MALAM YANG SINGKAT

happy anniversarry
Seperti biasa, pagi-pagi sekali aku sudah bangun untuk berangkat kerja. Ya, Sabtu kantor buka hingga jam 15:00. Aku sempatkan diri untuk membereskan rumah yang tidak menyita waktu banyak, sisanya nanti saja lah, toh aku pulang awal dari hari-hari sebelumnya.
Jam 7:25 aku berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor, dikarenakan hari Sabtu maka jalanan sangat sepi, dan sampai di kantor jam 8:07. Kerjaan hari ini begitu banyak hingga aku dibuat pusing sendiri, tapi semua pekerjaan yang kita lakukan harus di kerjakan dengan ikhlas. Waktu terus berputar, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:56, aku segera pulang untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang tertunda tadi pagi, dan siap-siap untuk malam mingguan bersama kekasihku
Jam 16:00 tepat aku baru jalan dari kantor menuju rumah, karena hari sudah sore, jalanan agak sedikit macet dengan kendaraan yang ingin pergi malam mingguan juga. Sampai di rumah jam 17:00, aku segera membereskan rumah dan langsung bergegas untuk mandi dan bersiap untuk malam mingguan. Selepas adzan Maghrib, kekasihku sudah ada di depan rumah ku, kami berbincang sebentar, selepas adzan isya kami jalan untuk bertemu dengan teman kami di daerah Kemayoran. Sesampainya disana, kami berkumpul dengan teman-teman kami, bercanda, mengobrol, dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2:00, dan aku pun bilang kepada teman-teman ku untuk segera pulang. Akhirnya kami pulang, aku dan kekasihku berpisah dengan teman-temanku karena rumah mereka berbeda jalur denganku dan kekasihku.
Jam 3:00 aku baru sampai di rumah, dan tiba-tiba kekasihku yang tadinya ceria, bahagia, tertawa dengan lepas, langsung diam dan tidak berbicara sepatah katapun denganku, aku bingung apa yang harus ku lakukan, fikiran negatif pun berdatangan ke otak ku, tapi aku buang jauh-jauh fikiran negatif itu, aku berfikir bahwa hanya lelah dan mengantuk saja, makanya diam. Lalu tiba-tiba dia buka jok motornya, ku lihat dia mengeluarkan plastik berwarna hitam, dan memberikan nya kepada ku, aku bertanya ini apa, dia hanya menyuruhku untuk membukanya. Akupun membuka plastik itu, ternyata kado! Aku terkejut, senang sekali dia memberikan kado untukku, terlebih hari itu adalah hari jadi kami yang ke 1 tahun. Akupun langsung membuka kado itu, dan ternyata isinya 1 baju berwarna biru muda dengan gambar hati setengah, di belakang bajunya tertulis ‘aku sayang juga Sayang Kamu’, sempat bingung, kenapa tulisan di belakang baju itu ‘Aku juga sayang kamu’? Melihat aku kebingungan, dia membuka jaket yang dia pakai sedari-tadi, bagian depan bergambar hati setengah seperti baju yang aku pegang, bagian belakang bertuliskan ‘Aku sayang Kamu’. Kaget bercampur senang aku melihatnya, langsung saja aku memeluknya dengan erat, dia membalas pelukanku dengan ciumannya mendarat di dahiku. Aku senang memiliki dia yang cuek saat bersama teman-temannya, tapi bisa romantis jika berdua
Aku sayang Kamu
Happy anniversary
By : tiadinp

Sejauh Apapun Melangkah Jodoh Pasti Bertemu

lomba

Semua berawal ketika kita memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama. Awalnya aku tidak sekelas dengannya, dan karna ada kesalahan informasi, akhirnya dia di tukar ke kelas saya, karna nama mereka yang sama. Disini saya sekarang berumur 23 thn, nama Vie(nama samaran) dan saya menjadi Ibu Rumah Tangga sekarang, dan suami saya Gian(nama samaran) berumur 24 thn dan bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Kita seperti siswi-siswi SMP biasa, bermain, bercanda, dan kadang-kadang berantem dan ejek-ejekan. Setelah lama waktu berlalu kita sudah di penghujung kelulusan dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Dan ketika menuju kelulusan dia menyatakan cinta kepada saya, dan saya berfikir itu hanya cinta monyet hanya untuk cinta-cintaan sebatas anak SMP saja, dan saya menolak. Ketika masuk SMA kamipun di pisahkan oleh sekolah yang berbeda, setiap hari saya selalu melihatnya lewat sekolah saya karna sekolahnya melewati sekolah saya. Dan tidak jarang saya di ejek teman saya karna sering merhatiin dia. Dan dia coba mendekati saya lagi, tapi saya menolak. Dan suatu hari saya melihat dia berboncengan dengan seorang gadis satu sekolah dengannya, dan saya merasa cemburu. Dan saya sadar bahwa kecemburuan saya tiada guna, karna saya yang telah menolaknya.
Tak terasa lama waktu berlalu kamipun merayakan kelulusan kami, dan kami merayakannya dengan jalan-jalan ketempat wisata bernama Ancol, yang sekarang terkenal dengan arung jeramnya. Dan tak di sangka dan tidak di duga kami bisa bertemu disana. Tapi aku tetap cuek dan jual mahal 😅😅😅 maklum cewek, tapi sebenernya saya ingin di ajakin jalan-jalan sih. Dan setelah pulang dari tempat wisata sayapun mendapat inbox di fb saya, karna waktu itu belum muncul yang namanya WA, “kau makin dewasa” isi inboxnya. Dan saya berbunga-bunga, ya Allah itu inbox pertamanya. Dan setelah tamat SMA kamipun tidak melanjutkan kuliah dan langsung bekerja, saya tetap bekerja di kota kelahiran saya dan dia pergi bekerja ke ACEH. Sebelum dia ke Aceh kami gak pernah inbox atau smsan, tapi sebelum dia pergi dia inbox saya “Gar jaga anak kita ya, aku pergi dulu”, itu panggilannya ketika kami SMP, karna itu boru saya. Waktu nerima pesan itu perasaan saya ya lucu tapi ya senang.
Dan lama waktu itu berlalu kami saling tidak menghubungi satu sama lain. Dan ketika bulan Juni datang saya teringat akan Ulang tahunnya, dan saya tidak punya nomor handphonenya. Putus sudah harapan saya, dan sayapun tidak memikirkan hal itu lagi. Ketika saya duduk di depan rumah di bawah bintang-bintang, sepupu saya datang bersama suaminya, dan suaminya itu adalah sepupu dari si pria yang saya lagi inginkan nomor handphonenya itu, dan sayapun akhirnya memberanikan diri untuk meminta nomor handphonenya. Dan mereka yang punya hanya nomor handphone abang kandungnya si Gian ini. Dan akhirnya sayapun menelpon abangnya dan minta nomor handphonenya si Gian. Dan akhirnya saya dapat nomornya, bahagia sekali, walaupun setelah saya telpon abangnya dan istrinya bertengkar gara-gara saya telpon malam-malam dikira selingkuhan abangnya, ahhaahaha..
Dan setelah dapat nomornya sayapun begadang malam karena besok ulang tahunnya, dan tepat tengah malam langsung saya SMS dia “Selamat Ulang Tahun ya, wish u all the best” hanya itu sms saya. Dan di balas “Terima kasih, ini siapa ya?” Dan saya jawab “ini Vie, apakah saya orang pertama yang ngucapi HBD ke kamu?” Dan jawabannya “terimakasih, kamu orang kedua yang mengucapkannya setelah pacar saya”. Hah? Beneran? Seriusan? Ya Allah, mewek, tapi lucu, sakit hati, terkejut, dan malu jadi 1. Dan setelah itu saya tidak pernah menghubunginya lagi, hahahahaa..
Dan saya mulai aktif lagi di dunia maya, dan setiap status saya pasti di commentnya, dan akhirnyapun kami sering chat dan bahkan telponan. Dan sampai akhirnya dia inbox saya “me ❤+ your ❤ = pelaminan” ya Allah bahagianya. Dan tidak beberapa lama ketika ulang tahun saya diapun melamar saya, dan ketika ulang tahun saya tahun depanpun kami resmi menikah. Dan ketika menikah dia mengatakan “di setiap do’aku selalu ku sebut namamu, ketika aku pertama kali jatuh cinta padamu, ku katakan pada diriku, bahwa cinta pertamaku akan menjadi cinta terakhirku juga, dan akhirnya menjadi kenyataan”. Dan sekarang pernikahan kami beranjak 4 tahun. Namun Allah masih belum menitipkan malaikat kecilnya kepada kami. Ketika beranjak di usia pernikahan yang ke 3 tahun sayapun hamil, akan tetapi tidak bertahan lama, karna janin tidak berkembang dan saya mengalami pendarahan dan akhirnya harus di kuret. Dan saya bersyukur karena suami saya selalu sabar merawat dan mendampingi saya sampai saat ini. Dan semoga kami segera di beri momongan dan hanya maut yang dapat memisahkan dan di pertemukan kembali kelak di syurganya, amin..

Ttd
Evi Y.S

TAK COUPLE TAK LOVE

cerita romantis

Minggu pagi ini terlihat ramai sekali, terlebih lagi pasar swalayan yang ku datangi ini memang selalu ramai di minggu pagi. Nama ku Asya. Pagi ini aku ingin membeli beberapa benang untuk baju buatan ku. Baju itu kurencanakan untuk hadiah ulang tahun Fazri, kekasih ku. Baju itu sengaja ku buat couple agar terlihat lebih romance dan lebih kompak satu sama lain. Ngomong ngomong soal Fazri, dia adalah kekasih ku sejak dua tahun yang lalu ketika aku duduk di kelas 11 SMA. Bisa di bilang pertemuan ku dengan Fazri adalah pertemuan yang tak biasa. Karena saat itu terjadi konflik tawuran antara sekolah ku dengan sekolah Fazri. Aku sama sekali tidak ingin terlibat, tapi sial nya konflik itu terjadi tepat ketika aku sedang berada di lokasi tempat penyerangan. Karena perasaan ku yang kaget akibat serangan tiba-tiba itu, langsung saja ku sembunyi di gedung kosong yang menjadi tempat sarang burung wallet. Kalau bukan karena situasi yang mendesak, aku tak akan mau sembunyi disana, aku takut. Aku benci mereka, mengapa harus dengan cara kampungan seperti ini hanya untuk menyelesaikan masalah yang menurutku sepele. Rasa takut ku makin bertambah saja saat ku dengar suara jejak kaki seperti datang ke arah ku. Langsung saja kuambil batang kayu dan ku sembunyi di balik pintu. Dan saat orang itu datang. Ahh!! Teriaknya kesakitan. Orang itu berlumur darah dengan seragam sekolah nya. Ternyata, dia adalah siswa sekolah yang sedang tawuran dengan ku. Dia terlihat sangat kesakitan sampai aku tak tega melihat nya. Ku hampiri dia dan langsung ku keluarkan sapu tangan dan antiseptik yang selalu kubawa kemana mana. Dia pun terkaget melihat ada seseorang selain diri nya di dalam gedung wallet itu.

            “Gua pikir lo salah satu dari mereka. Tapi ternyata bukan” kalimat pertama yang dia ucapkan saat aku mengusap wajah nya yng penuh darah

            “Darimana lo tahu kalau gue bukan salah satu dari mereka?” tanya ku

            “Ya masa ada musuh yang ngebantu lawan nya sendiri”

            “Kalau gue ternyata salah satu dari mereka gimana?”

            “Gak mungkin lah cewek cantik kaya lo ikutan jadi brandal kaya mereka”

            Astaga. Apa dia baru saja menggombal. Menyebalkan tapi menyenangkan. Itulah awal pertama aku berjumpa dengan Fazri. Dia memang bukan laki hebat seperti yang lain. Dia hanya laki-laki biasa. Tapi celaka nya sejak pertama ku bertemu dengan nya, rasa nya ada sesuatu dalam diri nya yang membuat ku tertarik. Terutama karena sifat humoris dan ketengilan nya itu.

            Akhirnya, setelah dua minggu ku buat baju couple ini selesai juga. Tak sabar rasanya ingin ku berikan kepada Fazri. Yah meskipun ulang tahun nya dua hari lagi tapi rasa nya seperti dua tahun saja. Menunggu memang bukan lah hal yang menyenangkan untuk dijalani. Kringggg… ah handphone ku berbunyi,  dan tentu ini telpon dari Fazri. Langsung saja kuletakkan box kado itu diatas tumpukan pesanan baju butik ku. Aku senang hari ini dia mengabri ku. Karena beberapa hari ini, dia sibuk dengan tugas tugas kuliah nya. Aku pun sibuk dengan pesanan pesanan orang di butik. Rindu. Setelah lama berbincang sampai tak sadar kalau sudah sore. Ku bergegas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, setelah itu baru ku mandi.

            Malam ini aku terus teringat dengan Fazri. Mungkin masih terbawa suasana telepon tadi. Langsung saja ku hampiri kado yang akan ku berikan pada nya. Tapi ku cari tidak ada. Ya ampun, ku cari kesana sini tetap tidak ada. Lalu kutanya Bi Asih apa dia melihat box berwarna biru. Tapi dia bilang semua box sudah dibawa Kang Asep untuk dikirim. Apa! Jangan jangan box ku terbawa juga!  Ahh itu dia Kang Asep sudah pulang. Langsung ku tanyai kang asep dimana box ku. Betapa lemas nya aku ketika tahu kalau box itu sudah tercampur dan sudah selesai dikirim. Apa harus ku buat baju yang baru? Tapi tidak mungkin bisa ku selesaikan dua baju dalam dua hari. Tanpa pikir panjang, mau tidak mau, aku akan susul dan kucari ada dimana baju itu. Keesokan pagi, aku langsung berangkat menuju rumah rumah yang memesan baju padaku. Tapi sampai sore begini, tidak ada satu rumah pun yang menerima box itu. Dan sial nya lagi, seseorang menabrak ku hingga catatan nama orang orang yang memesan baju ku itu tercebur di selokan. Aku tak tahu lagi harus mencari dimana? Tapi, aku gak boleh putus asa. Aku masih ingat beberapa rumah yang belum kudatangi. Hari mulai malam. Ku putuskan untuk mencari box itu besok.

            Selasa pagi. Ya ampun. Nanti malam adalah hari ulang tahun Fazri. Apa yang harus ku lakukan? Langsung ke bergegas ke kamar mandi dan segera pergi untuk mencari box spesial itu. Tapi hari ini aku juga belum mendapat kan box itu. Aku merasa kecewa sekali. Baju yang sudah berminggu-minggu kubuat dengan pebuh cinta hilang begitu saja karena kelalaian ku sendiri. Bagaimana ini? Hari sudah gelap. Bahkan azan maghrib pun sudah berkumandang. Apa yang harus kuberikan pada Fazri? Semangat Asya! Kamu pasti bisa menemukannya! Tapi hari semakin malam. Fazri trus menelpon ku. Jam sudah menunjukan pukul 21.00. mungkin acara nya sudah hampir selesai. Maafkan aku Fazri mengabaikan telpon mu. Akhirnya dengan lenggang tangan ku putuskan untuk pergi ke acara ulang tahun Fazri dengan taxi. Ku telpon Kang Asep untuk langsung saja ke rumah Fazri agar nanti ketemu disana saja untuk mengantar ku pulang

            “Akhirnya, yang di tunggu tunggu datang juga” ucap teman teman Fazri

            “ Loh kamu kenapa? Kok kusut gitu? Keliatan capek lagi? Kenapa Kang Asep dateng duluan?” tanya Fazri khawatir

            “Maaf ya aku ga bisa kasih apa apa buat kamu. Padahal aku udah  buat sesuatu yang spesial buat kamu. Tapi ga sengaja hilang. Udah dua hari ini aku cari keliling keliling. Tapi tetep ga ada” jawabku lesu

            “Gak apa apa kok. Kamu udah dateng aja aku udah seneng”

            “Coba aja box baju itu gak hilang”

            “Maksud kamu box biru yang isi nya baju couple itu?” tangan nya menunjuk kesalah satu tumpukan kado

            “Hah? Itu kan box ku! Itu kado aku untuk kamu. Kamu dapet dari mana?”

            “Kan Kang Asep yang ngasih kemaren”

            “Apa? Akang yang ngasih?” tanya ku heran kepada Kang asep

            “Abis nya alamat nya buat den Fazri. Ya saya anter non kesini” jawab kang Asep

            “Akang kenapa gak bilang? Aku tuh udah cape kasana kemari cari box ini tau”

            “Tadi pagi saya mau bilang ke non Asya, tapi non buru buru pergi”

            Ya ampun, akhir nya ketemu juga baju couple ku. Meskipun agak kesal dengan Kang Asep, tapi gak apa apa deh. Yang penting, baju itu udah ada di Fazri.

By :  Caroline Noer Asy’ary

CINTA SEHANGAT SWEATER

cinta baju couple

Deras hujan bulan Desember membasahi sepanjang jalan. Ku lihat beberapa orang juga ikut berteduh di gubuk kosong bekas toko lama. Semua nya adalah pengendara roda dua. Mereka membawa keluarga, teman, ada juga yang hanya sendiri sambil membawa barang dagangan nya. Mereka semua terlihat merungkuk kedinginan. Lain denganku, karena dengan sweater hangat yang ku kenakan ini, aku merasa hangat. Meskipun agak dingin sedikit, hingga aku memasukan tangan ku ke kantung celana agar lebih hangat. Hujan, peristiwa yang mengandung banyak arti bagi orang orang. Bagi ku juga. Bagi ku, hujan tidak sekedar hanya tetesan air yang jatuh ke bumi, atau hanya aliran air yang jatuh dari langit. Hujan bulan Desember ini rasa nya seperti membawa ku ikut mengalir dalam deras nya kenangan. Kenangan indah bersama seseorang. Yang dengan nya hari ku selalu penuh tawa, yang karena nya hari ku selalu terganggu dengan rindu rindu. Rindu akan hangat kehadiran nya di sisi ku. Seperti hangat nya sweater yang ku gunakan ini. Hujan dan sweater. Dua hal yang dulu pernah menjadi bagian penting dalam memori hidup.

            Saat itu, tepat nya satu tahun yang lalu. Ketika aku datang ke Shirt Goal’s, salah satu toko baju ternama, terbesar, dan termodis bagi kalangan remaja seusia ku. Saat itu tepat hari terakhir ujian semester ganjil di kelas 11. Aku dan teman teman ku memutuskan untuk pergi berbelanja ke Shirt Goal’s untuk merayakan selesai nya kepeningan yang kami rasa setelah satu minggu mengikuti ujian. Awal rencana, aku ingin membeli sebuah jaket karena musim hujan sudah akrab menyapa. Tapi seperti nya, aku sudah memiliki banyak sekali jaket yang terjejer di lemari gantung. Baru saja hendak ku berbalik arah dari kumpulan blok jaket jaket di pojok toko. Namun, mata ku tertarik melihat sepasang sweater unik di pojok blok. Tapi sepertinya sweater itu di peruntukkan kepada pasangan atau yang biasa di sebut “couple”. Kutanya penjaga toko itu, apa aku bisa membeli salah satu nya saja. Karena kulihat model nya yang belum ku punya, dan terlebih lagi warna nya biru muda. Akhirnya, mereka membiarkan aku membeli nya walau hanya setengah potong.

            “Padahal kalau mbak beli sepasang bisa dapet diskon loh! Ajak aja pacar nya, mbak”. Tawar penjaga kasir

            Langsung saja ku bergegas pergi meuju teman teman ku di parkiran karena takut ketahuan kalau aku ini JOMBLO. Hehe.. bagi ku itu tidak masalah. Setelah selesai, kami pun pulang membawa belanjaan masing masing. Akhirnya, bisa istirahat juga. Tak sabar aku tuk memakai sweater ini besok untuk jalan bersama Rina dan Karin.

            Minggu pagi yang mendung. Cocok sekali untuk aku memakai sweater ini. Tapi kuharap, mendung biarlah mendung asal jangan sampai hujan. Kalau tidak, bisa batal rencana ku jalan dengan Rani dan Karin. Ku tunggu mereka di bawah pohon kamboja besar di taman Jl. Asoka. Sudah pukul 10.00 tapi mereka belum datang juga. Padahal langit sudah semakin hitam saja. Ku buka handphone dan ku lihat notif masuk. Pesan dari Rani! Uh, tidak jadi pergi? Kenapa tiba tiba sekali? Padahal aku sudah menunggu selama ini. Kesal! Dengan ajah tertekuk ku beli saja bajigur hangat yang lewat di taman. Mungkin bisa menenangkan rasa kesal ku ini. Ku balik ke tempat duduk di bawah pohon kamboja besar tadi. Tapi ketika ku membalikan badan. Awww!!! Seseorang menabrak ku dan menumpahkan bajigur yang ku bawa hingga tangan ku terasa panas. Siapa orang yang tiba tiba menabrak ku ini. Membuat hari ku semakin sial saja.

            “Maaf, maaf! Gua ga sengaja. Lagian lo balik badan nya tiba tiba sih” ucap nya.

            What! Dia bilang aku balik badan dengan tiba tiba? Jelas jelas dia yang menabrak ku dengan tiba tiba. Di tambah lagi, ya ampun! Sweater yang dia pakai sama seperti yang aku pakai. Persis seperti pasangan dari sweater ini yang kemarin ku beli di toko. Selama hidup, aku gak pernah suka di samakan oleh siapa pun. Camkan itu!

