Mr. Perfect

bersamamu

Mr. Perfect

Ribuan bintang kecil itu begitu sempurna bergelantungan dilangit malam. Tak ada keresahan yang terpantul dalam cahaya lembutnya. Setelah cukup lama memandangi keindahan langit malam bertabur bintang, ku alihkan pandangan kearah meja kerjaku. Ku lirik tumpukan kertas di sudut meja. Kutarik nafas  panjang dan ku mulai membacanya satu persatu. Beberapa bulan terakhir aku memang sibuk mempersiapkan launching produk baru di perusahaan tempatku bekerja. sebagai Staff Marketing, tugasku memastikan produk ini sukses dipasaran. Tema produk baru kali ini adalah baju couple yang ditargetkan akan menebus pasar dunia, dan aku harus berfikir ekstra untuk mewudkannya.

***

“pak tunggu sebentar pak” teriakku di sepanjang jalan. Aku benar-benar tidak mempedulikan lirikan mematikan dari penumpang bus lainnya. “06.45, yap karir ku di ambang maut” gumamku pelan. Sesampainya di kantor, antrian karyawan di depan lift membuatku semakin mengelus dada. “kuharap gedung ini cuma punya satu lantai” gerutuku sambil menaiki satu per satu anak tangga. Akhirnya aku sampai disebuah ruangan gelap yang tak pernah ingin kutemui. Didalam nya ada beberapa staff perempuan dan seorang pria dengan style trendi-nya. Dia adalah manajer  marketing atau lebih dikenal dengan Mr. Perfect yang dikagumi. Dia seperti orang yang tak pernah kukenal. Bahkan aku sendiri ragu, apakah benar dia pria yang kucintai, pria yang yang menyatakan cinta dengan sangat romantis dan penuh kehangatan lima tahun yang lalu. Benarkah itu Nathan ku.

Banyak hal yang telah berubah dan banyak hal juga yang membuat perbedaan diantara kami. Ditambah sekarang dia berada diposisi yang membuat wanita semakin kagum padanya. Walaupun Nathan besikap dingin pada mereka tapi aku benar-benar tidak percaya diri berada disisi Nathan. Berpisah darinya memang keputusan sulit yang harus ku ambil. Karena aku tidak mau menjadi batu sandungan untuk karir Nathan. setelah selesai memberikan berkasnya, aku berjalan meninggalkan Nathan dan staff lain di ruangan itu

***

“ikut aku” ucap Nathan ketika melihatku di depan kantor “ikut aku” ucapnya lagi ketika aku tak menoleh padanya

Dengan kesal aku mengikuti langkah kakinya, dan kami berhenti di sebuah taman didekat kantor. Disana Nathan berhenti dan berbalik memandangku. Dengan tatapan tajam dia mendekatiku.

“apa masalahnya” Nathan mulai bicara “kenapa kamu memperdulikan omongan orang lain yang bahkan kamu tidak kenal. Ini bukan Dean yang kukenal” sambungnya

“lalu apa ?” tanyaku pasrah “apa kau tau apa yang mereka bicarakan ?” lalu aku pergi.

“aku tau, tapi aku tidak  peduli” teriak Nathan

***

“Dean” panggil seseorang dengan suaranya yang khas

“iya” ucapku dengan nada ramah. Padahal aku benar-banar tak ingin bicara dengan mbak rayni si ratu gosip ini

“apa benar kamu dekat dengan Mr. Perfect ?” Tanya nya to the point

Aku tertawa geli ke arah mbak rayni, “dasar” ucapku pelan. “Aduh mbak ini ada-ada saja. Mana mungkin” ucapku sekenanya lalu pergi

“iya kan, aku juga berfikir begitu” ucap mbak rayni ke dayang-dayangnya. Mereka adalah para  pemuja berita gosip. “nggak mungkin Dean, dia itu bukan levelnya. Lihatlah wanita yang mendekati pak nathan benar-benar berkelas kan? sangat berbeda dengan Dean”  Lanjutnya lagi.

pasangan romantis

Waktu berlalu cukup cepat, sudah hampir 2 minggu aku tidak bertemu dengan Nathan ataupun cuma sekedar mendengar suaranya. Nathan dan beberapa staaf marketing lainnya ada riset di lapangan. Seperti hari-hari biasa, aku masuk keruangan dan langsung menuju mejaku, aku tidak suka bicara pada mereka yang tidak aku kenal atau bertegur sapa dengan wajah asing. Di atas meja kulihat ada selembar kertas berwarna merah muda yang diselipkan di antara tumpukan kertas kerjaku. Dengan pelan ku baca tulisannya.

Untuk dean ku

Yang lebih cantik darinya, banyak

Yang lebih semurpna darinya , ada

Tai entah kenapa aku hanya memilihnya

Gadis biasa si penyendiri luar biasa

Bukan dari kumpulan gadis pintar

Bukan dari kelompok sosialita

Dia hanya gadis cupu penghuni pojokan

Dia hanya gadis biasa yang tak terliahat

Dia bukan cahaya yang terang

Bukan bintang yang berkedip

Juga bukan bulan yang lembut

Tapi kenapa dia mampu merusak pertahanan jiwa

Kenapa aku tak bisa menghilangkkan satu detikku tanpa memikirkannya.

“Kenapa bacanya cemberut gitu, tulisannya jelek ya?” bisik seseorang dari belakang. Ya itu adalah suara Nathan.

‘aku bukannya nggak peduli apa yang dikatakan orang lain, tapi aku pikir omongan mereka ngak ada artinya dan nggak akan ngubah apapun. Dan beberapa wanita yang kamu lihat denganku, sekalipun aku tak pernah menanggapi perasaan mereka. Jadi jangan pernah berfikir seperti itu lagi, oke” lanjutnya lagi

“I love you” bisiknya di telingaku

Aku hanya diam terharu mendengar Nathan bicara. Kami memang banyak memiliki perbedaan, banyak hal membuatku selalu tidak percaya diri berada disisinya. Dia bagaikan sang bintang yang begitu sempurna di langit. Tapi Nathan tak pernah menganggap dirinya sempurna, dia selalu katakan dia akan benar benar perfect jika aku disisinya. Aku sering bertanya pada Nathan,  kenapa aku? Tapi dia bilang,  aku adalah wanita yang sempurna.  “kau adalah wanita pertama yang ajarkan ku hubungan yang tulus,  kau ajarkan kesempurnaan cinta,  kau adalah orang yang apa adanya.  Ketika sedih,  maka kau akan menangis.  Ketika bahagia,  kau tertawa layaknya anak kecil. Kau berteman dengan orang yang kau sayangi.  Karena kau berteman dari hati. Kau tak pernah sok dekat atau akrab dengan orang lain, tetapi kau tulus akrab dan dekat dengan orang lain,  itu lah yang membuatku memilihmu,  dan masih ada 1000 alasan lain,  kenapa itu kamu Dean”ucap Nathan

“Jangan bilang putus putus lagi ya, aku gak suka”. Ucap Nathan sambil memelukku.

“I love you too” balasku

 

By: Yel Nelly

BajuCouple Coupleshirts

Instagram.com/bajucouplecom. Menerima Cerita Cintamu (Boleh cerita nyata/fiksi/khayalan). Terbuka Peluang menjadi Reseller. WA 0838-7171-2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *