Cerita Baju Coupleku

baju couple

Cinta?

Romantis ?  

Bahagia ?

Kamu ?

Cinta adalah kamu , kamu yang selalu memberi kejutan selalu bisa membuat semua momen itu indah dan selalu penuh bahagia. Bersamamu aku mengenal sebuah ketulusan dan kesederhanaan. Bisa mengatasi cibiran dari orang lain dan bisa melewati seribu malam yang hambar. Aku ingin berterimakasih, terimakasih atas candi Boko terimakasih balon biru terimakasih sever quen terimakasih bakso idola terimakasih gopro terimakasij Jogja terimakasih telah memilih aku menerima baju putih yang sama dengan milikmu dan  terakhir terimakasih momen indah yang telah kamu siapkan buat aku meskipun sederhanan ini pertama yang aku terima dalam hidupku.

Disaat hujan itu turun kamu memberikan sebuah bingkisan kecil yang dengan kertas kado yang warna biru dan kamu ucapkan maaf ya aku baru bisa ngasih ini dan maaf hanya warna putih dan tanpa design tapi aku harap kamu ngerti maksudku “ucapnya begitu” Baju putih ini menjadi janji kamu, janji yang pernah kamu sampaikan bahwa suatu saat nanti dari sebuah kaos putih polos akan berubah baju putih panjang dengan tambahan manik mutiara pink dan bunga kecil di bagian leher dengan tambahan riasan muka tatanan rambut dan baju polos putih yang akan berganti menjadi jas putih celana putih (tapi tetep pakek sneakers putih hehehe). Dan setiap aku ingat akan kata-katamu itu selalu ku ucapkan aamiin yarabb.

Sudah 2 tahun ini kamu yang masih tetap mau nemenin aku buat menikmati sunset di bukit paralayang kamu yang masih mau nemenin aku buat makan mau buat ndengerin cerita yang panjang x lebar dari aku yang masih seneng ngeliat senyumku yang selalu mau buat debat dan selalu mau nanganin sifat anak kecil ini.  Aku berharap hubungan pacaran ini tidak hanya berlangsung lama lalu putus tapi aku ingin janji atas baju putih itu jadi ending kita. Jadilah orang yang menanyakan ke ayah buat marry your daughter dan kamu juga yang menyanyikannya. Baju putih yang sama-sama kita miliki ini harus kita jadikan cerita buat history.

 

by : Fitri Kristiani

MALAM YANG SINGKAT

happy anniversarry
Seperti biasa, pagi-pagi sekali aku sudah bangun untuk berangkat kerja. Ya, Sabtu kantor buka hingga jam 15:00. Aku sempatkan diri untuk membereskan rumah yang tidak menyita waktu banyak, sisanya nanti saja lah, toh aku pulang awal dari hari-hari sebelumnya.
Jam 7:25 aku berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor, dikarenakan hari Sabtu maka jalanan sangat sepi, dan sampai di kantor jam 8:07. Kerjaan hari ini begitu banyak hingga aku dibuat pusing sendiri, tapi semua pekerjaan yang kita lakukan harus di kerjakan dengan ikhlas. Waktu terus berputar, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:56, aku segera pulang untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang tertunda tadi pagi, dan siap-siap untuk malam mingguan bersama kekasihku
Jam 16:00 tepat aku baru jalan dari kantor menuju rumah, karena hari sudah sore, jalanan agak sedikit macet dengan kendaraan yang ingin pergi malam mingguan juga. Sampai di rumah jam 17:00, aku segera membereskan rumah dan langsung bergegas untuk mandi dan bersiap untuk malam mingguan. Selepas adzan Maghrib, kekasihku sudah ada di depan rumah ku, kami berbincang sebentar, selepas adzan isya kami jalan untuk bertemu dengan teman kami di daerah Kemayoran. Sesampainya disana, kami berkumpul dengan teman-teman kami, bercanda, mengobrol, dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2:00, dan aku pun bilang kepada teman-teman ku untuk segera pulang. Akhirnya kami pulang, aku dan kekasihku berpisah dengan teman-temanku karena rumah mereka berbeda jalur denganku dan kekasihku.
Jam 3:00 aku baru sampai di rumah, dan tiba-tiba kekasihku yang tadinya ceria, bahagia, tertawa dengan lepas, langsung diam dan tidak berbicara sepatah katapun denganku, aku bingung apa yang harus ku lakukan, fikiran negatif pun berdatangan ke otak ku, tapi aku buang jauh-jauh fikiran negatif itu, aku berfikir bahwa hanya lelah dan mengantuk saja, makanya diam. Lalu tiba-tiba dia buka jok motornya, ku lihat dia mengeluarkan plastik berwarna hitam, dan memberikan nya kepada ku, aku bertanya ini apa, dia hanya menyuruhku untuk membukanya. Akupun membuka plastik itu, ternyata kado! Aku terkejut, senang sekali dia memberikan kado untukku, terlebih hari itu adalah hari jadi kami yang ke 1 tahun. Akupun langsung membuka kado itu, dan ternyata isinya 1 baju berwarna biru muda dengan gambar hati setengah, di belakang bajunya tertulis ‘aku sayang juga Sayang Kamu’, sempat bingung, kenapa tulisan di belakang baju itu ‘Aku juga sayang kamu’? Melihat aku kebingungan, dia membuka jaket yang dia pakai sedari-tadi, bagian depan bergambar hati setengah seperti baju yang aku pegang, bagian belakang bertuliskan ‘Aku sayang Kamu’. Kaget bercampur senang aku melihatnya, langsung saja aku memeluknya dengan erat, dia membalas pelukanku dengan ciumannya mendarat di dahiku. Aku senang memiliki dia yang cuek saat bersama teman-temannya, tapi bisa romantis jika berdua
Aku sayang Kamu
Happy anniversary
By : tiadinp

