Sejauh Apapun Melangkah Jodoh Pasti Bertemu

Semua berawal ketika kita memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama. Awalnya aku tidak sekelas dengannya, dan karna ada kesalahan informasi, akhirnya dia di tukar ke kelas saya, karna nama mereka yang sama. Disini saya sekarang berumur 23 thn, nama Vie(nama samaran) dan saya menjadi Ibu Rumah Tangga sekarang, dan suami saya Gian(nama samaran) berumur 24 thn dan bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Kita seperti siswi-siswi SMP biasa, bermain, bercanda, dan kadang-kadang berantem dan ejek-ejekan. Setelah lama waktu berlalu kita sudah di penghujung kelulusan dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Dan ketika menuju kelulusan dia menyatakan cinta kepada saya, dan saya berfikir itu hanya cinta monyet hanya untuk cinta-cintaan sebatas anak SMP saja, dan saya menolak. Ketika masuk SMA kamipun di pisahkan oleh sekolah yang berbeda, setiap hari saya selalu melihatnya lewat sekolah saya karna sekolahnya melewati sekolah saya. Dan tidak jarang saya di ejek teman saya karna sering merhatiin dia. Dan dia coba mendekati saya lagi, tapi saya menolak. Dan suatu hari saya melihat dia berboncengan dengan seorang gadis satu sekolah dengannya, dan saya merasa cemburu. Dan saya sadar bahwa kecemburuan saya tiada guna, karna saya yang telah menolaknya.
Tak terasa lama waktu berlalu kamipun merayakan kelulusan kami, dan kami merayakannya dengan jalan-jalan ketempat wisata bernama Ancol, yang sekarang terkenal dengan arung jeramnya. Dan tak di sangka dan tidak di duga kami bisa bertemu disana. Tapi aku tetap cuek dan jual mahal 😅😅😅 maklum cewek, tapi sebenernya saya ingin di ajakin jalan-jalan sih. Dan setelah pulang dari tempat wisata sayapun mendapat inbox di fb saya, karna waktu itu belum muncul yang namanya WA, “kau makin dewasa” isi inboxnya. Dan saya berbunga-bunga, ya Allah itu inbox pertamanya. Dan setelah tamat SMA kamipun tidak melanjutkan kuliah dan langsung bekerja, saya tetap bekerja di kota kelahiran saya dan dia pergi bekerja ke ACEH. Sebelum dia ke Aceh kami gak pernah inbox atau smsan, tapi sebelum dia pergi dia inbox saya “Gar jaga anak kita ya, aku pergi dulu”, itu panggilannya ketika kami SMP, karna itu boru saya. Waktu nerima pesan itu perasaan saya ya lucu tapi ya senang.
Dan lama waktu itu berlalu kami saling tidak menghubungi satu sama lain. Dan ketika bulan Juni datang saya teringat akan Ulang tahunnya, dan saya tidak punya nomor handphonenya. Putus sudah harapan saya, dan sayapun tidak memikirkan hal itu lagi. Ketika saya duduk di depan rumah di bawah bintang-bintang, sepupu saya datang bersama suaminya, dan suaminya itu adalah sepupu dari si pria yang saya lagi inginkan nomor handphonenya itu, dan sayapun akhirnya memberanikan diri untuk meminta nomor handphonenya. Dan mereka yang punya hanya nomor handphone abang kandungnya si Gian ini. Dan akhirnya sayapun menelpon abangnya dan minta nomor handphonenya si Gian. Dan akhirnya saya dapat nomornya, bahagia sekali, walaupun setelah saya telpon abangnya dan istrinya bertengkar gara-gara saya telpon malam-malam dikira selingkuhan abangnya, ahhaahaha..
Dan setelah dapat nomornya sayapun begadang malam karena besok ulang tahunnya, dan tepat tengah malam langsung saya SMS dia “Selamat Ulang Tahun ya, wish u all the best” hanya itu sms saya. Dan di balas “Terima kasih, ini siapa ya?” Dan saya jawab “ini Vie, apakah saya orang pertama yang ngucapi HBD ke kamu?” Dan jawabannya “terimakasih, kamu orang kedua yang mengucapkannya setelah pacar saya”. Hah? Beneran? Seriusan? Ya Allah, mewek, tapi lucu, sakit hati, terkejut, dan malu jadi 1. Dan setelah itu saya tidak pernah menghubunginya lagi, hahahahaa..
Dan saya mulai aktif lagi di dunia maya, dan setiap status saya pasti di commentnya, dan akhirnyapun kami sering chat dan bahkan telponan. Dan sampai akhirnya dia inbox saya “me ❤+ your ❤ = pelaminan” ya Allah bahagianya. Dan tidak beberapa lama ketika ulang tahun saya diapun melamar saya, dan ketika ulang tahun saya tahun depanpun kami resmi menikah. Dan ketika menikah dia mengatakan “di setiap do’aku selalu ku sebut namamu, ketika aku pertama kali jatuh cinta padamu, ku katakan pada diriku, bahwa cinta pertamaku akan menjadi cinta terakhirku juga, dan akhirnya menjadi kenyataan”. Dan sekarang pernikahan kami beranjak 4 tahun. Namun Allah masih belum menitipkan malaikat kecilnya kepada kami. Ketika beranjak di usia pernikahan yang ke 3 tahun sayapun hamil, akan tetapi tidak bertahan lama, karna janin tidak berkembang dan saya mengalami pendarahan dan akhirnya harus di kuret. Dan saya bersyukur karena suami saya selalu sabar merawat dan mendampingi saya sampai saat ini. Dan semoga kami segera di beri momongan dan hanya maut yang dapat memisahkan dan di pertemukan kembali kelak di syurganya, amin..

