Couple Pelepas Single

18889291_1039473192852908_9039623921363582976_n

Couple Pelepas Single

 

Aku terdiam dalam riuhnya angin, menatap sayu pada jendela kamar yang basah oleh hujan. Sayup-sayup terdengar celoteh petir di langit itu. Hingga aku tersadar dari lamunanku. Kunyalakan musik favoritku dari virgoun “Bukti”, dan tiba tiba saja aku teringat pada sosok Dinda. Ya! Dia adalah… hemm, entahlah, aku pun tak tahu bagaimana mengatakannya, tapi yang pasti dia adalah wanita yang sering membuatku tertawa sendiri, dan aku sangat mengaguminya.

“Reza, kamu tidak sekolah? Ini sudah jam 7” teriak sosok wanita tua di ambang pintu kamarku, Ya! Dia adalah ibuku.

“Aku malas bu, toh ini juga masih hujan”jawabku malas, karena ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Rasanya sangat berat melangkahkan kaki keluar rumah. Apalagi hujan seolah mendukungku untuk tetap berdiam dirumah saja.

“sudah sana sekolah! bawa payung! Jangan malas kamu” teriak ibu sambil berlalu meninggalkan kegamangan disudut kamarku.

“ah sudahlah,setidaknya aku nanti bisa bertemu dengan dinda” kataku dalam hati dan kemudian bergegas ke sekolah.

Disekolahpun, tetap saja tak ada hal yang menarik perhatianku. Kuputuskan untuk bermalas malasan saja didalam kelas. Tiba tiba seseorang menepuk pundak ku dari belakang

“woy Za, kenapa? Kok diem aja? Cerita gih” teriak sosok anak berkacamata dengan kulit sawo matang dan suara yang indah. Dia adalah Barra, sahabat terbaikku.

“ah kamu Bar, ga papa kok. Aku cuma mikirin Dinda aja, sebenernya dia suka ga sih sama aku? Aku selalu kasih dia perhatian, dia gak pernah nolak. Aku kasih coklat, jam tangan, dia juga ga pernah nolak. Tapi… entahlah, aku bingung sama perasaannya” jawabku dengan nada bingung.

“kamu udah coba nembak dia?” tanya Barra dengan mengernyitkan dahi,hingga membuat raut mukanya tampak aneh.

“belum Bar,aku takut ditolak” jawabku singkat dan lesu seolah tiada harapan.

“ah ayolah kawan, belum coba belum tau. Atau gini aja Za, gimana kalau kamu coba deh tembak dia. Kasih sesuatu gitu, trus ungkapin perasaan kamu, gimana?” Barra memberiku saran dan dukungan.

“hem.. tapi kasih apa? Aku bingung. Aku ga mau yang biasa biasa aja” jawabku seolah tampak lebih semangat.

“nah,aku ada ide bagus nih. Gimana kalau baju couple aja? Kan banyak orang percaya kalau kita pacaran kasih baju cople,kita bakal putus. Kita buktiin aja kalo itu Cuma mitos” kali ini Barra tampak lebih serius

“boleh juga bar, nanti temenin aku cari baju couple ya”

“siap bos, hehehehe”

“beep…beep..beep”

Suara bel pulang telah berbunyi, para murid berhamburan keluar seolah mereka terbebas dari beban fikiran yang melelahkan. Sementara aku dan Barra bergegas menjalankan misi pertama kami, yaitu mencari baju cople untuk nembak Dinda. Ah, ternyata tak semudah fikiranku, mencari baju couple amatlah susah. Sudah beberapa toko kami hampiri, namun tetap saja tak ada. Aku hampir putus asa, namun Barra mencegahku. Aku putuskan untuk mencoba satu toko lagi, jika tidak ada, aku lebih baik pulang karena haripun mulai petang. Kami masuk ke toko tersebut dan bertanya apakah ada baju couple?. Sang karyawan menjawab dengan sebuah jawaban yang membuatku kaget dan seolah tak percaya. Ya! Ada…. alangkah bahagianya hatiku. Akhirnya, aku membeli baj couple berwarna biru muda tersebut.

IMG_7778-web-sma-tangerang

Keesokan harinya, aku menunggu dikelas dan berharap cemas. Apakah Dinda akan menerimaku? Ataukah menolakku? Semua pertanyaan terlintas di otakku. Barra tetap saja disampingku dan terus meyakinku. Tapi, hatiku menjadi gamang, ketika sang pujaan hati tak kunjung datang, sedang para penghuni kelas mulai ramai. Aku fikir ia tak akan datang, jadi hadiah yang sudah kusiapkan hampir saja kubuang. Tapi, tiba tiba saja mataku tertuju pada sosok di depan pintu, Ya! Dia adalah Dinda, gadis yang ku tunggu.

“pagi Dinda” sapa ku

“pagi juga Za, tumben nyapa nih, biasanya suka kabur” tanya Dinda seolah mengejekku yang selalu kabur setiap bertemu dengannya. Ah, padahal aku malu saja.

“em aku mau ngomong sesuatu Din, boleh?”