Sejauh Apapun Melangkah Jodoh Pasti Bertemu

lomba

Semua berawal ketika kita memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama. Awalnya aku tidak sekelas dengannya, dan karna ada kesalahan informasi, akhirnya dia di tukar ke kelas saya, karna nama mereka yang sama. Disini saya sekarang berumur 23 thn, nama Vie(nama samaran) dan saya menjadi Ibu Rumah Tangga sekarang, dan suami saya Gian(nama samaran) berumur 24 thn dan bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Kita seperti siswi-siswi SMP biasa, bermain, bercanda, dan kadang-kadang berantem dan ejek-ejekan. Setelah lama waktu berlalu kita sudah di penghujung kelulusan dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Dan ketika menuju kelulusan dia menyatakan cinta kepada saya, dan saya berfikir itu hanya cinta monyet hanya untuk cinta-cintaan sebatas anak SMP saja, dan saya menolak. Ketika masuk SMA kamipun di pisahkan oleh sekolah yang berbeda, setiap hari saya selalu melihatnya lewat sekolah saya karna sekolahnya melewati sekolah saya. Dan tidak jarang saya di ejek teman saya karna sering merhatiin dia. Dan dia coba mendekati saya lagi, tapi saya menolak. Dan suatu hari saya melihat dia berboncengan dengan seorang gadis satu sekolah dengannya, dan saya merasa cemburu. Dan saya sadar bahwa kecemburuan saya tiada guna, karna saya yang telah menolaknya.
Tak terasa lama waktu berlalu kamipun merayakan kelulusan kami, dan kami merayakannya dengan jalan-jalan ketempat wisata bernama Ancol, yang sekarang terkenal dengan arung jeramnya. Dan tak di sangka dan tidak di duga kami bisa bertemu disana. Tapi aku tetap cuek dan jual mahal 😅😅😅 maklum cewek, tapi sebenernya saya ingin di ajakin jalan-jalan sih. Dan setelah pulang dari tempat wisata sayapun mendapat inbox di fb saya, karna waktu itu belum muncul yang namanya WA, “kau makin dewasa” isi inboxnya. Dan saya berbunga-bunga, ya Allah itu inbox pertamanya. Dan setelah tamat SMA kamipun tidak melanjutkan kuliah dan langsung bekerja, saya tetap bekerja di kota kelahiran saya dan dia pergi bekerja ke ACEH. Sebelum dia ke Aceh kami gak pernah inbox atau smsan, tapi sebelum dia pergi dia inbox saya “Gar jaga anak kita ya, aku pergi dulu”, itu panggilannya ketika kami SMP, karna itu boru saya. Waktu nerima pesan itu perasaan saya ya lucu tapi ya senang.
Dan lama waktu itu berlalu kami saling tidak menghubungi satu sama lain. Dan ketika bulan Juni datang saya teringat akan Ulang tahunnya, dan saya tidak punya nomor handphonenya. Putus sudah harapan saya, dan sayapun tidak memikirkan hal itu lagi. Ketika saya duduk di depan rumah di bawah bintang-bintang, sepupu saya datang bersama suaminya, dan suaminya itu adalah sepupu dari si pria yang saya lagi inginkan nomor handphonenya itu, dan sayapun akhirnya memberanikan diri untuk meminta nomor handphonenya. Dan mereka yang punya hanya nomor handphone abang kandungnya si Gian ini. Dan akhirnya sayapun menelpon abangnya dan minta nomor handphonenya si Gian. Dan akhirnya saya dapat nomornya, bahagia sekali, walaupun setelah saya telpon abangnya dan istrinya bertengkar gara-gara saya telpon malam-malam dikira selingkuhan abangnya, ahhaahaha..
Dan setelah dapat nomornya sayapun begadang malam karena besok ulang tahunnya, dan tepat tengah malam langsung saya SMS dia “Selamat Ulang Tahun ya, wish u all the best” hanya itu sms saya. Dan di balas “Terima kasih, ini siapa ya?” Dan saya jawab “ini Vie, apakah saya orang pertama yang ngucapi HBD ke kamu?” Dan jawabannya “terimakasih, kamu orang kedua yang mengucapkannya setelah pacar saya”. Hah? Beneran? Seriusan? Ya Allah, mewek, tapi lucu, sakit hati, terkejut, dan malu jadi 1. Dan setelah itu saya tidak pernah menghubunginya lagi, hahahahaa..
Dan saya mulai aktif lagi di dunia maya, dan setiap status saya pasti di commentnya, dan akhirnyapun kami sering chat dan bahkan telponan. Dan sampai akhirnya dia inbox saya “me ❤+ your ❤ = pelaminan” ya Allah bahagianya. Dan tidak beberapa lama ketika ulang tahun saya diapun melamar saya, dan ketika ulang tahun saya tahun depanpun kami resmi menikah. Dan ketika menikah dia mengatakan “di setiap do’aku selalu ku sebut namamu, ketika aku pertama kali jatuh cinta padamu, ku katakan pada diriku, bahwa cinta pertamaku akan menjadi cinta terakhirku juga, dan akhirnya menjadi kenyataan”. Dan sekarang pernikahan kami beranjak 4 tahun. Namun Allah masih belum menitipkan malaikat kecilnya kepada kami. Ketika beranjak di usia pernikahan yang ke 3 tahun sayapun hamil, akan tetapi tidak bertahan lama, karna janin tidak berkembang dan saya mengalami pendarahan dan akhirnya harus di kuret. Dan saya bersyukur karena suami saya selalu sabar merawat dan mendampingi saya sampai saat ini. Dan semoga kami segera di beri momongan dan hanya maut yang dapat memisahkan dan di pertemukan kembali kelak di syurganya, amin..

