Couple Pelepas Single

Couple Pelepas Single

 

Aku terdiam dalam riuhnya angin, menatap sayu pada jendela kamar yang basah oleh hujan. Sayup-sayup terdengar celoteh petir di langit itu. Hingga aku tersadar dari lamunanku. Kunyalakan musik favoritku dari virgoun “Bukti”, dan tiba tiba saja aku teringat pada sosok Dinda. Ya! Dia adalah… hemm, entahlah, aku pun tak tahu bagaimana mengatakannya, tapi yang pasti dia adalah wanita yang sering membuatku tertawa sendiri, dan aku sangat mengaguminya.

“Reza, kamu tidak sekolah? Ini sudah jam 7” teriak sosok wanita tua di ambang pintu kamarku, Ya! Dia adalah ibuku.

“Aku malas bu, toh ini juga masih hujan”jawabku malas, karena ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Rasanya sangat berat melangkahkan kaki keluar rumah. Apalagi hujan seolah mendukungku untuk tetap berdiam dirumah saja.

“sudah sana sekolah! bawa payung! Jangan malas kamu” teriak ibu sambil berlalu meninggalkan kegamangan disudut kamarku.

“ah sudahlah,setidaknya aku nanti bisa bertemu dengan dinda” kataku dalam hati dan kemudian bergegas ke sekolah.

Disekolahpun, tetap saja tak ada hal yang menarik perhatianku. Kuputuskan untuk bermalas malasan saja didalam kelas. Tiba tiba seseorang menepuk pundak ku dari belakang

“woy Za, kenapa? Kok diem aja? Cerita gih” teriak sosok anak berkacamata dengan kulit sawo matang dan suara yang indah. Dia adalah Barra, sahabat terbaikku.

“ah kamu Bar, ga papa kok. Aku cuma mikirin Dinda aja, sebenernya dia suka ga sih sama aku? Aku selalu kasih dia perhatian, dia gak pernah nolak. Aku kasih coklat, jam tangan, dia juga ga pernah nolak. Tapi… entahlah, aku bingung sama perasaannya” jawabku dengan nada bingung.

“kamu udah coba nembak dia?” tanya Barra dengan mengernyitkan dahi,hingga membuat raut mukanya tampak aneh.

“belum Bar,aku takut ditolak” jawabku singkat dan lesu seolah tiada harapan.

“ah ayolah kawan, belum coba belum tau. Atau gini aja Za, gimana kalau kamu coba deh tembak dia. Kasih sesuatu gitu, trus ungkapin perasaan kamu, gimana?” Barra memberiku saran dan dukungan.

“hem.. tapi kasih apa? Aku bingung. Aku ga mau yang biasa biasa aja” jawabku seolah tampak lebih semangat.

“nah,aku ada ide bagus nih. Gimana kalau baju couple aja? Kan banyak orang percaya kalau kita pacaran kasih baju cople,kita bakal putus. Kita buktiin aja kalo itu Cuma mitos” kali ini Barra tampak lebih serius

“boleh juga bar, nanti temenin aku cari baju couple ya”

“siap bos, hehehehe”

“beep…beep..beep”

Suara bel pulang telah berbunyi, para murid berhamburan keluar seolah mereka terbebas dari beban fikiran yang melelahkan. Sementara aku dan Barra bergegas menjalankan misi pertama kami, yaitu mencari baju cople untuk nembak Dinda. Ah, ternyata tak semudah fikiranku, mencari baju couple amatlah susah. Sudah beberapa toko kami hampiri, namun tetap saja tak ada. Aku hampir putus asa, namun Barra mencegahku. Aku putuskan untuk mencoba satu toko lagi, jika tidak ada, aku lebih baik pulang karena haripun mulai petang. Kami masuk ke toko tersebut dan bertanya apakah ada baju couple?. Sang karyawan menjawab dengan sebuah jawaban yang membuatku kaget dan seolah tak percaya. Ya! Ada…. alangkah bahagianya hatiku. Akhirnya, aku membeli baj couple berwarna biru muda tersebut.

IMG_7778-web-sma-tangerang

Keesokan harinya, aku menunggu dikelas dan berharap cemas. Apakah Dinda akan menerimaku? Ataukah menolakku? Semua pertanyaan terlintas di otakku. Barra tetap saja disampingku dan terus meyakinku. Tapi, hatiku menjadi gamang, ketika sang pujaan hati tak kunjung datang, sedang para penghuni kelas mulai ramai. Aku fikir ia tak akan datang, jadi hadiah yang sudah kusiapkan hampir saja kubuang. Tapi, tiba tiba saja mataku tertuju pada sosok di depan pintu, Ya! Dia adalah Dinda, gadis yang ku tunggu.

“pagi Dinda” sapa ku

“pagi juga Za, tumben nyapa nih, biasanya suka kabur” tanya Dinda seolah mengejekku yang selalu kabur setiap bertemu dengannya. Ah, padahal aku malu saja.

“em aku mau ngomong sesuatu Din, boleh?”

“ngomong aja gih! Jangan kaku gitu”

“gini Din, sebenernya dari dulu aku suka sama kamu, aku selalu perhatiin kamu, tapi aku malu. Aku selalu menghindar bukan karena aku benci kamu atau gimana, tapi aku minder aja. Tapi sekarang aku beraniin buat ngomong didepan temen temen semua. Aku sayang sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku? Kamu mau ga? Kalau kamu mau tolong ambil hadiah ini dan buka. Tapi kalau kamu ga mau, kamu boleh membuangnya kok” ucapku kaku dan terdengar bergetar

“kamu serius Za?” tanya Dinda bingung

“iya aku serius” jawabku secara mantap

Tiba tiba saja Dinda mengambil Hadiah itu.

“maaf Za, aku ga bisa” katanya

Hatiku seolah teriris, sakit sekali rasanya

“yaudah Din, ga papa kok, aku tau kalo…”

“aku ga bisa nolak kamu, iya aku mau kok jadi pacar kamu, jangan cemberut dulu dong. hehehe” sambung Dinda

“kamu yakin?” tanyaku seolah tak percaya

“iya aku yakin Za” jawab Dinda

Akhirnya Dinda membuka hadiahnya dan memakai baju couple tersebut. Kami berdua memakai baju couple itu dan kemudian foto. Aku sangat senang sekali, baju couple, ah! Saat itu pula aku langsung menyukainya.teman teman kelaspun bersorak dan memberikan semangat kepada kami. Sungguh beruntungnya aku,bisa mendapatkan Dinda. Wanita yang sangat kusayang. Akhirnya, aku pun ga single berkat baju couple.

BajuCouple Coupleshirts

Instagram.com/bajucouplecom. Menerima Cerita Cintamu (Boleh cerita nyata/fiksi/khayalan). Terbuka Peluang menjadi Reseller. WA 0838-7171-2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *