh cinta sama kamu airin…”ungkap mas hendy sambil menggenggam kedua jemariku..aku tak sanggup berkata apa apa..hanya air mata yg bisa aku curahkan mewakili perasaanku..
Aku bingung..harus kah aku senang..mendengar kata kata mas hendy..atau malah aku harus menangis lebih dalam lagi..aku bingung..
“airin..aku sudah lama mencintaimu…semua perhatianku selama ini..itu karna aku sayang kamu..cuma aku terlalu bodoh..hingga aku tak bisa mengungkap semua perasaanku padamu..kamu mau kan jadi istriku..menemaniku hingga tua nanti..kamu mau kan airin..?”tanya mas hendy..kupandang dalam matany Ada butir airmata yg belum jatuh..baru x ini ada lelaki yg berharap begitu tulus padaku..
“tapi mas…aku ini cuma gadis…”
“husst…”mas hendy menutup mulut ku dengan jarinya sebelum aku menyelesaikan kalimatku..
“airin..kamu tuh gadih baik,pintar,manis,jujur…itu saja sudah cukup bagiku..sudah berapa x aku bilang..jangan pernah katakan kekuranganmu didepanku..karna aku mencintaimu dengan kekurangan dan segala kelebihanmu..aku mohon jadilah pelengkap hidupmu..kita akan menciptakan kebahagiaan demi kebahagian dimasa depan..aku janji..aku rela menjadi tongkatmu seumur hidupku..airin..aku mohon…menikalah denganku..jadikan aku sandaran hidupmu..”pernyataan mas hendy membuatku semakin sedih..batin ini seakan ingin melonjak..perlahan ku tatap matanya yg sayu..dan sesekali titisan air keluar dr pelupuk matanya.dalam hati aku berkata..inikah arti ketulusan..inikah arti keikhlasan..asal kamu tau mas..aku begitu bahagia…..
Perlahan kulepas genggaman tangan mas hendy..
“maaf kan aku mas..aku gak bisa terima..aku bukan gadis yg pantas untukmu mas..kita beda kasta..kamu siapa aku siapa..kamu bisa mendapatkan gadis yg jauh lebih baik dari aku..aku tak pantas untukmu..jujur mas..aku juga telah jatuh hati padamu..perhatianmu,kasih sayangmu,ketulusanmu pada ku..membuatku tak bisa menemukan alasan untuk tidak mengagumimu..tapi semua itu hanya angan mas..yg suatu waktu bisa hilang dariku.”ucap ku disela isakanku..
Tiba tiba mas hendy menghampiriku dan memelukku dengan erat.dan semakin erat..sedih..sangat sedih..aku takut..takut pelukan hangat ini akan berpaling dr ku..
“tidak airin..kamu sudah trlalu banyak bicara..perasaan sayang mu..sudah cukup bagiku..aku gak butuh apa apa lg..aku sudah punya segalanya..hanya kamu rin..yg masih ingin aku raih..untuk jadi pelengkap hidupku…kita akan meniti masa depan bersama..kamu mau kan rin…”
Kata demi kata yang diucapkan mas hendy membuatku semakin yakin akan ketulusan cintanya…dengan perlahan ku anggukkan kepalaku..tanda aku menerima lamarannya..
“kamu mau airin…kamu mau trima aku…”tanya mas hendy..kali ini ku lihat matanya benar2 berbinar tanda bahagia..aku juga ikut bahagia melihatnya..
“kalau gitu..kamu lapis bajumu pakai kaos ini..inikan keinginanmu..mengenakan kaos couple ini bersama lelaki yang kamu cintai..”pinta mas hendy sambil memberikan kaos yang tadi sempat aku tolak..tanpa fikir panjang..langsung ku pakai kaos itu..betapa bahagianya hidupku..biarpun aku berkekurangan..tapi masih ada pria baik yg mau menerimaku apa ada nya..ya ALLAH terima kasih atas segalanya..atas apa yg engkau anugrahkan padaku..mengabulkn semua doa doa ku…cukup ya ALLAH..cukup..jangan pernah pisahkan kami…didunia maupun diakhirat kelak…amiin…

