Cerita Baju Coupleku

Cinta?

Romantis ?  

Bahagia ?

Kamu ?

Cinta adalah kamu , kamu yang selalu memberi kejutan selalu bisa membuat semua momen itu indah dan selalu penuh bahagia. Bersamamu aku mengenal sebuah ketulusan dan kesederhanaan. Bisa mengatasi cibiran dari orang lain dan bisa melewati seribu malam yang hambar. Aku ingin berterimakasih, terimakasih atas candi Boko terimakasih balon biru terimakasih sever quen terimakasih bakso idola terimakasih gopro terimakasij Jogja terimakasih telah memilih aku menerima baju putih yang sama dengan milikmu dan  terakhir terimakasih momen indah yang telah kamu siapkan buat aku meskipun sederhanan ini pertama yang aku terima dalam hidupku.

Disaat hujan itu turun kamu memberikan sebuah bingkisan kecil yang dengan kertas kado yang warna biru dan kamu ucapkan maaf ya aku baru bisa ngasih ini dan maaf hanya warna putih dan tanpa design tapi aku harap kamu ngerti maksudku “ucapnya begitu” Baju putih ini menjadi janji kamu, janji yang pernah kamu sampaikan bahwa suatu saat nanti dari sebuah kaos putih polos akan berubah baju putih panjang dengan tambahan manik mutiara pink dan bunga kecil di bagian leher dengan tambahan riasan muka tatanan rambut dan baju polos putih yang akan berganti menjadi jas putih celana putih (tapi tetep pakek sneakers putih hehehe). Dan setiap aku ingat akan kata-katamu itu selalu ku ucapkan aamiin yarabb.

Sudah 2 tahun ini kamu yang masih tetap mau nemenin aku buat menikmati sunset di bukit paralayang kamu yang masih mau nemenin aku buat makan mau buat ndengerin cerita yang panjang x lebar dari aku yang masih seneng ngeliat senyumku yang selalu mau buat debat dan selalu mau nanganin sifat anak kecil ini.  Aku berharap hubungan pacaran ini tidak hanya berlangsung lama lalu putus tapi aku ingin janji atas baju putih itu jadi ending kita. Jadilah orang yang menanyakan ke ayah buat marry your daughter dan kamu juga yang menyanyikannya. Baju putih yang sama-sama kita miliki ini harus kita jadikan cerita buat history.

 