“ngomong aja gih! Jangan kaku gitu”

“gini Din, sebenernya dari dulu aku suka sama kamu, aku selalu perhatiin kamu, tapi aku malu. Aku selalu menghindar bukan karena aku benci kamu atau gimana, tapi aku minder aja. Tapi sekarang aku beraniin buat ngomong didepan temen temen semua. Aku sayang sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku? Kamu mau ga? Kalau kamu mau tolong ambil hadiah ini dan buka. Tapi kalau kamu ga mau, kamu boleh membuangnya kok” ucapku kaku dan terdengar bergetar

“kamu serius Za?” tanya Dinda bingung

“iya aku serius” jawabku secara mantap

Tiba tiba saja Dinda mengambil Hadiah itu.

“maaf Za, aku ga bisa” katanya

Hatiku seolah teriris, sakit sekali rasanya

“yaudah Din, ga papa kok, aku tau kalo…”

“aku ga bisa nolak kamu, iya aku mau kok jadi pacar kamu, jangan cemberut dulu dong. hehehe” sambung Dinda

“kamu yakin?” tanyaku seolah tak percaya

“iya aku yakin Za” jawab Dinda

Akhirnya Dinda membuka hadiahnya dan memakai baju couple tersebut. Kami berdua memakai baju couple itu dan kemudian foto. Aku sangat senang sekali, baju couple, ah! Saat itu pula aku langsung menyukainya.teman teman kelaspun bersorak dan memberikan semangat kepada kami. Sungguh beruntungnya aku,bisa mendapatkan Dinda. Wanita yang sangat kusayang. Akhirnya, aku pun ga single berkat baju couple.

MENDADAK COUPLE

eb5075db063563a4b8eecf3615e4ccd9--couple-rings-king-queen

“Mendadak Couple?

Aku masih bisa mencium bagaimana aroma yang ia tinggalkan melekat bebas

Aku masih ingat bagaimana rupanya dibalut dengan pakaian indah merona

Aku masih melihat secercah pesona terpancar dari pahat wajah yang membelenggu sukma

Aku  masih merasa mencintai dirimu seindah nada-nada simfoni

Pagi ini cuaca terasa sangat cerah dan otomatis membuat perasaanku jauh dari rasa gundah gulana. Aku bahagia sehingga sedari tadi senyumku mengembang begitu saja di sudut kampus memperhatikan orang yang berlalu lalang di sekitarku. Biasanya aku sangat kesal untuk pergi ke kampus di saat mahasiswa lain masih menjalankan liburannya dengan ‘khidmat’, tapi kali ini berbeda, aku justru sangat ceria. Bagaimana tidak? Sedari tadi aku sudah bertemu dengan sosok yang selama ini kucinta dalam diam. Sosok yang selama ini kuperhatikan dari kejauhan. Sosok yang selama satu tahun lamanya mengisi hari-hariku tanpa pernah dia tahu. Sosok yang jika kutatap matanya akan menciptakan rasa nyaman serta teduh tiada tara.

Namanya Rama. Barama. Aku lebih suka memanggilnya sayang (secara diam-diam tentu saja). Aku mengenalnya setahun lalu saat hari pertamanya kuliah di kampus yang sama denganku. Wajahnya tidak terlalu tampan, tapi ia manis. Sangat manis. Mata hazelnya memiliki tatapan teduh dan menenangkan, kulitnya yang berwarna coklat seolah mempertegas ke-manly-annya, juga hidung mancung dan senyum manis merona menghiasi wajahnya. Satu lagi, wajah itu selalu bersemu kemerahan jika ia sedang tersenyum malu atau menahan tertawa. Indah sekali bukan?

Aku pernah berbicara dengan Rama beberapa kali, itupun hanya karena ada hal penting. Selama ini, aku hanya terus berkhayal untuk selalu bisa bercengkrama dengannya, makan bersama, jalan bersama, pakai baju yang juga sama. Tapi tentu itu hanya ilusi semata.

“Woy! Ngeliatin Rama mulu,” tegus Elia sahabatku yang mengetahui kisah cinta diam-diamku pada Rama.

“Haha iyalah. Tuh liat. Ganteng banget ya dia pakai baju panitia,” jawabku tanpa menggalihkan pandangan dari Rama yang sedang sibuk mengatur spot-spot khusus bagi mahasiswa baru.

“Dia juga panitia?” tanya El.

“Hooh. Kalau engga, ngapain doi di sini?” balasku dengan nada sedikit kesal.

Aku dan Rama secara tidak sengaja tergabung menjadi panitia ospek selama 3 hari kedepan. Meskipun berada pada divisi yang berbeda, tapi aku tetap termotivasi untuk rajin-rajin pergi ke kampus meski jadwal perkuliahan belum dimulai.

“Gerah ya ini baju,” ucap Elia lagi sembari mengipaskan kertas yang ia pegang ke tubuhnya.

“Iya. Tapi gue suka,” balasku sembari tersenyum.

“Kenapa? Warnanya ya? Ah iya sih warnanya bagus,” jawab Elia sekenanya.

“Bukan,” ucapku lagi. “Tapi karena selama 3 hari berarti gue bajunya couplean sama Rama.”

“Kan semua juga sama?” tanya Elia bingung.

“Ya kalian semua gak gue anggap. Pokoknya yang pake baju ini cuma gue sama Rama,” lalu meninggalkan Elia begitu saja.

Mungkin aku sudah gila. Tapi siapa yang peduli sih? Intinya aku bisa pakai baju samaan dengan Rama otomatis aku sudah menganggap baju kami kembaran alias couplean dan semoga kami memang bisa jadi pasangan.

***

Kisah cintaku terus berlanjut. Aku tetap mencintai Rama meski ia tak pernah menyadari hal itu bahkan tahu akan kehadiranku. Selama ini, aku tidak bisa melihat pria lain selain dirinya. Nyatanya, suka yang kurasa semakin lama berubah menjadi perasaan cinta juga sayang yang begitu dalam untuknya. Segala perjuangan dan pengamatanku selama ini dengan cara mencari tahu jadwal-jadwalnya, hafal segala informasi tentangnya, mengikutinya pulang, mencari cara agar terlihat ada, berusaha selalu bersama dalam segala kondisi, mengirimkan berbagai kado kecil saat dia ulang tahun. Cintaku pada Rama mungkin sudah tercakup aneh dan tak masuk akal. Entah mengapa aku mau-mau saja menanti hingga kini.

“Cepet ungkapin, sebelum keduluan orang lain,” saran Elia padaku.

“Belum waktunya,” jawabku santai.

“Mau kapan lagi? Bentar lagi lo lulus dan ninggalin ini kampus. Berarti juga ninggalin dia.”

“Yah, gue bakal ngungkapin di hari kelulusan gue. Gue udah ngatur rencana,” senyumku lagi.

“Gimana?” tanya Elia dengan tampang –kasih tau gue dong, gue kepo nih-

“Jadi nanti di hari kelulusan gue bakal ngajak dia ketemuan. Berdua. Cuma berdua dan ga boleh ada yang tau selain gue sama dia, yah sama elo deh sekarang. Terus kalau emang dia datang, gue bakal ngungkapin segalanya. Soal penantian gue, perasaan gue, perjuangan gue, semuanya. Tapi gue minta dia diam aja, gausah jawab apa-apa karena pasti dia nolak gue,” jelasku panjang lebar.

“Yah pesimis amat lu,” cibir Elia.

“Biarin aja. Kan selama ini gue udah cukup senang dengan dia yang diam aja. Jadi biarin terus kayak gitu. Dia cukup diam, biar gue yang berjuang.”

“Gile banget dah,” cibir Elia lagi sambil pura-pura bertepuk tangan. “Awas boong ya.”

“Tenang deh. Catet nih ye. Gue, Oceana Putri bakal menyatakan cinta sama Barama dalam kurun waktu beberapa bulan dari sekarang.”

Aku tidak membual. Aku benar-benar menjalankan hal itu ketika aku dinyatakan lulus dari kampus. Di hari wisuda, tak sengaja aku melihat Rama datang untuk memberikan selamat kepada wisudawan – wisudawati, tak terkecuali padaku.

“Hay kak. Selamat ya,” ucap Rama membuat tubuhku kaku serta jantungku berdegup tak karuan. Ia mengulurkan tangan untuk menyalamiku.

Aku menyambutnya. “Terimakasih,” jawabku lemah. Aku harusnya bisa saja langsung mengajaknya untuk ketemuan nanti malam saat itu. Tapi sayangnya bibirku tidak sanggup.

Setelah Barama berlalu, aku mencoba mengirimkan pesan singkat. Tapi tentu aku mencari tempat agar tidak terlihat Rama lagi. Bisa-bisa aku menjadi malu sekaligus mati kutu sebelum momen mengungkapkan cinta nanti malam.

Oceana : “Hay Ram. Nanti malam bisa ketemu ga? Ada sesuatu yang harus saya sampaikan. Penting banget. Saya mohon kamu bisa dateng ya.”

Klik! Pesan itupun kukirimkan.

Beberapa menit berlalu tidak ada balasan dari Rama. Mungkin sedang sibuk. Aku kembali mengecek pesan yang tadi sudah kukirimkan. Ternyata Rama sudah baca. Mungkin dia tidak mau bertemu sehingga membiarkan pesanku begitu saja.

Tringgg!

Barama : “Nanti malam? Ada apa ya kak?”

Kinerja jantungku makin tidak beraturan dan tubuhku makin lemas juga gemetaran.

Oceana : Saya ga bisa kasih tau sekarang. Nanti malam jam 8 di Alberto’s. See ya!

Barama : “Saya usahakan Kak”

Oke. Bagus. Diusahakan. Kumohon datanglah Ram….

Pukul 8 lewat sedikit Rama datang dengan mengenakan sweater andalannya.  Dia pecinta sweater begitupula aku. Malam ini pun aku memberikannya sweater serta polo shirt yang sama sepertiku. Biar couple gitu biar impianku selama ini tercapai. Ia menerimanya dan langsung mencoba sweater itu. Sangat tampan. Ah Ramaku….

“Jadi ada apa kak?” tanyanya membuka pembicaraan. Aku mendadak tidak bisa berkata-kata melihat dirinya yang begini tampannya malam ini.

“Errr. Gini. Sebelumnya, saya mohon kamu dengarkan semua yang bakal saya omongin. Kalau bisa kamu harus cerna biar ga salah sangka. Oh iya, kamu juga tidak perlu memberi jawaban apapun karena saya yakin nantinya kamu akan bilang gak. Jadi cukup diam dan dengarkan ya,” ucapku memulai pembicaraan. Rama mengangguk.

Aku menceritakan semuanya. Semua kisah dari awal aku melihatnya, menyukainya, hingga mencintainya dan memperjuangkannya. Mimik yang ditunjukkan Rama berubah, terkejut sangat terkejut. Aku yang sempat minder dan ingin ngacir pergi agar tidak harus melanjutkan cerita ini ditahan olehnya. Ia sepertinya jadi penasaran.

“2 hari lagi aku ke kampus buat ngurus ijazah. Kalau emang kamu berniat ngasih jawaban ke aku, kamu pakai kaos ini atau sweater ini ke kampus ya. Aku juga bakal pakai. Tapi, kalau engga juga gapapa. Kamu simpan aja, kenang-kenangan dari aku,” ucapku menutup pembicaraan.

Rama hanya mengangguk lalu pamit untuk pergi. Seperti permintaanku, ia tidak memberikan respon atau satu jawabanpun padaku.

“Maaf sayang aku telat,” suara seseorang di belakangku membuyarkan segala lamunan mengenai kisah cinta di masa lalu. Ah sedang asyik-asyik mengenang memori malah diganggu seperti ini.

“Huh, darimana aja?” tanyaku dengan tampang bete kepada pria yang sudah memasang tampang sok imut dengan kedua tangan tertempel di depan wajah agar aku tidak marah.

“Tadi macet sayang. By the way, happy anniversary!” ucapnya lagi sambil berlutut dan melilitkan sebuah kalung bermata zirconia ke leherku.

Aku memegangi kalung itu. Kurasakan dia semakin mendekat ke telingaku lalu berbisik.

“Mungkin ini anniversary pacaran kita yang terakhir,” bisiknya dengan suara yang sumpah sangat sendu.

“Kenapa?” tanyaku bingung dengan jantung yang berdegup kencang. Apa dia mau meninggalkanku? Padahal aku sedang membayangkan semua hal manis tentang dirinya sedari tadi.

“Karena, selanjutnya kita bakal ngerayain anniversary pernikahan kita.”

o-wajibbaca-32852bded153f83026a6596eb38a2a2e

Ia berlutut lagi. Lalu mengeluarkan sepasang cincin cantik dari kotak biru cantik.

“Menikahlah denganku, Na. Aku mau menjadikan kamu sebagai milikku, istriku, hanya untukku selamanya.”

Aku ikut berlutut lalu memeluknya dengan erat. Tak terasa air mataku mengalir saking terharunya.

“Aku mau Ram,” jawabku.

Ia memelukku kencang. Dan sekali lagi berbisik

“Terimakasih untuk kaos dan sweater itu. Sekarang aku ganti dengan cincin tunangan couple ya.”

Lalu kami tertawa dengan bahagia bersama.

 

BAJU COUPLE DI USIA SENJA

download (1)

BAJU COUPLE DI USIA SENJA

“Hujan begitu deras mengguyur kota ini, aku masih duduk seorang diri di kursi  taman , dinginnya tetesan air hujan sore ini semakin menambah kesedihanku, Ditaman ini kekasih ku telah memutuskan tali asrama dengan ku, ,kekasih yang kupuja puja meninggalkanku demi gadis lain,

Dari belakang, seorang lelaki datang memayungiku, dilepasnya jaket yang dia kenakan untuk menghangatkan tubuhku, tak ada kata kata yang ku ucapkan selain derai air mata yang mewakili kesedihan ini,

Tak ada banyak kata yang kami bicarakan,dan dia langsung mengantarku pulang,

Hari berlalu…
,kulihat jam dindingku menunjukan wajah angka 07.00 pagi ,
Aku mengambil tas dan buku buku,
Dengan perasaan sedikit tenang aku berangkat ke kampus,karna memang hari ini ada ujian,

Setelah ujian selesai aku bergegas pulang, di taman dekat parkiran seorang pria duduk sambil mendengarkan musik,yaaa…dia adalah Farel, pria yang mengantarkanku pulang kemarin sore dan sekaligus teman dari lelaki yang menyakitiku

(Aku menghampirinya…..)

(Aku): Maaf mengganggu,aku cuma mau berterima kasih karna kemarin kamu sudah mengantarku pulang, oh ya maaf ya ,jaketmu belum aku kembalikan

(Farel): G papa,aku senang melihatmu baik baik saja,
Ayo kita makan ,kamu harus traktir aku sebagai ucapan makasih,

Akupun tersenyum sambil menganggukkan kepala tanda setuju

Kami makan bersama di cafe dekat kampus,
Sejak saat itu aku dan farel berteman baik,banyak waktu aku lewati dengannya, mulai blajar bersama,makan dikantin sampai jalan jalan akhir pekan ,

Tak terasa 1 tahun aku lalui pertemanan dengan mu,

Saat aku membuka pintu di pagi hari, setangkai bunga mawar putih tak bertuan selalu aku dapatkan

1-tangkai-bunga-mawar-potong-warna-putih

Entah ini bunga mawar putih yang keberapa,

Aku menyimpan bunga bunga mawar ini dan menaruhnya di meja kamarku,berharap aku mendapatkan jawaban dari rasa penasaran ini