By : kiekie woelandarie

Sejauh Apapun Melangkah Jodoh Pasti Bertemu

lomba

Semua berawal ketika kita memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama. Awalnya aku tidak sekelas dengannya, dan karna ada kesalahan informasi, akhirnya dia di tukar ke kelas saya, karna nama mereka yang sama. Disini saya sekarang berumur 23 thn, nama Vie(nama samaran) dan saya menjadi Ibu Rumah Tangga sekarang, dan suami saya Gian(nama samaran) berumur 24 thn dan bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Kita seperti siswi-siswi SMP biasa, bermain, bercanda, dan kadang-kadang berantem dan ejek-ejekan. Setelah lama waktu berlalu kita sudah di penghujung kelulusan dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Dan ketika menuju kelulusan dia menyatakan cinta kepada saya, dan saya berfikir itu hanya cinta monyet hanya untuk cinta-cintaan sebatas anak SMP saja, dan saya menolak. Ketika masuk SMA kamipun di pisahkan oleh sekolah yang berbeda, setiap hari saya selalu melihatnya lewat sekolah saya karna sekolahnya melewati sekolah saya. Dan tidak jarang saya di ejek teman saya karna sering merhatiin dia. Dan dia coba mendekati saya lagi, tapi saya menolak. Dan suatu hari saya melihat dia berboncengan dengan seorang gadis satu sekolah dengannya, dan saya merasa cemburu. Dan saya sadar bahwa kecemburuan saya tiada guna, karna saya yang telah menolaknya.
Tak terasa lama waktu berlalu kamipun merayakan kelulusan kami, dan kami merayakannya dengan jalan-jalan ketempat wisata bernama Ancol, yang sekarang terkenal dengan arung jeramnya. Dan tak di sangka dan tidak di duga kami bisa bertemu disana. Tapi aku tetap cuek dan jual mahal 😅😅😅 maklum cewek, tapi sebenernya saya ingin di ajakin jalan-jalan sih. Dan setelah pulang dari tempat wisata sayapun mendapat inbox di fb saya, karna waktu itu belum muncul yang namanya WA, “kau makin dewasa” isi inboxnya. Dan saya berbunga-bunga, ya Allah itu inbox pertamanya. Dan setelah tamat SMA kamipun tidak melanjutkan kuliah dan langsung bekerja, saya tetap bekerja di kota kelahiran saya dan dia pergi bekerja ke ACEH. Sebelum dia ke Aceh kami gak pernah inbox atau smsan, tapi sebelum dia pergi dia inbox saya “Gar jaga anak kita ya, aku pergi dulu”, itu panggilannya ketika kami SMP, karna itu boru saya. Waktu nerima pesan itu perasaan saya ya lucu tapi ya senang.
Dan lama waktu itu berlalu kami saling tidak menghubungi satu sama lain. Dan ketika bulan Juni datang saya teringat akan Ulang tahunnya, dan saya tidak punya nomor handphonenya. Putus sudah harapan saya, dan sayapun tidak memikirkan hal itu lagi. Ketika saya duduk di depan rumah di bawah bintang-bintang, sepupu saya datang bersama suaminya, dan suaminya itu adalah sepupu dari si pria yang saya lagi inginkan nomor handphonenya itu, dan sayapun akhirnya memberanikan diri untuk meminta nomor handphonenya. Dan mereka yang punya hanya nomor handphone abang kandungnya si Gian ini. Dan akhirnya sayapun menelpon abangnya dan minta nomor handphonenya si Gian. Dan akhirnya saya dapat nomornya, bahagia sekali, walaupun setelah saya telpon abangnya dan istrinya bertengkar gara-gara saya telpon malam-malam dikira selingkuhan abangnya, ahhaahaha..
Dan setelah dapat nomornya sayapun begadang malam karena besok ulang tahunnya, dan tepat tengah malam langsung saya SMS dia “Selamat Ulang Tahun ya, wish u all the best” hanya itu sms saya. Dan di balas “Terima kasih, ini siapa ya?” Dan saya jawab “ini Vie, apakah saya orang pertama yang ngucapi HBD ke kamu?” Dan jawabannya “terimakasih, kamu orang kedua yang mengucapkannya setelah pacar saya”. Hah? Beneran? Seriusan? Ya Allah, mewek, tapi lucu, sakit hati, terkejut, dan malu jadi 1. Dan setelah itu saya tidak pernah menghubunginya lagi, hahahahaa..
Dan saya mulai aktif lagi di dunia maya, dan setiap status saya pasti di commentnya, dan akhirnyapun kami sering chat dan bahkan telponan. Dan sampai akhirnya dia inbox saya “me ❤+ your ❤ = pelaminan” ya Allah bahagianya. Dan tidak beberapa lama ketika ulang tahun saya diapun melamar saya, dan ketika ulang tahun saya tahun depanpun kami resmi menikah. Dan ketika menikah dia mengatakan “di setiap do’aku selalu ku sebut namamu, ketika aku pertama kali jatuh cinta padamu, ku katakan pada diriku, bahwa cinta pertamaku akan menjadi cinta terakhirku juga, dan akhirnya menjadi kenyataan”. Dan sekarang pernikahan kami beranjak 4 tahun. Namun Allah masih belum menitipkan malaikat kecilnya kepada kami. Ketika beranjak di usia pernikahan yang ke 3 tahun sayapun hamil, akan tetapi tidak bertahan lama, karna janin tidak berkembang dan saya mengalami pendarahan dan akhirnya harus di kuret. Dan saya bersyukur karena suami saya selalu sabar merawat dan mendampingi saya sampai saat ini. Dan semoga kami segera di beri momongan dan hanya maut yang dapat memisahkan dan di pertemukan kembali kelak di syurganya, amin..