Ttd
Evi Y.S

TAK COUPLE TAK LOVE

cerita romantis

Minggu pagi ini terlihat ramai sekali, terlebih lagi pasar swalayan yang ku datangi ini memang selalu ramai di minggu pagi. Nama ku Asya. Pagi ini aku ingin membeli beberapa benang untuk baju buatan ku. Baju itu kurencanakan untuk hadiah ulang tahun Fazri, kekasih ku. Baju itu sengaja ku buat couple agar terlihat lebih romance dan lebih kompak satu sama lain. Ngomong ngomong soal Fazri, dia adalah kekasih ku sejak dua tahun yang lalu ketika aku duduk di kelas 11 SMA. Bisa di bilang pertemuan ku dengan Fazri adalah pertemuan yang tak biasa. Karena saat itu terjadi konflik tawuran antara sekolah ku dengan sekolah Fazri. Aku sama sekali tidak ingin terlibat, tapi sial nya konflik itu terjadi tepat ketika aku sedang berada di lokasi tempat penyerangan. Karena perasaan ku yang kaget akibat serangan tiba-tiba itu, langsung saja ku sembunyi di gedung kosong yang menjadi tempat sarang burung wallet. Kalau bukan karena situasi yang mendesak, aku tak akan mau sembunyi disana, aku takut. Aku benci mereka, mengapa harus dengan cara kampungan seperti ini hanya untuk menyelesaikan masalah yang menurutku sepele. Rasa takut ku makin bertambah saja saat ku dengar suara jejak kaki seperti datang ke arah ku. Langsung saja kuambil batang kayu dan ku sembunyi di balik pintu. Dan saat orang itu datang. Ahh!! Teriaknya kesakitan. Orang itu berlumur darah dengan seragam sekolah nya. Ternyata, dia adalah siswa sekolah yang sedang tawuran dengan ku. Dia terlihat sangat kesakitan sampai aku tak tega melihat nya. Ku hampiri dia dan langsung ku keluarkan sapu tangan dan antiseptik yang selalu kubawa kemana mana. Dia pun terkaget melihat ada seseorang selain diri nya di dalam gedung wallet itu.

