Rey Could Boy

Rey Could Boy

Aku menyukaimu bagai Bunga Anyelir ditepi taman. Beraneka ragam dengan arti yang berbeda. Walau begitu, Aku tetap memilih Bunga Anyelir sebagai lambang kau adalah Orang yang akanku sukai selamanya.-

*

Tepat pukul jam 9;00 Alena menemani Rey sang kekasihnya untuk membelikan kado untuk temannya. Prediksinya, Rey ingin memberikan itu kepada Key sahabatnya yang telah lama tak ia jumpa.

“Toko mana mampirnya?” Kata Rey dengan kata yang sangat singkat. Sudah biasa Alena dengan Rey yang memiliki sifat cuek dan gamau banyak omong. Walau begitu, Alena sangat menyukainya. Disitulah nilai plus untuk Rey bagi penilaian Alena.

“Beli jam tangan aja boleh?” Respon Alena dengan ramah.

“Oh oke.”

“Bawa mobilnya jangan terlalu ngebut Rey.” Komen Alena dengan kebawelan yang ia miliki.

“Yaelah cuma segini aja.”

“Tetep aja rey bahaya. Lo bawa banyak nyawa. Emang lu mau ..-” perkataan alena tersela begitu saja karena rey menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir alena. Alhasil, alena terdiam dan kaget seketika.

“Iya sayang gue nurut ama lo.” Lalu Rey mengelus kepala alena saat sebelum Rey kembali mengendarai mobilnya.

Pipi alena kembali memerah bagai stawberi yang sangat manis. Alena yang bawel berubah menjadi diam seketika. Beginilah wanita, jika sudah merasa senang seketika terdiam dengan sikap yang diluar dugaan lelaki.

cowok cuek

Setelah sampai di tempat toko jam tangan Rey langsung masuk dan memilih jam tangan yang menurutnya bagus. Begitupula dengan alena, sang kekasih rey ini juga sibuk memilih dan merequest jam tangan yang berderetan ada di lemari kaca toko. Bawelan Alena membuat Rey sangat nyaman dengannya, entah jika lelaki lain mungkin risih karena bawelan Alena yang sangat berisik disetiap telinga yang mendengarnya. Tapi inilah nilai plus Alena dihadapan Rey. Kebawelan yang membuat Rey sang pria dingin nyaman dekatnya.

Sudah berjam jam mreka mencari jam tangan disekitarnya. Entah apakah key merasa pas dengan jam yang dipilih oleh Alena tapi yang pasti Rey bersyukur jika Alena bisa memilih jam tangan yang bagus dengan corak yang simple.

Terik matahari sangat menyengat hampir keseluruh Ruang yang ada. Apalagi kini sudah waktu dimana perut Alena kosong ingin makan siang. Sangat lapar dan sangat ingin memakan makanan yang enak.

Kriuk

“Mampus.” Refleks alena menengang karena perutnya tidak sangaja berbunyi. Memang sangat tidak bisa diajak konpromi

Rey menatap alena dengan menahan tawanya.

“Lapar?” Tanya Rey sok polos

“Ha engga.”

“Serius ni? Ayo makan dlu.” Dengan cepat Rey menggenggam tangan alena lalu menariknya agar mau ikut olehnya kedalam cafe.

“Ih reyy pelan pelan!!” Gerutu alena. Walau begitu alena sangat malu tapi senang. Sangat labil sekali perasaannya saat ini.

Setelah sampai dicafe alena dengan cepat langsung memilih tempat duduknya dan menunggu pelayan yang datang ketempat mereka berdua.

“Mau mesan apa ya?” Tanya pelayan dengan ramah.

“Mau nasi goreng plus telor plus sosis pake saladnya ya mba.” Cerocos alena dengan khas orang kelaparan. Tapi, Rey mulai ingin menahan tawanya lagi. Dia berfikir jika kekasihnya sangat sekali kelaparan saat ini.

“Lo mau beli apa?”

“Gue roti bakar sama es teh aja.” Jawab rey dengan simple.

“Oke tunggu ya.” Kata pelayan itu lalu pergi.

Tik tok tik tok

Hening

“Btw, gue mau ke kamar mandi dlu ya?” Ujar rey sambil menaruh Hpnya dimeja.

“Iyya jangan lama.”

Ide cemerlang alena memenuhi otak alena dengan sebuah hayalan tingkat dewa yang ia punya.

Alena kemudian membuka Hp rey disaat Rey tidak lagi terlihat. Alena kemudian mencek dari whatsapp hingga galeri. Ia mencek dengan detail sekali hingga ia lupa jika waktu yang ia lakukan sangatlah lama.

Tanpa sadar, Rey mengintipnya sambil melihat alena yang sibuk mencek hpnya itu. Rey tersenyum miring dan kemudian menghampiri Alena dengan langkah yang pelan.

Kau tertangkap mata

“Hemm.”

Suara Rey telah terdengar ditelinga alena. Refleks, alena langsung menaruh hp rey kembali ditempat sebelumnya walau tidak dengan posisi yang sama.

“Gimana udah seru ngeceknya?” Tanya rey serentak.

Alena seolah tidak ada hak yang terjadi saat itu dan hanya bisa tersenyum melihat Rey.

Lalu Rey memberikan hpnya kepada alena dengan berkata. “Liat aja sana dulu. Lo cek aja, gue gabakal takut karena di hp gua gaada apapun. Gue masih inget janji gue dlu sama lo. ‘Jangan ada yang disembunyiin dari kita’ Dan gue masih berpegang dengan janji itu. Jadi, silahkan lo cek lagi.” Jelas Rey dengan santai. Sungguh tidak bisa ditebak jika Rey akan berbicara itu.

Alena terdiam dan tersenyum ketika.

“Gue percaya lo.”

Rey berdiri dan seketika mencium kening alena.

Deg

Deg

Refleks, mata alena terbuka lebar dengan jantung yang tidak bisa ia kendalikan. Sungguh semua ini di luar dugaan alena.

Kemudian, Rey mengambil bunga yang ada di sakunya dan berkata. “For you.”

Alena luluh dengan semua ini. Semuanya diluar dugaan alena. Alena menyukainya.

*

Menurut Alena, Rey adalah orang yang sangat cuek dan tidak mau banyak omong. Tapi begitu saat Rey memberikan sesuatu hal yang diluar dugaan Alena, ia sangat luluh serta sangat senang. Disitulah nilai plus Rey bagi Alena. Sang pria cuek dengan keromantisan yang sangat percefct bagi Alena.

-End

Written by Mila anisah

LOVE IS WEY

LOVE IS WEY 

 

Setelah shalat jumat EJD pergi ke daerah cikarang, entah untuk berapa lama atau untuk selamanya dia tinggal disana, sebelumnya tanggal 12 okt 2017 dia bilang bahwa besok akan ke cikarang pindah kesana, aku kira dia hanya becanda saja dan hanya silahturahmi dengan keluarganya yang disana tapi entah kenapa sejak dia beranjak pergi dan ucapkan kata2 “ aku pergi ya sayang, jaga diri kamu baik2 dijakarta “ itu berasa banget dan semua permohonan maaf kami saling ucapkan satu sama lain, kini hari2 ku akan sepi tanpa nya.

Aku akan merindukan perkelahian2 yang bisa dibilang konyol ga masuk akal, gigitan dia, suapin dia makan, peluk dia, cium dia, manja dia, dan semua tentang dia.

Aku Cuma bisa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar dia diberikan kesehatan jasmani rohani, lahir bathinnya, disampaikan rezekinya, dilancarkan segala urusannya.

Ini cerita awal kita

Berawal dari sebuah kantor rekanan, dimana posisi kita memang selalu berhubungan untuk pembayaran dan pencairan invoice, awal telp biasa aja, selanjutnya aku mulai brosing di dunia maya tentangnya, foto2 lama nya aku kirim ulang kepadanya via wa, dan dia mulai gimana gitu, hingga akhirnya masing dari kita coba cari tau tentang diri masing,

Dan pada suatu hari kami bertemu untuk yg pertama kalinya, kami bertemu di tempat kopi “ Discus kopi “ tepat dibelakang mall mangga besar square, disitu kita mulai percakpan2 konyol, kita juga sempet makan di kfc, disana kita ketemuan antara aku dia dan nadja, jam 9nan kita nganter nadja pulang kerumah, saat itu kita belum tau rumah masing2, untuk kedua kalinya kita ketemu dihalte tosari dan kita duduk disekitaran bunderan HI, ngobrol cerita tentang masing2 dari kita, untuk kesekian kalinya kita bertemu lagi, kali ini dia ga sendiri, kita bertemu bertiga bersama adiknya yang bernama diar, kita makan dan ngobrol di kfc cikini, disitu kita sampe malem jam 9 nan, dikarenakan hujan yang lumayan deras, jam 9 nan malem kita pulang dan mengantar dia dengan kendaraan kita yang super besar ( busway ), sejak saat itulah kita mulai bertemu lebih rutin lagi, hingga akhirnya kita bertemu setiap hari. Dalam hari – hari itu kita isi dengan tawa canda kelahi lucu2an dsb.

Pacar Sekantor

Dan untuk pertama kalinya kita pergi dimalam hari, tepatnya malem minggu, dimana kita jalan bareng dengan satu tujuan yaitu ke merak – bakau, saat itu dia bilang ingin naik kapal laut karna dia bilang belum pernah naik kapal laut sama sekali. Sesampainya di merak kita nyebrang kebakau kita lanjut ke menara siger lampung, terus kita lanjut photo – photo dimenara siger, setelah kita photo2 kita langsung balik kejakarta, dari bakau kemenara siger dan balik lagi kebakau, itu kita jalan kaki , kerenkan padahal itu jarak lumayan jauh dari pelabuhan bakau, sebelum kita lanjut nyebrang ke merak kita makan dulu dibakau, setelah makan kita lanjut nyebrang ke merak, sampai merak kita lanjut ke pantai merak, disana kita photo2, sekitar jam 14.00 kita kembali kejakarta sampai dijakarta sekitar jam 21.00 dan aku langsung antar dia pulang kerumah walaupun itu Cuma sampai depan gang rumah aja.

Sejak saat itulah kita semakin dekat dan bertambah dekat hingga saat ini.

Banyak sudah cerita kita yang lalui, dari tawa canda, perkelahian yang ga jelas.

Saat itu dia masih bekerja pada perusahaan travel, disetiap hari nya kita selalu telp, chat bertanya dengan bertukar kabar , dan ga sedikit juga kita bahas masalah kerjaan kita saat itu, sejak kita mulai dekat satu sama lain banyak sudah terpaan , nasihat , pujian, cercaan antara hubungan aku dan dia entah itu dari keluarga sendiri, teman kerja dan sebagainya.

Hingga pada suatu hari dia disuruh memilih antara tinggalkan aku atau berenti bekerja dari perusahaan itu, melihat situasi didalam perusahaan dia yang sudah tidak kondusif lantaran hubungan aku dan dia, dan bukan hanya itu saja ternyata berdasarkan hubungan antar teman kerja yang sudah tidak kondusif dan harmonis lagi satu sama lainnya yang pernah buat dia terasingkan dan akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri bekerja pada perusahaan itu, awalnya aku ga setuju dia berenti dari perusahaan itu, namun dia bercerita jika dia sudah mendapatkan pekerjaan yang baru di seputaran wilayah jakarta selatan.

Tidak hanya itu saja setelah dia keluar dari perusahaan itu pun masih saja dia mendapatkan masalah, namun masalah itu sudah selesai.

Awal aku dan dia untuk dekat pertama kalinya adalah disaat dia mengalami kehujanan dan kejamnya aku menawarkan untuk mampir minum teh hangat supaya tidak kedinginan namun tidak aku jemput hanya menantikan kedatangannya saja ditempat tinggal dimana aku bernaung,

Mula – mula nya kita berkomitmen hanya sebagai teman saja untuk saling have fun, berbagi cerita dan sebagainya, dimana awal kami bertemu belum mengenalkan diri secara resmi baik luar dalamnya.

Tepat disenin malam ketika aku dan kawan – kawan sedang bersantai ria ngopi bareng disebuah tempat ngopi, disaat itu aku dan dia berbagi cerita dalam sebuah chat dan menanyakan tentang diri aku sebenarnya, disaat itu lah aku ceritakan siapa diri aku sebenarnya. Mungkin dia sempat shock setelah mengerti dan tau siapa diri aku sebenarnya. Sejak saat itu kita hanya berkomitmen hanya untuk teman saja , berbagi cerita dan have fun bareng.

Namun kenyataannya semua komitmen itu bergantikan kasih sayang yang tulus dan real apa adanya, sejak aku dan dia mulai lebih dekat lagi dan lagi, sejak kedekatan yang semakin dekat , hari demi hari kita lalui bersama dari pagi bertemu siang bertemu sore bertemu malam , dan ketika malam tidak jarang kami lewati malam hari tanpa bersama sama , meskipun ditiap malam saat kita bertemu tidak luput dari berkelahi entah apa yang jadi selalu saja ada yang jadi lantaran untuk kita berkelahi.

Pernah suatu hari aku dan dia ribut besar hingga akhirnya dia pergi entah kemana yang membuat semua orang menjadi cemas, itu udah jadi kebiasaan dia, dan mungkin kalian ga percaya , saat dimana aku dan dia ribut yang jelas dan ga karuan banget yang harus ga buat ribut ini benar – benar jadi ribut antara aku dan dia , satu hal yang buat ga kuasa akhir dari ribut ini adalah dia seringkali tidak sadarkan diri, sejak saat itu aku ga ingin lagi ribut besar dengan dia, yach namanya hubungan dalam hidup sudah dihindari juga tetep aja masih sering terjadi ribut besar yang sering kali dia juga pingsan, yang buat aku benar benar kwatir dan cemas parah adalah dia pingsan dijalan tepat dimana malam itu aku dan dia jalan – jalan malem dan makan malem bersama sama, dia pingsan disaat kita jalan pulang kerumah sebelum naik kendaraan kesayangan aku dan dia, dan pingsannya itu bukan untuk yang pertama atau kedua kalinya, tapi untuk yang kesekian kalinya saat aku dan dia udah mulai deket banget.

Jalan – jalan aku dan dia selanjutnya kita pergi ke tangerang hanya untuk pempek saja dan itu tanpa rencana yang mateng, semua jalan – jalan aku dan dia selalu dadakan dan tak pernah direncana, itu pertama kali nya aku dan dia pergi bersama naik kendaraan kesayangan yang kedua, awalnya kita pergi bukan berdua saja tapi bertiga, berhubung yang satu ga bisa jadi hanya aku dan dia yang pergi, kami pergi jam 16.00 sesampai di tangerang jam 19.00, tujuan aku dan dia hanya Cuma ingin makan pempek aja, setelah itu aku dan dia muter – muter sekitaran stasiun tangerang tak lama dari itu kami pun pulang dengan kendaraan kesayangan kami.

Traveling selanjutnya aku dan dia pergi ke cileduk kesuatu tempat dimana tempat itu adalah suatu kumpulan organisasi silat, berhubung aku dan dia sangat lapar kami pun pergi mencari makan, dan bertemulah gerobak nasi goreng, yang mana nasi nya itu banyak banget, kami satu piring dan kami pun kekenyangan, aku dan dia pergi kesana dari jam 16.00 dengan kendaraan kesayangan utama kami, sesampainya disana sekitar jam 19.30, aku dan dia pulang dari sana sekitar jam 01.30 dini hari,dalam perjalanan pulang tak luput dari kata berantem, selalu dan selalu saja aku dan dia hanya beberapa saat saja merasakan romantis sisanya pasti berantem.

Untuk selanjutnya aku dan dia pergi ke depok karna ada satu hal yang buat aku dan dia harus pergi kesana, dan seperti biasa selalu saja ada perselisihan yang buat kita itu jadi berantem ya ga lama sih, tapi selalu aja terjadi, kita pergi ke depok dijam sudah masuk kerja dan kembali dari dijam pulang kerja juga, disana aku bertemu dengan mama dan adik2 nya, aku dia dan adik makan bersama pada sebuah warteg kecil, yang entah kapan kami akan bisa kesana.

Tak jarang aku dan dia melewati malam bersama-sama, bahkan hari liburpun selalu diisi dengan kebersamaan, disetiap malam kami habiskan waktu bersama, aku dan dia sering bertemu disaat jam pulang kerja, ditempat favorit kesayangan kami, disaat malam bersama aku dan dia selalu menghabiskan waktu ditempat kesayangan, baik kami lewati bersama teman-teman atau hanya berdua saja, seringkali aku dan dia ngabisin malam hanya berdua ditempat kesayangan, menikmati jalan bersama melewati malam yang ngga ada bosennya untuk aku dan dia selalu bersama, walau seringkali disela sela kebersamaan aku dan dia selalu aja ada hal yang buat berantem tapi ga lama terus baikkan lagi, disaat libur aku dan dia menghabiskan waktu untuk jalan-jalan ke tempat yang belum pernah kita datangin. Disetiap harinya walaupun aku dan dia bertukar kabar via chat dari pagi hingga petang, dan malam aku dan dia berjumpa, sampai waktu yang memisahkan untuk kembali kerumah dan dilanjutkan kembali obrolan baik lewat chat atau telp nan, dan semua itu kita lakukan setiap hari dan tidak ada kata bosan untuk aku dan dia ngobrol bersama hingga pagi menjelang tiba.

pacar-teman-kantor

Disaat libur aku dan dia melewati hari bersama dengan berphoto bareng ditempat yang sebenernya ga mungkin banget untuk berphoto, dan banyak hari hari libur yang kami isi hanya duduk-duduk minum teh poci kesayangan, ngobrol ga jelas hanya untuk melepaskan kerinduan dalam hati karna kasih sayang yang kian hari kian tumbuh. Pernah suatu hari aku dan dia menghabiskan waktu libur pergi kesuatu tempat hanya untuk berphoto dan makan, karna lapar dan kami sangat ingin makan mie ayam akhirnya kami mencari tempat yang jual makanan itu, dan ternyata apa yang kami bayangkan tidak seperti kenyataannya, mie ayam yang kami makan beraroma air cucian bekas kopi dan rasanya ngga banget, sejak saat itu kami tidak ingin makan yang namanya mie ayam, lalu kami cari alternatif makanan lain ditempat yang berbeda, dengan seketika aku dan dia berpikiran sama untuk makan dengan yang namanya sate, namun tanpa disengaja kami meliat tukang sate sedang membereskan sisa orang makan, dan ternyata bumbu sate dari sisa orang makan tersebut dijadikan satu dengan bumbu untuk sate yang akan dibakar berikutnya, dan tusuk sate yang udah kepake diambil lagi dan dicuci untuk sate yang berikutnya sejak liat kejadian itu kami pun jadi ngga pengen lagi makan sate dimana pun tukang adanya.

cinta sederhana

Disaat malam yang sering kita lewati bersama kami selalu makan ditempat kesayangan, harganya murah rasanya enak, walaupun tempatnya bisa dikatakan lumayan jauh tapi deket dengan tempat dimana kami bisa memesan dan meminum minuman kesayangan kita. Tak jarang juga kami lewati malam untuk makan bersama ditempat yang sedikit layak dengan harga yang lumayan. Selain itu aku dan dia tak jarang juga melewati malam hanya dateng kesuatu tanpa tujuan yang jelas dan makan ditempat kesayangan yang lainnya. Sesekali aku dan dia melewati malam hanya duduk-duduk ditempat yang bisa dikatakan terkenal dengan satu cup minuman yang paling dia sukai dan sayangi ( dum dum dan chat time) semuanya kami lewati dan kami lalui dengan penuh rasa kasih sayang yang amat sangat dan kerinduan yang tiada habisnya , diantar jemput dengan kendaraan kesayangan yang tiada pernah terlupakan.

Another cool blog post example!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In sed vulputate massa. Fusce ante magna, iaculis ut purus ut, facilisis ultrices nibh. Quisque commodo nunc eget tortor dapibus, et tristique magna convallis. Phasellus egestas nunc eu venenatis vehicula. Phasellus et magna nulla. Proin ante nunc, mollis a lectus ac, volutpat placerat ante. Vestibulum sit amet magna sit amet nunc faucibus mollis. Aliquam vel lacinia purus, id tristique ipsum. Quisque vitae nibh ut libero vulputate ornare quis in risus. Nam sodales justo orci, a bibendum risus tincidunt id. Etiam hendrerit, metus in volutpat tempus, neque libero viverra lorem, ac tristique orci augue eu metus. Aenean elementum nisi vitae justo adipiscing gravida sit amet et risus. Suspendisse dapibus elementum quam, vel semper mi tempus ac.

Nam at nisi risus. Proin pretium, dolor vel venenatis suscipit, dui nunc tincidunt lectus, ac placerat felis dui in justo. Aliquam orci velit, facilisis in facilisis non, scelerisque in massa. Integer scelerisque odio nec eros sodales laoreet. Sed sed odio tellus. In tristique felis ac facilisis tempor. Nunc non enim in dolor congue pulvinar sed sed nisi. Mauris viverra convallis feugiat. Nam at mauris laoreet, dictum leo at, tristique mi. Aenean pellentesque justo vel diam elementum iaculis. Nam lobortis cursus vestibulum. Nulla feugiat mauris felis, auctor pretium dui euismod in.

Vestibulum et enim vitae lectus malesuada aliquam vitae non mi. Suspendisse tellus eros, ultricies nec lorem feugiat, pharetra auctor dui. Suspendisse placerat neque leo, nec commodo eros ultrices vel. Fusce elit libero, aliquam quis libero non, consectetur accumsan est. Proin tempus mauris id cursus posuere. Sed et rutrum felis, vel aliquet ante. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Pellentesque neque tellus, condimentum non eros non, consectetur auctor lacus. Curabitur malesuada odio eget elit egestas porttitor.

Just a cool blog post with A Gallery

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In sed vulputate massa. Fusce ante magna, iaculis ut purus ut, facilisis ultrices nibh. Quisque commodo nunc eget tortor dapibus, et tristique magna convallis. Phasellus egestas nunc eu venenatis vehicula. Phasellus et magna nulla. Proin ante nunc, mollis a lectus ac, volutpat placerat ante. Vestibulum sit amet magna sit amet nunc faucibus mollis. Aliquam vel lacinia purus, id tristique ipsum. Quisque vitae nibh ut libero vulputate ornare quis in risus. Nam sodales justo orci, a bibendum risus tincidunt id. Etiam hendrerit, metus in volutpat tempus, neque libero viverra lorem, ac tristique orci augue eu metus. Aenean elementum nisi vitae justo adipiscing gravida sit amet et risus. Suspendisse dapibus elementum quam, vel semper mi tempus ac.

Nam at nisi risus. Proin pretium, dolor vel venenatis suscipit, dui nunc tincidunt lectus, ac placerat felis dui in justo. Aliquam orci velit, facilisis in facilisis non, scelerisque in massa. Integer scelerisque odio nec eros sodales laoreet. Sed sed odio tellus. In tristique felis ac facilisis tempor. Nunc non enim in dolor congue pulvinar sed sed nisi. Mauris viverra convallis feugiat. Nam at mauris laoreet, dictum leo at, tristique mi. Aenean pellentesque justo vel diam elementum iaculis. Nam lobortis cursus vestibulum. Nulla feugiat mauris felis, auctor pretium dui euismod in.

Vestibulum et enim vitae lectus malesuada aliquam vitae non mi. Suspendisse tellus eros, ultricies nec lorem feugiat, pharetra auctor dui. Suspendisse placerat neque leo, nec commodo eros ultrices vel. Fusce elit libero, aliquam quis libero non, consectetur accumsan est. Proin tempus mauris id cursus posuere. Sed et rutrum felis, vel aliquet ante. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Pellentesque neque tellus, condimentum non eros non, consectetur auctor lacus. Curabitur malesuada odio eget elit egestas porttitor.

Another post with A Gallery

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In sed vulputate massa. Fusce ante magna, iaculis ut purus ut, facilisis ultrices nibh. Quisque commodo nunc eget tortor dapibus, et tristique magna convallis. Phasellus egestas nunc eu venenatis vehicula. Phasellus et magna nulla. Proin ante nunc, mollis a lectus ac, volutpat placerat ante. Vestibulum sit amet magna sit amet nunc faucibus mollis. Aliquam vel lacinia purus, id tristique ipsum. Quisque vitae nibh ut libero vulputate ornare quis in risus. Nam sodales justo orci, a bibendum risus tincidunt id. Etiam hendrerit, metus in volutpat tempus, neque libero viverra lorem, ac tristique orci augue eu metus. Aenean elementum nisi vitae justo adipiscing gravida sit amet et risus. Suspendisse dapibus elementum quam, vel semper mi tempus ac.

Nam at nisi risus. Proin pretium, dolor vel venenatis suscipit, dui nunc tincidunt lectus, ac placerat felis dui in justo. Aliquam orci velit, facilisis in facilisis non, scelerisque in massa. Integer scelerisque odio nec eros sodales laoreet. Sed sed odio tellus. In tristique felis ac facilisis tempor. Nunc non enim in dolor congue pulvinar sed sed nisi. Mauris viverra convallis feugiat. Nam at mauris laoreet, dictum leo at, tristique mi. Aenean pellentesque justo vel diam elementum iaculis. Nam lobortis cursus vestibulum. Nulla feugiat mauris felis, auctor pretium dui euismod in.

Vestibulum et enim vitae lectus malesuada aliquam vitae non mi. Suspendisse tellus eros, ultricies nec lorem feugiat, pharetra auctor dui. Suspendisse placerat neque leo, nec commodo eros ultrices vel. Fusce elit libero, aliquam quis libero non, consectetur accumsan est. Proin tempus mauris id cursus posuere. Sed et rutrum felis, vel aliquet ante. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Pellentesque neque tellus, condimentum non eros non, consectetur auctor lacus. Curabitur malesuada odio eget elit egestas porttitor.