Ttd
Evi Y.S

TAK COUPLE TAK LOVE

cerita romantis

Minggu pagi ini terlihat ramai sekali, terlebih lagi pasar swalayan yang ku datangi ini memang selalu ramai di minggu pagi. Nama ku Asya. Pagi ini aku ingin membeli beberapa benang untuk baju buatan ku. Baju itu kurencanakan untuk hadiah ulang tahun Fazri, kekasih ku. Baju itu sengaja ku buat couple agar terlihat lebih romance dan lebih kompak satu sama lain. Ngomong ngomong soal Fazri, dia adalah kekasih ku sejak dua tahun yang lalu ketika aku duduk di kelas 11 SMA. Bisa di bilang pertemuan ku dengan Fazri adalah pertemuan yang tak biasa. Karena saat itu terjadi konflik tawuran antara sekolah ku dengan sekolah Fazri. Aku sama sekali tidak ingin terlibat, tapi sial nya konflik itu terjadi tepat ketika aku sedang berada di lokasi tempat penyerangan. Karena perasaan ku yang kaget akibat serangan tiba-tiba itu, langsung saja ku sembunyi di gedung kosong yang menjadi tempat sarang burung wallet. Kalau bukan karena situasi yang mendesak, aku tak akan mau sembunyi disana, aku takut. Aku benci mereka, mengapa harus dengan cara kampungan seperti ini hanya untuk menyelesaikan masalah yang menurutku sepele. Rasa takut ku makin bertambah saja saat ku dengar suara jejak kaki seperti datang ke arah ku. Langsung saja kuambil batang kayu dan ku sembunyi di balik pintu. Dan saat orang itu datang. Ahh!! Teriaknya kesakitan. Orang itu berlumur darah dengan seragam sekolah nya. Ternyata, dia adalah siswa sekolah yang sedang tawuran dengan ku. Dia terlihat sangat kesakitan sampai aku tak tega melihat nya. Ku hampiri dia dan langsung ku keluarkan sapu tangan dan antiseptik yang selalu kubawa kemana mana. Dia pun terkaget melihat ada seseorang selain diri nya di dalam gedung wallet itu.

            “Gua pikir lo salah satu dari mereka. Tapi ternyata bukan” kalimat pertama yang dia ucapkan saat aku mengusap wajah nya yng penuh darah

            “Darimana lo tahu kalau gue bukan salah satu dari mereka?” tanya ku

            “Ya masa ada musuh yang ngebantu lawan nya sendiri”

            “Kalau gue ternyata salah satu dari mereka gimana?”

            “Gak mungkin lah cewek cantik kaya lo ikutan jadi brandal kaya mereka”

            Astaga. Apa dia baru saja menggombal. Menyebalkan tapi menyenangkan. Itulah awal pertama aku berjumpa dengan Fazri. Dia memang bukan laki hebat seperti yang lain. Dia hanya laki-laki biasa. Tapi celaka nya sejak pertama ku bertemu dengan nya, rasa nya ada sesuatu dalam diri nya yang membuat ku tertarik. Terutama karena sifat humoris dan ketengilan nya itu.

            Akhirnya, setelah dua minggu ku buat baju couple ini selesai juga. Tak sabar rasanya ingin ku berikan kepada Fazri. Yah meskipun ulang tahun nya dua hari lagi tapi rasa nya seperti dua tahun saja. Menunggu memang bukan lah hal yang menyenangkan untuk dijalani. Kringggg… ah handphone ku berbunyi,  dan tentu ini telpon dari Fazri. Langsung saja kuletakkan box kado itu diatas tumpukan pesanan baju butik ku. Aku senang hari ini dia mengabri ku. Karena beberapa hari ini, dia sibuk dengan tugas tugas kuliah nya. Aku pun sibuk dengan pesanan pesanan orang di butik. Rindu. Setelah lama berbincang sampai tak sadar kalau sudah sore. Ku bergegas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, setelah itu baru ku mandi.

            Malam ini aku terus teringat dengan Fazri. Mungkin masih terbawa suasana telepon tadi. Langsung saja ku hampiri kado yang akan ku berikan pada nya. Tapi ku cari tidak ada. Ya ampun, ku cari kesana sini tetap tidak ada. Lalu kutanya Bi Asih apa dia melihat box berwarna biru. Tapi dia bilang semua box sudah dibawa Kang Asep untuk dikirim. Apa! Jangan jangan box ku terbawa juga!  Ahh itu dia Kang Asep sudah pulang. Langsung ku tanyai kang asep dimana box ku. Betapa lemas nya aku ketika tahu kalau box itu sudah tercampur dan sudah selesai dikirim. Apa harus ku buat baju yang baru? Tapi tidak mungkin bisa ku selesaikan dua baju dalam dua hari. Tanpa pikir panjang, mau tidak mau, aku akan susul dan kucari ada dimana baju itu. Keesokan pagi, aku langsung berangkat menuju rumah rumah yang memesan baju padaku. Tapi sampai sore begini, tidak ada satu rumah pun yang menerima box itu. Dan sial nya lagi, seseorang menabrak ku hingga catatan nama orang orang yang memesan baju ku itu tercebur di selokan. Aku tak tahu lagi harus mencari dimana? Tapi, aku gak boleh putus asa. Aku masih ingat beberapa rumah yang belum kudatangi. Hari mulai malam. Ku putuskan untuk mencari box itu besok.