            “Gua pikir lo salah satu dari mereka. Tapi ternyata bukan” kalimat pertama yang dia ucapkan saat aku mengusap wajah nya yng penuh darah

            “Darimana lo tahu kalau gue bukan salah satu dari mereka?” tanya ku

            “Ya masa ada musuh yang ngebantu lawan nya sendiri”

            “Kalau gue ternyata salah satu dari mereka gimana?”

            “Gak mungkin lah cewek cantik kaya lo ikutan jadi brandal kaya mereka”

            Astaga. Apa dia baru saja menggombal. Menyebalkan tapi menyenangkan. Itulah awal pertama aku berjumpa dengan Fazri. Dia memang bukan laki hebat seperti yang lain. Dia hanya laki-laki biasa. Tapi celaka nya sejak pertama ku bertemu dengan nya, rasa nya ada sesuatu dalam diri nya yang membuat ku tertarik. Terutama karena sifat humoris dan ketengilan nya itu.

            Akhirnya, setelah dua minggu ku buat baju couple ini selesai juga. Tak sabar rasanya ingin ku berikan kepada Fazri. Yah meskipun ulang tahun nya dua hari lagi tapi rasa nya seperti dua tahun saja. Menunggu memang bukan lah hal yang menyenangkan untuk dijalani. Kringggg… ah handphone ku berbunyi,  dan tentu ini telpon dari Fazri. Langsung saja kuletakkan box kado itu diatas tumpukan pesanan baju butik ku. Aku senang hari ini dia mengabri ku. Karena beberapa hari ini, dia sibuk dengan tugas tugas kuliah nya. Aku pun sibuk dengan pesanan pesanan orang di butik. Rindu. Setelah lama berbincang sampai tak sadar kalau sudah sore. Ku bergegas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, setelah itu baru ku mandi.

            Malam ini aku terus teringat dengan Fazri. Mungkin masih terbawa suasana telepon tadi. Langsung saja ku hampiri kado yang akan ku berikan pada nya. Tapi ku cari tidak ada. Ya ampun, ku cari kesana sini tetap tidak ada. Lalu kutanya Bi Asih apa dia melihat box berwarna biru. Tapi dia bilang semua box sudah dibawa Kang Asep untuk dikirim. Apa! Jangan jangan box ku terbawa juga!  Ahh itu dia Kang Asep sudah pulang. Langsung ku tanyai kang asep dimana box ku. Betapa lemas nya aku ketika tahu kalau box itu sudah tercampur dan sudah selesai dikirim. Apa harus ku buat baju yang baru? Tapi tidak mungkin bisa ku selesaikan dua baju dalam dua hari. Tanpa pikir panjang, mau tidak mau, aku akan susul dan kucari ada dimana baju itu. Keesokan pagi, aku langsung berangkat menuju rumah rumah yang memesan baju padaku. Tapi sampai sore begini, tidak ada satu rumah pun yang menerima box itu. Dan sial nya lagi, seseorang menabrak ku hingga catatan nama orang orang yang memesan baju ku itu tercebur di selokan. Aku tak tahu lagi harus mencari dimana? Tapi, aku gak boleh putus asa. Aku masih ingat beberapa rumah yang belum kudatangi. Hari mulai malam. Ku putuskan untuk mencari box itu besok.

            Selasa pagi. Ya ampun. Nanti malam adalah hari ulang tahun Fazri. Apa yang harus ku lakukan? Langsung ke bergegas ke kamar mandi dan segera pergi untuk mencari box spesial itu. Tapi hari ini aku juga belum mendapat kan box itu. Aku merasa kecewa sekali. Baju yang sudah berminggu-minggu kubuat dengan pebuh cinta hilang begitu saja karena kelalaian ku sendiri. Bagaimana ini? Hari sudah gelap. Bahkan azan maghrib pun sudah berkumandang. Apa yang harus kuberikan pada Fazri? Semangat Asya! Kamu pasti bisa menemukannya! Tapi hari semakin malam. Fazri trus menelpon ku. Jam sudah menunjukan pukul 21.00. mungkin acara nya sudah hampir selesai. Maafkan aku Fazri mengabaikan telpon mu. Akhirnya dengan lenggang tangan ku putuskan untuk pergi ke acara ulang tahun Fazri dengan taxi. Ku telpon Kang Asep untuk langsung saja ke rumah Fazri agar nanti ketemu disana saja untuk mengantar ku pulang