Di suatu waktu, ,,,…
Embun masih menetes dari dedaunan,matahari masih enggan menampakkan wajahnya,
Sebuah kotak hitam tak bertuan sudah duduk manis didepan pintu rumahku,

Aku membukanya dengan rasa penasaran,
ISINYA SEBUAH KAOS PUTIH BERGAMBAR SETENGAH HATI DAN SETANGKAI BUNGA MAWAR PUTIH YANG DIIKAT DENGAN SEBUAH PESAN: (DATANGLAH KE CAFE ‘BINTANG’ JAM 08.00 MALAM INI, PAKAILAH KAOS INI DAN CARILAH PRIA YANG MEMAKAI KAOS YANG SAMA ,MAKA KAMU AKAN TAHU SIAPA PRIA YANG SELAMA INI MENCINTAIMU!!!!

Matahari telah menyembunyikan wajahnya, aku bersiap merias diri,kupakai kaos itu dan kupadukan dengan celana jeans ,kuikat rambutku,dan Aku memoles wajah q dengan make up tipis,

Aku berangkat ke cafe itu dengan penasaran,
Aku menghela nafas panjang, lalu aku masuk kedalam, mataku kesana kemari mengamati setiap pengunjung yang ada,tak kutemui pria yang memakai kaos seperti ku,

Lelah aku mencari,Aku berfikir ini hanyalah permainan ,Aku membalikkan badan dan memutuskan pulang

Kakiku masih dilangkahan pertama,kudengar seseorang berbicara padaku
“Fani,kamu mencari ku?
(Aku membalikkan badan,)
Seorang pria yang berwajah tak asing berdiri dibelakangku

” Farel ,kamu ngapain disini??

(Farel  menggandeng tanganku dan mengajak duduk disebuah meja nomor 07, diatas meja nampak lilin lilin indah yang tertata rapi membentuk kata I LOVE U,
Kami duduk berhadapan, TIBA2 FAREL MEMBUKA JAKET NYA,DAN TERNYATA FAREL MEMAKAI KAOS YANG SAMA DENGAN KU,

(Farel menggenggam tanganku)

“SEKARANG KAMU SUDAH TAHU SIAPA PRIA YANG MENCINTAIMU??
…AKU…
AKU MENCINTAIMU JAUH SEBELUM KAMU MENCINTAI MANTAN KEKASIHMU ,TAPI DIA LEBIH BERUNTUNG KARNA LEBIH DULU MEMILIKIMU,

“FAREL, DIA MEMANG LEBIH DULU MEMILIKIKU TAPI ITU CUMA SEMENTARA,DAN KAMU FAREL YANG AKAN MEMILIKIKU MULAI SAAT INI SAMPAI SELAMANYA,

” BERARTI KITA JADIAN??
(Aku menganggukan kepala)

TERIMAKASIH FANI TELAH MEMBERI TEMPAT DIHATIMU,
AKU JANJI AKU AKAN MENCINTAIMU KINI,ESOK DAN SELAMANYA

2 tahun aku jalani asmara denganmu,  baju baju couple selalu menemani kencan kita,

Hingga…
kamu datang membawa sebuah cincin ,dan seikat bunga mawar ke rumah ku,untuk memintaku kepada orang tuaku ,

hingga kita melakukan prewedding dengan menggunakan baju baju couple,
kita nampak serasi bak romeo n juliet,

KITA MEMAKAI BAJU COUPLE PENGANTIN
kita duduk bersanding dipelaminan, kita memakai baju pengantin adat jawa,saat itu aku merasa wanita paling cantik,,dan kamu terlihat gagah bak pangeran. 3 tahun berlalu  hadirlah malaikat kecil ditengah tengah kita,
“Dan kita  bertiga sering memakai baju COUPLE keluarga,SEMUA KENANGAN ITU MASIH TERPAJANG RAPI DI FIGURA,

TIBA TIBA..Suara tongkat menghentak dilantai dengan nada teratur,

Kek …kakek,…ini kopinya diminum,sudah setengah jam lebih kakek melamun, senyum senyum sendiri,
Iya ….nek, aku teringat saat kita muda dulu, saat aku menyatakan cinta padamu,saat itu nenek cantiiiikk…sekali memakai kaos itu,

Ah..kakek bisa aja,
Yaaa…..itu cerita 50 tahun lalu saat kita masih muda,
kini kulit keriput sama sama kita miliki, aku bahagia karna selalu denganmu diusia senja ini,  SEMUA BAJU BAJU  COUPLE KITA MASIH TERSIMPAN RAPI DI PETI TUA,DAN AKAN MENJADI SAKSI PERJALANAN CINTA KITA,
Semoga CINTA kita abadi YA KEK…
” IYA NEK…
((CIUMAN MESRA MENDARAT DIDAHI NENEK,))

Gamis dan kemeja Couple merah maroon

BeFunky_DSC02186

                Gamis dan kemeja Couple merah maroon

 

Ketika pancaran matahari itu terhenti, awan hitam ternaung dilangit disusul suara gemuruh dan kelip petir yg mmbuatku takut , tiba turunlah hujan membasahi semua pandanganku.

Aku termenung dengan tatapan menembus bening jendela rumahku

Tampak lebat mawar indah merah merona yg tertetes hujan setelah di pancar mentari, daunya lebat terawat , bau harumnya yg khas, aku memahami hujan dan cahaya adalah kebutuhannya,. seperti halnya rumah tanggaku yang indah , romatis serta jg harmonis. Walau pertengkaran terkadang harus hadir namun itu menjadi kelengkapan dalam hubungan kami.

Entah tiba-tiba pikirku terhenti disana ., seperti ada yang belum melengkapi keharmonisan kami , belum seindah seperti mawar yang kupandang saat ini. Setelah beberpa menit aku menyadari “seserasi apapun tak akan terlihat seserasi mereka yang memakai baju couple” karena baju couple bisa menutup ombak bahkan badai didalam suatu hubungan. Tetap terlihat serasi saat memakainya walau sedang di hadang badai besar. Itu diantara kelebihan baju couple , sprt wajib memilikinya untuk meraih keharmonisan .

“Abiii….” teriakku memanggil suamiku

“Bi…sini dulu”…

Tak lama kemudian suamiku menghampiri  lalu menggandengku yg sedang duduk disofa pinggir jendela

“Ada apa sayang,” jawabnya sambil menatapku yang dari tadi tersenyum krn ada keinginan yng harus segera terpenuhi

“Abi lihat mawar it, begitu merona .sangat indah dipandang”

“iya ya, merona seperti ummi kesayangan abi :)”

“abii… umi ingin kita tampak sepertinya”

“Bukankah ummi dr dulu lebih cantik dari mawar itu?”gombalnya lagi

“Ihh abi gak ngrti bnget sih.Beli baju couple ya bii biar terlihat makin romantis”pintaku.

Seperti biasanya , suami kesayangan tak pernah menolak permintaanku

“Ia nnti kita beli yaa sayang”..

“ahh nanti bi?? Bentar lagikan lebaran bi:(”

“Terus maunya kapan sayang?”

“Entah ahhh…” ngambek sambil meninggalkan tempat dan langsung tiduran dikamar….ahirnya akupun ketiduran terbawa cuaca dngin hujan ,.

 

Saat aku bngun tiba-tiba saja didekat ku ada kotak yg terbungkus rapi dg tulisan “senyum,baca bsmallah, baru buka:)”aku tersenyum membacanya dan tak lupa ku ucap basmallah, buru buru kubuka karena penasaran. Aaahhhhhhh my husband  so sweeetttt bingiittt, baju couple gamis dan kemeja batik warna merah maroon sudah tampak didepan mata. Suami kesayangan menghanpiri dan berkata

Baju-Couple-Gamis-Syari-Kemeja-Lengan-Panjang-Model-Terbaru-Warna-Merah-Maroon

“Ummi ,.. love you. Semoga suka ya, tadi setelah hujan reda abi beli ditoko dekat pasar” sambil kecup manjah keningku…

“Suka banget bii pas banget y di badan umi” senyum bahagia sambil mencoba gamis couple merah maron didepan kaca

“Abi sengaja beli warna merah maroon agar umi tampak cantik seperti mawar kesayangan umi”

.dan ahirnya baju couple merah maroon ini melengkapi keharmonisan dan keromantisan kami. Kamipun terlihat makin serasi :*

 

Karya : vova ummu huriyah

24 PUNYA CERITA

24-546x365

24 PUNYA CERITA

Bermula dari suatu kisah yang aneh saat mengawalinya membuat gue bingung, sangking bingungnya gue gak pernah tau gimana ni alurnya, entah dari mana yang pasti gue sadar bahwa kisah gue ini nyata. J

Kenalin gue Dewi. Gue punya banyak temen nih, mereka asik banget kalo lagi sama gue, dan hampir semua kita laluin sama-sama, sampek-sampek kita juga buat BAJU COUPLE loh. Ngomongin BAJU COUPLE nih gue suka banget kalo ngeliat pasangan pake BAJU COUPLE, karena keliatan ROMANTIS banget, ya gue sih berharapnya dihari spesial gue nanti, gue pengennya DOI gue dateng ngasih kejutan buat gue, dan berharapnya sih gue dapet BAJU COUPLE. Cailah berharap banget ya gue. Tapi selama gue pacaran sama DOI gue jangankan kejutan gitu, orang ketemu gih jarang, jadi keromantisan DOI-DOI yang katanya bisa buat bahagia itu sih gak pernah gue ngerasain. NGENES. L

Ngomongin soal hari spesial nih , entah kenapa gue paling suka sama tanggal 24, mungkin itu keberuntungan gue, tapi ya sedih juga sih kalo gak dapet hadiah dari orang spesial juga hahaha NGAREP J. Tapi tambah sedih lagi sekarang entah kenapa dan bagaimana gue nyikapinnya, temen-temen gue entah kenapa pada menjauh dari gue, gue gak tau sebabnya, ditambah lagi DOI gue yang makin lama makin cuek. PLISSS DEH ……. rasanya pengen nge-jambak tuh rambutnya dan bilang JANGAN CUEK TERUS KARENA GUE SAYANG SAMA ELO hahahahahaha………

2 hari berlalu tetep aja cuek mulu tuh temen sama DOI parah L. Dan akibatnya GRUP WA gue biasanya rame banget yang selalu berisik dengan kekonyolan mereka, tapi ini sepi banget sampek kayak kuburan saat malem jumat TAKUT….., aneh tapi nyata ini sih cuman karna minggu kemarin gue gak bisa kumpul, mereka semua jadi marah sama gue, padahal kan masih banyak hari. Dan padahal gue udah minta maaf tapi sumpah, gue BETE nya minta ampun, tapi gue harus tetep sabar sih ngadepin temen-temen gue, ya sudah akhirnya gue tahan emosi gue buat DOI sama TEMEN-TEMEN GUE.