            Selasa pagi. Ya ampun. Nanti malam adalah hari ulang tahun Fazri. Apa yang harus ku lakukan? Langsung ke bergegas ke kamar mandi dan segera pergi untuk mencari box spesial itu. Tapi hari ini aku juga belum mendapat kan box itu. Aku merasa kecewa sekali. Baju yang sudah berminggu-minggu kubuat dengan pebuh cinta hilang begitu saja karena kelalaian ku sendiri. Bagaimana ini? Hari sudah gelap. Bahkan azan maghrib pun sudah berkumandang. Apa yang harus kuberikan pada Fazri? Semangat Asya! Kamu pasti bisa menemukannya! Tapi hari semakin malam. Fazri trus menelpon ku. Jam sudah menunjukan pukul 21.00. mungkin acara nya sudah hampir selesai. Maafkan aku Fazri mengabaikan telpon mu. Akhirnya dengan lenggang tangan ku putuskan untuk pergi ke acara ulang tahun Fazri dengan taxi. Ku telpon Kang Asep untuk langsung saja ke rumah Fazri agar nanti ketemu disana saja untuk mengantar ku pulang

            “Akhirnya, yang di tunggu tunggu datang juga” ucap teman teman Fazri

            “ Loh kamu kenapa? Kok kusut gitu? Keliatan capek lagi? Kenapa Kang Asep dateng duluan?” tanya Fazri khawatir

            “Maaf ya aku ga bisa kasih apa apa buat kamu. Padahal aku udah  buat sesuatu yang spesial buat kamu. Tapi ga sengaja hilang. Udah dua hari ini aku cari keliling keliling. Tapi tetep ga ada” jawabku lesu

            “Gak apa apa kok. Kamu udah dateng aja aku udah seneng”

            “Coba aja box baju itu gak hilang”

            “Maksud kamu box biru yang isi nya baju couple itu?” tangan nya menunjuk kesalah satu tumpukan kado

            “Hah? Itu kan box ku! Itu kado aku untuk kamu. Kamu dapet dari mana?”

            “Kan Kang Asep yang ngasih kemaren”

            “Apa? Akang yang ngasih?” tanya ku heran kepada Kang asep

            “Abis nya alamat nya buat den Fazri. Ya saya anter non kesini” jawab kang Asep

            “Akang kenapa gak bilang? Aku tuh udah cape kasana kemari cari box ini tau”

            “Tadi pagi saya mau bilang ke non Asya, tapi non buru buru pergi”

            Ya ampun, akhir nya ketemu juga baju couple ku. Meskipun agak kesal dengan Kang Asep, tapi gak apa apa deh. Yang penting, baju itu udah ada di Fazri.

By :  Caroline Noer Asy’ary

CINTA SEHANGAT SWEATER

cinta baju couple

Deras hujan bulan Desember membasahi sepanjang jalan. Ku lihat beberapa orang juga ikut berteduh di gubuk kosong bekas toko lama. Semua nya adalah pengendara roda dua. Mereka membawa keluarga, teman, ada juga yang hanya sendiri sambil membawa barang dagangan nya. Mereka semua terlihat merungkuk kedinginan. Lain denganku, karena dengan sweater hangat yang ku kenakan ini, aku merasa hangat. Meskipun agak dingin sedikit, hingga aku memasukan tangan ku ke kantung celana agar lebih hangat. Hujan, peristiwa yang mengandung banyak arti bagi orang orang. Bagi ku juga. Bagi ku, hujan tidak sekedar hanya tetesan air yang jatuh ke bumi, atau hanya aliran air yang jatuh dari langit. Hujan bulan Desember ini rasa nya seperti membawa ku ikut mengalir dalam deras nya kenangan. Kenangan indah bersama seseorang. Yang dengan nya hari ku selalu penuh tawa, yang karena nya hari ku selalu terganggu dengan rindu rindu. Rindu akan hangat kehadiran nya di sisi ku. Seperti hangat nya sweater yang ku gunakan ini. Hujan dan sweater. Dua hal yang dulu pernah menjadi bagian penting dalam memori hidup.

            Saat itu, tepat nya satu tahun yang lalu. Ketika aku datang ke Shirt Goal’s, salah satu toko baju ternama, terbesar, dan termodis bagi kalangan remaja seusia ku. Saat itu tepat hari terakhir ujian semester ganjil di kelas 11. Aku dan teman teman ku memutuskan untuk pergi berbelanja ke Shirt Goal’s untuk merayakan selesai nya kepeningan yang kami rasa setelah satu minggu mengikuti ujian. Awal rencana, aku ingin membeli sebuah jaket karena musim hujan sudah akrab menyapa. Tapi seperti nya, aku sudah memiliki banyak sekali jaket yang terjejer di lemari gantung. Baru saja hendak ku berbalik arah dari kumpulan blok jaket jaket di pojok toko. Namun, mata ku tertarik melihat sepasang sweater unik di pojok blok. Tapi sepertinya sweater itu di peruntukkan kepada pasangan atau yang biasa di sebut “couple”. Kutanya penjaga toko itu, apa aku bisa membeli salah satu nya saja. Karena kulihat model nya yang belum ku punya, dan terlebih lagi warna nya biru muda. Akhirnya, mereka membiarkan aku membeli nya walau hanya setengah potong.

            “Padahal kalau mbak beli sepasang bisa dapet diskon loh! Ajak aja pacar nya, mbak”. Tawar penjaga kasir

            Langsung saja ku bergegas pergi meuju teman teman ku di parkiran karena takut ketahuan kalau aku ini JOMBLO. Hehe.. bagi ku itu tidak masalah. Setelah selesai, kami pun pulang membawa belanjaan masing masing. Akhirnya, bisa istirahat juga. Tak sabar aku tuk memakai sweater ini besok untuk jalan bersama Rina dan Karin.

            Minggu pagi yang mendung. Cocok sekali untuk aku memakai sweater ini. Tapi kuharap, mendung biarlah mendung asal jangan sampai hujan. Kalau tidak, bisa batal rencana ku jalan dengan Rani dan Karin. Ku tunggu mereka di bawah pohon kamboja besar di taman Jl. Asoka. Sudah pukul 10.00 tapi mereka belum datang juga. Padahal langit sudah semakin hitam saja. Ku buka handphone dan ku lihat notif masuk. Pesan dari Rani! Uh, tidak jadi pergi? Kenapa tiba tiba sekali? Padahal aku sudah menunggu selama ini. Kesal! Dengan ajah tertekuk ku beli saja bajigur hangat yang lewat di taman. Mungkin bisa menenangkan rasa kesal ku ini. Ku balik ke tempat duduk di bawah pohon kamboja besar tadi. Tapi ketika ku membalikan badan. Awww!!! Seseorang menabrak ku dan menumpahkan bajigur yang ku bawa hingga tangan ku terasa panas. Siapa orang yang tiba tiba menabrak ku ini. Membuat hari ku semakin sial saja.

            “Maaf, maaf! Gua ga sengaja. Lagian lo balik badan nya tiba tiba sih” ucap nya.

            What! Dia bilang aku balik badan dengan tiba tiba? Jelas jelas dia yang menabrak ku dengan tiba tiba. Di tambah lagi, ya ampun! Sweater yang dia pakai sama seperti yang aku pakai. Persis seperti pasangan dari sweater ini yang kemarin ku beli di toko. Selama hidup, aku gak pernah suka di samakan oleh siapa pun. Camkan itu!

            “Lepas sweater itu!” perintahku. “cepat lepas!”

sweater couple

            “Apa? Lo udah gila ya? Masa gua buka bukaan disini. Disana aja yuk, lebih sepi” jawab nya dengan santai

            Dasar menyebalkan! Kami terus bertengkar mempermasalahkan sweater ini. Sweater dengan arah panah ke kanan dan ke kiri dengan bertuliskan masing masing “That’s my girl” dan “That’s my boy”. Sampai akhir nya penjual bajigur itu bilang

            “Neng, bajigur nya mau diganti? Apa sekalian juga mau dibikinin buat pacar nya?”

            “Dia bukan pacar saya!!!” kami teriak berbarengan

            “Loh, bukan pacar tapi ko mesra gitu? Ade kakak an ya? Atau terjebak friendzone? Atau TTM? Atau…atau … atau….” oceh tukang bajigur

            Langsung saja ku pergi meninggalkan mereka. Hari ini benar benar Bad Day. Keesokan harinya saat upacara bendera, kulihat orang menyebalkan itu berdiri di depan lapangan. Hmm. Kukira dia dihukum karena sifat nya yang tengil. Tapi teernyata, dia adalah calon ketua OSIS periode berikutnya? Apa aku gak salah liat? Ga mungkin si tengil itu jadi ketua OSIS kan? Sudah pasti kalah lah. Aku yakin. Lihat saja nanti. Pasti kalah. Pasti kalah… sepulang sekolah sengaja aku mampir keruangan OSIS untuk melihat hasil suara pemiilihan. Dan, hasilnya si tengil itu menang! What! Bagaimana bisa? Sejenak kulihat banyak sekali foto foto dan piala piala penghargaan atas nama dirinya. Apa aku sudah salah menilai si tengil itu ya?

            “Ngapain lo ngeliatin foto gua kaya gitu? Naksir? Lo pasti nyesel ya udah marah marahin gua kemarin?” lagi lagi dia datang dengan tiba tiba

            “Hah? Eng.. engga kok engga, itu tadi aku mau ini, anu..” duhh jadi salting kan gara gara salah judge orang. Semoga muka aku ga merah

            “Gua Ardhan” dia menjulurkan tangan nya “ kalo lo?