            “Lepas sweater itu!” perintahku. “cepat lepas!”

sweater couple

            “Apa? Lo udah gila ya? Masa gua buka bukaan disini. Disana aja yuk, lebih sepi” jawab nya dengan santai

            Dasar menyebalkan! Kami terus bertengkar mempermasalahkan sweater ini. Sweater dengan arah panah ke kanan dan ke kiri dengan bertuliskan masing masing “That’s my girl” dan “That’s my boy”. Sampai akhir nya penjual bajigur itu bilang

            “Neng, bajigur nya mau diganti? Apa sekalian juga mau dibikinin buat pacar nya?”

            “Dia bukan pacar saya!!!” kami teriak berbarengan

            “Loh, bukan pacar tapi ko mesra gitu? Ade kakak an ya? Atau terjebak friendzone? Atau TTM? Atau…atau … atau….” oceh tukang bajigur

            Langsung saja ku pergi meninggalkan mereka. Hari ini benar benar Bad Day. Keesokan harinya saat upacara bendera, kulihat orang menyebalkan itu berdiri di depan lapangan. Hmm. Kukira dia dihukum karena sifat nya yang tengil. Tapi teernyata, dia adalah calon ketua OSIS periode berikutnya? Apa aku gak salah liat? Ga mungkin si tengil itu jadi ketua OSIS kan? Sudah pasti kalah lah. Aku yakin. Lihat saja nanti. Pasti kalah. Pasti kalah… sepulang sekolah sengaja aku mampir keruangan OSIS untuk melihat hasil suara pemiilihan. Dan, hasilnya si tengil itu menang! What! Bagaimana bisa? Sejenak kulihat banyak sekali foto foto dan piala piala penghargaan atas nama dirinya. Apa aku sudah salah menilai si tengil itu ya?

            “Ngapain lo ngeliatin foto gua kaya gitu? Naksir? Lo pasti nyesel ya udah marah marahin gua kemarin?” lagi lagi dia datang dengan tiba tiba

            “Hah? Eng.. engga kok engga, itu tadi aku mau ini, anu..” duhh jadi salting kan gara gara salah judge orang. Semoga muka aku ga merah

            “Gua Ardhan” dia menjulurkan tangan nya “ kalo lo?

            “Namaku Nina” aku membalas jabatan tangan nya

            “Oh.. Nina. Sering ngantuk ya?”

            “Maksudnya?”

            “Nina bobo.. ohh nina bobo.. kalau tidak bobo digigit Ardhan”

            “Hahaha, emang nya kamu suka gigit”

            “Hmm, engga sih. Tapi kalau kamu suka bisa aku jadiin hobi”

            “Hobi gigitin orang?”

            “Hobi gigitin Nina”

            “Hahaha.. bisa aja”

            Itulah percakapan akrab aku yang pertama kali dengan Ardhan. Ardhan, si tengil yang gak sengaja sweater nya couple dengan ku. Semenjak itu, aku mulai dengan Ardhan. Aku tak tahu mengapa, tapi kehadiran Ardhan membawa hari hari ku menjadi penuh tawa. Sifat nya yang humoris namun tetap dewasa membuat aku merasa nyaman di dekat nya. Sampai saat ini dia…

            “Nih, bajigur nya” tiba tiba Ardhan mengacaukan khayalan indah ku

            “Makasih buat bajigur dan buat pengacau khayalan” jawabku

            “Khayalan? Hujan kaya gini ga boleh banyak ngelamun, entar kesambet!”

            “Enak aja, biari kali. Lagian lama banget sih Cuma beli bajigur doang”

            “Iya maaf, abis ngobrol sama tukang bajigur. Kata nya dia mau ganti bajigur yang waktu itu tumpah”

            “Serius? Itu kan udah lama banget udah satu tahun yang lalu”

            “Ya, waktu itu kita sama sama pakai sweater ini. Bedanya dulu pacar dugaan, tapi sekarang…”

            “Sekarang apa?” tanya ku menggoda nya

            “ Now, you are my girl, you are my special little girl”

            Setahun sudah kujalani hubungan dengan Ardhan. Dan semoga tak sampai tahunan saja. Aku akan mencintai nya sampai keturunan ku yang ke tujuh memiliki tujuh turunan yang mempunyai tujun turunan.

By :  Caroline Noer Asy’ary