            “Akhirnya, yang di tunggu tunggu datang juga” ucap teman teman Fazri

            “ Loh kamu kenapa? Kok kusut gitu? Keliatan capek lagi? Kenapa Kang Asep dateng duluan?” tanya Fazri khawatir

            “Maaf ya aku ga bisa kasih apa apa buat kamu. Padahal aku udah  buat sesuatu yang spesial buat kamu. Tapi ga sengaja hilang. Udah dua hari ini aku cari keliling keliling. Tapi tetep ga ada” jawabku lesu

            “Gak apa apa kok. Kamu udah dateng aja aku udah seneng”

            “Coba aja box baju itu gak hilang”

            “Maksud kamu box biru yang isi nya baju couple itu?” tangan nya menunjuk kesalah satu tumpukan kado

            “Hah? Itu kan box ku! Itu kado aku untuk kamu. Kamu dapet dari mana?”

            “Kan Kang Asep yang ngasih kemaren”

            “Apa? Akang yang ngasih?” tanya ku heran kepada Kang asep

            “Abis nya alamat nya buat den Fazri. Ya saya anter non kesini” jawab kang Asep

            “Akang kenapa gak bilang? Aku tuh udah cape kasana kemari cari box ini tau”

            “Tadi pagi saya mau bilang ke non Asya, tapi non buru buru pergi”

            Ya ampun, akhir nya ketemu juga baju couple ku. Meskipun agak kesal dengan Kang Asep, tapi gak apa apa deh. Yang penting, baju itu udah ada di Fazri.

By :  Caroline Noer Asy’ary

Ketika Berpakaian Couple

baju couple romantis
Suatu ketika saya ada undangan ke acara pernikahan bersama suami saya. Saya bingung mau pakai baju apa. kemudian ada ide pakai baju couple. Saya pakai gamis dan kerudung abu dan suami pakai jubah dengan bahan dan model yang sama. Memakai pakaian couple itu seperti hal yang aneh, karena sebelumnya kita jarang pakai couplean. Hari itu adalah hari yang romantis karena berpakaian couple, seperti pasangan yang akur dan setia. Padahal kita memang jarang berkumpul dan kondangan juga. bahkan ada tetangga yang bilang ” mau kemana nih kok tumben pakai pakaian rapi dan serasi couplean lagi ga biasanya ?”. saya jawab aja ” mau kondangan ke pernikahan temen.” dan ada juga yang nanya dan ingin pakaian seperti kami. ”、dimana nih belinya dan berapa? tanya tetanggaku yang suka kepo. saya hanya jawab ” ya di toko mana aja deh. ” bahkan mertua pun melihat dan bertanya mau kemana. alhasil kami jawab ” kondangan”. itu adalah pengalaman memakai pakaian couple pertama kalinya. dan pernah kami memakai pakaian biasa dan warna yang sama.aku  pakai atasan begitu pula suamiku. seperti romeo dan juliet . aduh saudaraku pada iri. so sweet.
foto romantis baju couple
kini aku punya anak. ingin rasanya pakai pakaian couple dan bingung ukuran dan bahan  yang pas buat anakku. dan aku tanya temen dan harganya lumayan karena mungkin kualitasnya yang bagus dan ada ongkos kirimnya juga. saya pun melihat iklan di internet model dan gambarnya bagus- bagus.
 waktu itu saya belum ada uang buat beli pakaian couple itu. saya mencoba menabung untuk bisa membelinya. tapi sayangnya karena kebutuhan ekonomi kami yang sedang surut akhirnya saya tidak jadi membeli pakaian couple itu.
ketika itu saya melihat ada pasangan suami istri yang membawa empat orang anaknya dengan memakai pakaian couple. aduh hatiku merasa iri ingin seperti mereka. saya hanya berdoa bisa memiliki pakaian couple keluarga seperti mereka itu. semoga aja suatu saat nanti ada rezeki untuk bisa beli pakaian couple keluarga amin.
nah inilah cerita tentang baju couple dari saya. semoga cerita ini menjadi pelajaran dan inspirasi bagi pembaca.
By: Siti Rahmatun nazilla