4 hari berlalu tepat tanggal 24 september ini gue chat-an tuh temen temen gue sama doi gue, gue ajakin mereka jalan tapi hasilnya nihil, tapi gue seneng banget akhirnya ada satu temen dari sekian banyak temen gue dia mau gue ajak jalan, sepontan gue seneng banget sampek lompat gak jelas gitu J.

Gak ada angin gak ada ujan tuh temen gue tumben mau milih tempat, biasanya gue terus yang nyari temapt tapi oke lah gak papa. Nah  gue gak nyangka banget di ajak kesuatu tempat yang indah banget sumpah tempatnya ROMANTIS BANGET. J J J senengnya bukan main.  Nah loh gue bingung banget nih, masak  gue di tinggal sendirian sama temen gue, entah dia pergi kemana ngilang gitu aja.

Tiba-tiba hal yang gak terduga ada hujan tapi parah banget anehnya hujan bunga gitu, terus ada pesawat dari kertas yang entah dari mana dan taunya itu surat,  parah ya sempet sempetnya mainan ini anak, gue mah mikirnya anak kecil yang iseng, dan isinya yaitu:

DI BELAKANG

Gue sih gak peduli ya kepikiranya itu mah nyasar, gitu aja tapi makin lama makin banyak banget. Jadi buat gue PENASARAN  aja. Pas gue tengok kebelakang.

‘’ HAPPY BRITDAY DEWI ‘’

Parah TEMEN-TEMEN GUE semua ya ampun gue gak bisa berkata apa-apalah pokoknya. Satu sisi gue seneng tapi sisi lain gue sedih.

Nela : ‘’Dew lo kenapa bukannya seneng malah sedih?, aneh banget sih loe. ’’

Dewi : ‘’Gue sedih karena gak ada Hendra di samping gue, padahal gue pengen banget ada dia disini nemenin gue. ‘’

Nela : ‘’ oh ‘’(nada yang datar semacam mengabaikan)

Happy Brithday………

Happy brithday………

happy brithday……….

MBK BRO……………(nyanyian itu terdengar keras banget)

Dan gue kaget banget sumpah ini mimpi apa gimana DOI gue dateng nyamperin gue bawa boneka besar banget sama hadiah dalam kontak dua lagi kotaknya, yang entahlah isinya apa, parah ya senengnya bukan main. Gue peluk dia seketika sangking gue senengnya sampek gue nangis karena terharu ngeliat dia yang sangat ROMANTIS  beda jauh dengan sebelum sebelumnya.

Dia bilang ke gue:

Happy brithday mbk bro sayang, maaf ya kemarin aku nyuekin kamu terus-terusan aku gak ngasih kabar kamu, maafin aku ya sayang, aku mau jujur selama kita pacaran ini aku selalu nyuekin kamu karena, aku mau tau apakah kamu menyayangiku apa adanya atau tidak dan inilah kejutan buat kamu sayang, semoga kamu suka dengan kejutannya ya sayang, aku sayang kamu, jangan pernah tinggalin aku ya sayang. :*

Hadiah-Untuk-Diri-Sendiri

Dan yang lebih bikin gue kaget lagi pas gue buka tuh hadiah yang pertama.

Dewi : ‘’ ya ampun ini kan BAJU COUPLE yang gue mau ya ampun sayang. Makasih ya sayang? (seneng banget sampek meluk cowoknya) ‘’

Hendra : ‘’ iya sayang di pakai sekarang dong J gue juga sudah pakai .( sambil tersenyum manis dengan membuka jaketnya) ‘’

Dewi : ‘’ iya nanti gue pakai. ‘’

Dan setelah buka hadiah yang kedua

Dewi : ‘’kenapa loe ngasih hadiah ini? (gue kebingungan) ‘’

Hendra : ‘’ coba kalo loe gue suruh milih loe milih BAJU COUPLE ini atau MUKENA ini kamu milih mana ?. ‘’

Dewi : ‘’ jelas gue milih BAJU COUPLE lah, ini kan baju yang selama ini gue pengenin, lagi pula MUKENA ada dirumah dan gue ajah jarang solatnya. ( tertawa bahagia) ‘’

Hendra: ‘’ sayang dengerin gue ( sambil megang tangan ceweknya ). Gue ngasih hadiah BAJU COUPLE karena, itu yang loe pengen dan gue beliin itu buat lo bisa bahagia. ‘’

Dewi : ‘’ ya ampun sayang aku sayang kamu . (sambil memeluk pacarnya) ‘’

Hendra : ‘’(lagi-lagi hendra melepas pelukan dewi ) . Dengerin, gue juga punya alasan kenapa gue beliin loe MUKENA dan alasan itu karena, gue mau jadi imam yang bisa membimbing loe dan ngajarin loe jadi istri yang solehah walaupun itu masih lama tapi gue mau loe berubah mulai sekarang biar kita bisa sama-sama membimbing anak-anak kita nanti. Dan biar kita dipertemukan disyurhanya ALLAH SWT.‘’

Ya ampun semua pandangan orang ada disitu tertuju ke gue dan hendra gue gak nyangka dia bisa ngasih ini semua ke gue, cowok yang begitu cuek ternyata bisa menjadi romantis juga. Dan seketika kabahagiaan Dewi berubah mengeluarkan air mata.