            “Namaku Nina” aku membalas jabatan tangan nya

            “Oh.. Nina. Sering ngantuk ya?”

            “Maksudnya?”

            “Nina bobo.. ohh nina bobo.. kalau tidak bobo digigit Ardhan”

            “Hahaha, emang nya kamu suka gigit”

            “Hmm, engga sih. Tapi kalau kamu suka bisa aku jadiin hobi”

            “Hobi gigitin orang?”

            “Hobi gigitin Nina”

            “Hahaha.. bisa aja”

            Itulah percakapan akrab aku yang pertama kali dengan Ardhan. Ardhan, si tengil yang gak sengaja sweater nya couple dengan ku. Semenjak itu, aku mulai dengan Ardhan. Aku tak tahu mengapa, tapi kehadiran Ardhan membawa hari hari ku menjadi penuh tawa. Sifat nya yang humoris namun tetap dewasa membuat aku merasa nyaman di dekat nya. Sampai saat ini dia…

            “Nih, bajigur nya” tiba tiba Ardhan mengacaukan khayalan indah ku

            “Makasih buat bajigur dan buat pengacau khayalan” jawabku

            “Khayalan? Hujan kaya gini ga boleh banyak ngelamun, entar kesambet!”

            “Enak aja, biari kali. Lagian lama banget sih Cuma beli bajigur doang”

            “Iya maaf, abis ngobrol sama tukang bajigur. Kata nya dia mau ganti bajigur yang waktu itu tumpah”

            “Serius? Itu kan udah lama banget udah satu tahun yang lalu”

            “Ya, waktu itu kita sama sama pakai sweater ini. Bedanya dulu pacar dugaan, tapi sekarang…”

            “Sekarang apa?” tanya ku menggoda nya

            “ Now, you are my girl, you are my special little girl”

            Setahun sudah kujalani hubungan dengan Ardhan. Dan semoga tak sampai tahunan saja. Aku akan mencintai nya sampai keturunan ku yang ke tujuh memiliki tujuh turunan yang mempunyai tujun turunan.

By :  Caroline Noer Asy’ary

KISAH NYATA MY LOVELY

cerita insprasi

Ini kisah nyata yang kualami saat ini, di kehidupan yang fana ini. Mungkin ini jauh dari kata romantis. Tapi romantis ini ku tujukan untuk putriku tersayang. My little angel yang telah mendahului kami untuk menempati syurgaNya.

Rabu, 08 november 2017 09.00 am
Di sebuah lorong yang sepi akan pasien dari sebuah klinik. Hanya aku dan suamiku yang berada di ruang rawat untuk menantikan kelahiran anakku yang pertama. Tak lama kemudian dokter pun memintanya untuk mengurus administrasi pendaftaran dan obat-obatan.
Sendirilah aku di ruang ini.

WP_20170302_13_40_19_Pro (1)

Awal mulanya baru pembukaan 2. Ku pikir sampai pembukaan 10 tidaklah menyakitkan. Waktu berlalu begitu lama kurasa dan semakin menyakitkan. Aku menelpon ibuku untuk menemaniku kebetulan klinik tsb tidak jauh dari rumah dan kami memutuskan pergi berdua kemudian ibuki menyusul. Suamiku belum juga selesai karna mengantri untuk mendaftar.
Sekitar Pkl 11.30 am aku berada di luar alam sadar dan teriak sekeras nya. Entah jam berapa saat itu, aku tidak memperdulikan pasien lain ruang sebelah atau di ruangan lain.
Ibuku datang, tak lama suamiku pun datang,
‘aku teriak, meracau selama pembukaan terjadi. Rasanya seperti tulang rusuk ku dipatahkan bersamaan. Bahkan disentuh pun terasa sangat menyakitkan

IMG-20170921-WA0001

‘suamiku: istighfar sayang 😭 jangan nangis.. istighfar.
Aku meremas gengggaman tangannya. Tak pernah kulepaskan.
Tetap saja aku teriak dan meracau tak jelas.

Seketika pkl 14.30 barulah bidan datang untuk menangani. Entah kemana mereka saat aku berteriak, sama sekali tidak ada tindakan/pengecekkan berkala. Entah pukul berapa waktu itu aku tak mampu membuka mata lagi karna lelah berteriak.

Suamiku disampingku disaat detik-detik melahirkan anak pertamanya, bagiku itu moment romantis yang kualami.
Na’as bayiku tak tertolong, seketika tak sampai 1 jam dia hidup di dunia.
Dia menitipkan malaikat mungil, Dan Dia mengambilnya kembali. Mungkin tuhan punya rencana indah untukku dan suamiku. Mungkin tuhan memberikan banyak waktu untuk kita pacaran lagi.
Mungkin tuhan mengajarkan kita tentang arti kehilangan.

Ariqa namanya..
Cerita ini untuk putriku tersayang.
Dia Yaa Rahiim (maha penyayang)
Menitipkan janin dalam rahimku 9 bulan penantian panjangku dan membawanya kemanapun. Membayangkan kisah indah kelahiran anakku. Hingga ku lahirkan ke dunia. Tak sempat ku memeluk mencium nya.
Tuhan.. Titipkan salam sayang peluk rindu untuk putriku..

By : Aikokom

Tentang Kelopak Bunga Lily dan Baju Biru Bergambar Hati

true love baju couple

 

              “Aku memperhatikanmu,” suara seorang perempuan membuatku mengalihkan perhatian dari apa yang sedang kukerjakan. Aku mendongak, dan mendapati gadis itu berdiri sejarak sepelemparan batu dariku. Kedua tangannya bersedekap, sementara sepasang  matanya memandangku menyirat tanya.
             “Aku?” tanyaku memastikan kata-katanya ditujukan padaku.
             “Iya, kamu, dan apa yang kau lakukan pada bunga-bunga itu,” jawab gadis itu. “Tapi aku tak mengerti, mengapa kau lakukan itu.”
             “Ini?” sahutku sambil menunjuk kelopak-kelopak bunga yang berserakan di sekitarku. Kupetik sekuntum bunga yang masih bergelayut di induknya. “Kau lihat ini ! Dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku, dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku……” aku merapal berulang kali seraya mencabut kelopak bunga yang kupetik satu per satu. Gadis itu menatapku sepertinya belum mengerti.
             “Aku sedang mencari jawaban atas cintaku,” terangku mencoba menjawab kebingungannya. “Kau tahu, sudah puluhan bunga kupetik, dan selalu berakhir dengan dia tak mencintaiku,” kesahku. Gadis itu tertawa geli.
              “Konyol, mengapa tak kau tanyakan langsung saja padanya, dia menerima cintamu atau tidak?” tanyanya kemudian.
               “Suatu saat, aku akan menanyakan langsung padanya. Tapi tidak sekarang, belum saatnya,” jawabku. Kupetik sekuntum bunga lagi. Gadis itu menunjuk bunga di genggamanku.
              “Kurasa  aku tahu masalahmu. Itu jenis bunga berkelopak genap. Kau akan tetap berakhir di kalimat yang sama. Kenapa tak kau balik saja urutan kalimatmu, atau kau cari saja bunga lain yang berkelopak ganjil?” saran gadis itu. Aku menggelengkan kepalaku.
               “Kau tak mengerti. Bukan begitu aturannya. Aku harus bertahan pada bunga ini sampai kutemukan kelopak yang tak biasa. Kelopak yang ganjil. Karena cintaku ini juga tak biasa,” terangku. Sekarang gantian gadis itu yang menggelengkan kepalanya.
                “Kau benar, aku tetap tak mengerti,” kata gadis itu seraya beranjak dari tempatnya berdiri, lalu melangkah menjauhiku. Aku mencuri pandang sosok gadis itu dari belakang. Tiba-tiba gadis itu berbalik, aku buru-buru menunduk lagi dan pura-pura kembali sibuk mencabuti kelopak bunga.
              “Aku harap kau beruntung!” kudengar dia berseru. Aku mendongak, lalu mengacungkan dua jariku sebagai tanda terimakasih. Gadis itu membalas dengan lambaian tangan, lalu kembali meneruskan langkahnya. Makin jauh, namun sesuatu dari dirinya tak mau beranjak dari tempatku berada.
pacar romantis baju couple
              “Ahaaaa! Akhirnya kau kehabisan bunga untuk kau cabik-cabik, kan?” gadis itu berdiri hanya tiga langkah dariku. Matanya berbinar, sepertinya pemandangan aku yang telah kehabisan bunga membuatnya bahagia.
              “Yahh, seperti yang kau lihat. Tak ada lagi bunga yang tersisa di pohon ini,” sahutku tanpa semangat. “Dan aku tak juga menemukan bunga berkelopak ganjil.”
               “Jadi bagaimana sekarang?” tanya gadis itu, raut wajahnya menunjukkan antara ikut prihatin dan penasaran.
                “Sepertinya sudah tiba waktunya aku menanyakan langsung padanya apakah dia menerima cintaku atau tidak,” terangku. Gadis di depanku tersenyum samar.
                “Seharusnya kau lakukan itu dari kemarin-kemarin. Bukannya berbuat konyol mencabik-cabik bunga-bunga yang tak berdosa itu,” gerutunya sembari menunjuk kelopak-kelopak yang bertebaran di tanah.
                 “Baiklah. Aku harap pengorbanan bunga-bunga itu tak sia-sia,” sahutku memasang muka menyesal. “Jadi, katakan padaku, apakah kau mau jadi bunga berkelopak ganjil untuk jawaban cintaku?” tanyaku cepat-cepat sebelum keberanian yang telah kukumpulkan berhari-hari ini menguap. Gadis di depanku terperangah. Sepasang matanya yang bak kejora dan terus mengganggu tidurku akhir-akhir ini membelalak lebar. Sejenak kemudian tawanya pecah berderai, membuatku sedikit kesal. Bagiku, ungkapan cinta, bagaimana pun wujudnya, tak patut untuk ditertawakan.
                “Katakan…..,” ucap gadis itu erusaha menahan tawanya. “Bagaimana kau bisa jatuh cinta padaku? Maksudku, kita bahkan samasekali belum kenal,” lanjut gadis itu masih dengan menahan tawa.
                “Aku melihatmu melangkah di jalan ini suatu pagi. Kau memakai baju berwarna biru dengan gambar hati warna merah. Aku tahu itu baju couple, karena aku juga punya satu di dalam lemariku. Aku jadi membayangkan aku berjalan di sampingmu dengan baju yang sama. Entah kenapa saat itu juga aku merasa kaulah jodohku dari langit. Wanita yang tepat yang akan menemaniku sepanjang sisa usiaku” terangku jujur. Gadis itu terdiam, sepertinya sedang berpikir hendak berkata apa.
                 “Terus terang, aku suka caramu menyatakan cinta. Laki-laki lain mungkin hanya akan memetik bunga-bunga itu dan mengikatnya dengan pita merah jambu untuk diberikan kepadaku, bukannya mencabik-cabiknya seperti apa yang kau lakukan,” tutur gadis itu seraya tersenyum geli.
               “Aku yakin kau akan langsung menolak jika aku melakukan cara yang satunya,” sahutku.
               “Bukan berarti dengan cara mencabik-cabik bunga, aku pasti menerima. Ya, kan?” tanyanya dengan nada menggoda.
                “Setidaknya aku mendapatkan secuil perhatianmu,” kataku. “Jadi, apa jawabanmu?”
                “Aku akan menjawabmu dengan cara yang tak biasa juga. Kau pakailah baju couple punyamu besok, tunggu aku di sini. Jika aku muncul dengan baju yang sama, berarti aku menerima cintamu,” jawab gadis itu berteka-teki. Lalu melangkah pergi, dan kembali tawanya pecah berderai.
                “Setidaknya, beritahu aku namamu!” seruku. “Biar aku mudah menyebutnya dalam doaku nanti malam,” imbuhku kembali berseru.
               “Lily…..namaku Lily. Sama seperti bunga yang telah kau cabik-cabik itu!” seru gadis itu tanpa menoleh. Entah itu benar namanya atau bukan. Aku tak peduli, cinta tak butuh sebuah nama. Yang aku yakin, aku akan berada di sini besok, dengan memakai baju couple berwarna biru bergambar hati.
By : Maia Harsanto