by : Fitri Kristiani

Sejauh Apapun Melangkah Jodoh Pasti Bertemu

Semua berawal ketika kita memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama. Awalnya aku tidak sekelas dengannya, dan karna ada kesalahan informasi, akhirnya dia di tukar ke kelas saya, karna nama mereka yang sama. Disini saya sekarang berumur 23 thn, nama Vie(nama samaran) dan saya menjadi Ibu Rumah Tangga sekarang, dan suami saya Gian(nama samaran) berumur 24 thn dan bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Kita seperti siswi-siswi SMP biasa, bermain, bercanda, dan kadang-kadang berantem dan ejek-ejekan. Setelah lama waktu berlalu kita sudah di penghujung kelulusan dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Dan ketika menuju kelulusan dia menyatakan cinta kepada saya, dan saya berfikir itu hanya cinta monyet hanya untuk cinta-cintaan sebatas anak SMP saja, dan saya menolak. Ketika masuk SMA kamipun di pisahkan oleh sekolah yang berbeda, setiap hari saya selalu melihatnya lewat sekolah saya karna sekolahnya melewati sekolah saya. Dan tidak jarang saya di ejek teman saya karna sering merhatiin dia. Dan dia coba mendekati saya lagi, tapi saya menolak. Dan suatu hari saya melihat dia berboncengan dengan seorang gadis satu sekolah dengannya, dan saya merasa cemburu. Dan saya sadar bahwa kecemburuan saya tiada guna, karna saya yang telah menolaknya.
Tak terasa lama waktu berlalu kamipun merayakan kelulusan kami, dan kami merayakannya dengan jalan-jalan ketempat wisata bernama Ancol, yang sekarang terkenal dengan arung jeramnya. Dan tak di sangka dan tidak di duga kami bisa bertemu disana. Tapi aku tetap cuek dan jual mahal 😅😅😅 maklum cewek, tapi sebenernya saya ingin di ajakin jalan-jalan sih. Dan setelah pulang dari tempat wisata sayapun mendapat inbox di fb saya, karna waktu itu belum muncul yang namanya WA, “kau makin dewasa” isi inboxnya. Dan saya berbunga-bunga, ya Allah itu inbox pertamanya. Dan setelah tamat SMA kamipun tidak melanjutkan kuliah dan langsung bekerja, saya tetap bekerja di kota kelahiran saya dan dia pergi bekerja ke ACEH. Sebelum dia ke Aceh kami gak pernah inbox atau smsan, tapi sebelum dia pergi dia inbox saya “Gar jaga anak kita ya, aku pergi dulu”, itu panggilannya ketika kami SMP, karna itu boru saya. Waktu nerima pesan itu perasaan saya ya lucu tapi ya senang.
Dan lama waktu itu berlalu kami saling tidak menghubungi satu sama lain. Dan ketika bulan Juni datang saya teringat akan Ulang tahunnya, dan saya tidak punya nomor handphonenya. Putus sudah harapan saya, dan sayapun tidak memikirkan hal itu lagi. Ketika saya duduk di depan rumah di bawah bintang-bintang, sepupu saya datang bersama suaminya, dan suaminya itu adalah sepupu dari si pria yang saya lagi inginkan nomor handphonenya itu, dan sayapun akhirnya memberanikan diri untuk meminta nomor handphonenya. Dan mereka yang punya hanya nomor handphone abang kandungnya si Gian ini. Dan akhirnya sayapun menelpon abangnya dan minta nomor handphonenya si Gian. Dan akhirnya saya dapat nomornya, bahagia sekali, walaupun setelah saya telpon abangnya dan istrinya bertengkar gara-gara saya telpon malam-malam dikira selingkuhan abangnya, ahhaahaha..
Dan setelah dapat nomornya sayapun begadang malam karena besok ulang tahunnya, dan tepat tengah malam langsung saya SMS dia “Selamat Ulang Tahun ya, wish u all the best” hanya itu sms saya. Dan di balas “Terima kasih, ini siapa ya?” Dan saya jawab “ini Vie, apakah saya orang pertama yang ngucapi HBD ke kamu?” Dan jawabannya “terimakasih, kamu orang kedua yang mengucapkannya setelah pacar saya”. Hah? Beneran? Seriusan? Ya Allah, mewek, tapi lucu, sakit hati, terkejut, dan malu jadi 1. Dan setelah itu saya tidak pernah menghubunginya lagi, hahahahaa..
Dan saya mulai aktif lagi di dunia maya, dan setiap status saya pasti di commentnya, dan akhirnyapun kami sering chat dan bahkan telponan. Dan sampai akhirnya dia inbox saya “me ❤+ your ❤ = pelaminan” ya Allah bahagianya. Dan tidak beberapa lama ketika ulang tahun saya diapun melamar saya, dan ketika ulang tahun saya tahun depanpun kami resmi menikah. Dan ketika menikah dia mengatakan “di setiap do’aku selalu ku sebut namamu, ketika aku pertama kali jatuh cinta padamu, ku katakan pada diriku, bahwa cinta pertamaku akan menjadi cinta terakhirku juga, dan akhirnya menjadi kenyataan”. Dan sekarang pernikahan kami beranjak 4 tahun. Namun Allah masih belum menitipkan malaikat kecilnya kepada kami. Ketika beranjak di usia pernikahan yang ke 3 tahun sayapun hamil, akan tetapi tidak bertahan lama, karna janin tidak berkembang dan saya mengalami pendarahan dan akhirnya harus di kuret. Dan saya bersyukur karena suami saya selalu sabar merawat dan mendampingi saya sampai saat ini. Dan semoga kami segera di beri momongan dan hanya maut yang dapat memisahkan dan di pertemukan kembali kelak di syurganya, amin..

Ttd
Evi Y.S