Ttd
Evi Y.S

KISAH NYATA MY LOVELY

Ini kisah nyata yang kualami saat ini, di kehidupan yang fana ini. Mungkin ini jauh dari kata romantis. Tapi romantis ini ku tujukan untuk putriku tersayang. My little angel yang telah mendahului kami untuk menempati syurgaNya.

Rabu, 08 november 2017 09.00 am
Di sebuah lorong yang sepi akan pasien dari sebuah klinik. Hanya aku dan suamiku yang berada di ruang rawat untuk menantikan kelahiran anakku yang pertama. Tak lama kemudian dokter pun memintanya untuk mengurus administrasi pendaftaran dan obat-obatan.
Sendirilah aku di ruang ini.

WP_20170302_13_40_19_Pro (1)

Awal mulanya baru pembukaan 2. Ku pikir sampai pembukaan 10 tidaklah menyakitkan. Waktu berlalu begitu lama kurasa dan semakin menyakitkan. Aku menelpon ibuku untuk menemaniku kebetulan klinik tsb tidak jauh dari rumah dan kami memutuskan pergi berdua kemudian ibuki menyusul. Suamiku belum juga selesai karna mengantri untuk mendaftar.
Sekitar Pkl 11.30 am aku berada di luar alam sadar dan teriak sekeras nya. Entah jam berapa saat itu, aku tidak memperdulikan pasien lain ruang sebelah atau di ruangan lain.
Ibuku datang, tak lama suamiku pun datang,
‘aku teriak, meracau selama pembukaan terjadi. Rasanya seperti tulang rusuk ku dipatahkan bersamaan. Bahkan disentuh pun terasa sangat menyakitkan

IMG-20170921-WA0001

‘suamiku: istighfar sayang 😭 jangan nangis.. istighfar.
Aku meremas gengggaman tangannya. Tak pernah kulepaskan.
Tetap saja aku teriak dan meracau tak jelas.

Seketika pkl 14.30 barulah bidan datang untuk menangani. Entah kemana mereka saat aku berteriak, sama sekali tidak ada tindakan/pengecekkan berkala. Entah pukul berapa waktu itu aku tak mampu membuka mata lagi karna lelah berteriak.

Suamiku disampingku disaat detik-detik melahirkan anak pertamanya, bagiku itu moment romantis yang kualami.
Na’as bayiku tak tertolong, seketika tak sampai 1 jam dia hidup di dunia.
Dia menitipkan malaikat mungil, Dan Dia mengambilnya kembali. Mungkin tuhan punya rencana indah untukku dan suamiku. Mungkin tuhan memberikan banyak waktu untuk kita pacaran lagi.
Mungkin tuhan mengajarkan kita tentang arti kehilangan.

Ariqa namanya..
Cerita ini untuk putriku tersayang.
Dia Yaa Rahiim (maha penyayang)
Menitipkan janin dalam rahimku 9 bulan penantian panjangku dan membawanya kemanapun. Membayangkan kisah indah kelahiran anakku. Hingga ku lahirkan ke dunia. Tak sempat ku memeluk mencium nya.
Tuhan.. Titipkan salam sayang peluk rindu untuk putriku..

By : Aikokom