Ketika Berpakaian Couple

baju couple romantis
Suatu ketika saya ada undangan ke acara pernikahan bersama suami saya. Saya bingung mau pakai baju apa. kemudian ada ide pakai baju couple. Saya pakai gamis dan kerudung abu dan suami pakai jubah dengan bahan dan model yang sama. Memakai pakaian couple itu seperti hal yang aneh, karena sebelumnya kita jarang pakai couplean. Hari itu adalah hari yang romantis karena berpakaian couple, seperti pasangan yang akur dan setia. Padahal kita memang jarang berkumpul dan kondangan juga. bahkan ada tetangga yang bilang ” mau kemana nih kok tumben pakai pakaian rapi dan serasi couplean lagi ga biasanya ?”. saya jawab aja ” mau kondangan ke pernikahan temen.” dan ada juga yang nanya dan ingin pakaian seperti kami. ”、dimana nih belinya dan berapa? tanya tetanggaku yang suka kepo. saya hanya jawab ” ya di toko mana aja deh. ” bahkan mertua pun melihat dan bertanya mau kemana. alhasil kami jawab ” kondangan”. itu adalah pengalaman memakai pakaian couple pertama kalinya. dan pernah kami memakai pakaian biasa dan warna yang sama.aku  pakai atasan begitu pula suamiku. seperti romeo dan juliet . aduh saudaraku pada iri. so sweet.
foto romantis baju couple
kini aku punya anak. ingin rasanya pakai pakaian couple dan bingung ukuran dan bahan  yang pas buat anakku. dan aku tanya temen dan harganya lumayan karena mungkin kualitasnya yang bagus dan ada ongkos kirimnya juga. saya pun melihat iklan di internet model dan gambarnya bagus- bagus.
 waktu itu saya belum ada uang buat beli pakaian couple itu. saya mencoba menabung untuk bisa membelinya. tapi sayangnya karena kebutuhan ekonomi kami yang sedang surut akhirnya saya tidak jadi membeli pakaian couple itu.
ketika itu saya melihat ada pasangan suami istri yang membawa empat orang anaknya dengan memakai pakaian couple. aduh hatiku merasa iri ingin seperti mereka. saya hanya berdoa bisa memiliki pakaian couple keluarga seperti mereka itu. semoga aja suatu saat nanti ada rezeki untuk bisa beli pakaian couple keluarga amin.
nah inilah cerita tentang baju couple dari saya. semoga cerita ini menjadi pelajaran dan inspirasi bagi pembaca.
By: Siti Rahmatun nazilla