DAN AKHIRNYA GUE MUTUSIN UNTUK MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK.

BIARKAN 24 KU MENJADI KENANGAN YANG INDAH UNTUK KITA BERDUA.

TAMAT

AKU CINTA DIA!!!

rajut-hiasan-amplop-surat-love

AKU CINTA DIA!!!

Terlihat gedung yang begitu megah, terlihat seperti sekolah yang begitu elite dan mahal. Setiap murid yang masuk di sekolah ini bisa di pastikan anak orang kaya semua. Seragam yang begitu keren sangat di banggakan oleh semua murid disini. Bagaimana tidak, murid disini mengenakan seragam sendiri. Muridnya mengenakan kemeja atasan berwarna navy kotak-kotak di lapisi dengan blazer biru polos yang membedakan hanyalah siswinya mengenakan rok pendek biru polos sedangkan siswanya mengenakan celana panjang biru polos di tambah lagi dengan accessories dasi yang membuat mereka menjadi lebih elegan.

Terdengar sorak-sorai beberapa murid di sekolah ini. Rupanya sedang ada pertandingan basket. Semua murid sibuk menyemangati tim masing-masing.

“Fadil loe ganteng banget sih.” Ucap Tia tersenyum sendiri focus memperhatikan cowok idolanya. Siapa lagi kalau bukan sih Fadil bintang basket sekaligus cowok paling popular di sekolah ini.

“Udah ah Ti.. loe daritadi gue perhatiin senyum mulu, segitunya suka sama Fadil?” Tanya Selly mengernyitkan keningnya

“Yah.. gimana donks soalny dia ganteng abis!” Ucap Tia tersenyum

“Inget Tia. Dia udah bintang basket, prestasinya bagus, anaknya baik, sopan, ramah, tajir abis, serta cowok paling popular di sekolah kita.” Jawab Selly menginggatkan. “Nah loe cuma cewek manja yang habis-habisan terobsesi sama dia! Pinter aja kagak loe, gimana cara mau deketinya coba? Palingan loe cuma di anggap angin lewat oleh dia.” Lanjut Selly lagi. Berharap sahabatnya ini tersadar dari khayalan belaka.

“Loe cerdas!” Ucap Tia langsung memeluk erat Selly. Yang membuat Selly terheran-heran.

“Loe kenapa? Kesambet?” Tanya Selly lagi

“Gak! Udah ah.. gue cabut duluan. Doain aja berhasil ya.” Ucap Tia meninggalkan Selly sendirian

“Itu anak kenapa coba?” Gerutu Selly kesal

***

Tia buru-buru berjalan ada sebentar-bentar dia lari kecil dari koridor ini menuju koridor lainnya. ia sedang mengejar orang. Yah.. ia sedang mengejar Fadil yang baru saja selesai tanding basket. Sampai pada akhirnya… BRUUK.. Tia tersandung lalu terjatuh begitu saja. Wajahnya memerah karena menahan sakit sekaligus menahan rasa malu karena ia terjatuh tepat berada di depan Fadil.

Dengan senyumannya yang begitu manis membuat semua cewek terpesona. Fadil mengulurkan tangan kanannya berniat ingin menolong Tia dan di sambut dengan begitu semangat oleh Tia.

“Lain kali hati-hati ya.” Ucap Fadil tersenyum

“Iya makasih ya. Tapi aku gak apa-apa kok sering jatuh asal kamu yang selalu nolongnya.” Jawab Tia tersenyum malu. Tersipu.

“Maksudnya?” Tanya Fadil kemudian

“Gak bukan apa-apa kok. Maaf aku tadi bicaranya ngawur.” Jawab Tia tersadar tersenyum malu

“Aku sebenarnya mau minta tolong sama kamu, boleh gak?” Tanya Tia berharap banyak

“Sama aku? Minta tolong apa? Selagi aku bisa pasti aku tolongi kok.” Jawab Fadil tersenyum begitu ramah.

***

Tia dan Fadil saat ini sedang ada di perpustakaan sekolah. Iya permintaan tolongnya waktu itu untuk Fadil mengajari Tia tentang pelajaran yang kurang dimengerti. Seperti less private. Sebenarnya ini cuma akal-akalan Tia saja agar bisa dekat dengan Fadil dan Fadil pun mengajarinya. Usaha Tia berhasil.

Hampir setiap hari Tia dan Fadil belajar bersama. Setiap istirahat sekolah pun banyak waktu di habisi Tia berdua dengan Fadil. Tidak sampai itu saja bahkan seorang Tia yang paling malas ke perpustakaan daerah di kotanya bisa mau-mau saja setelah di ajak Fadil.

“Yeah.. usahaku selama ini berhasil.” Ucap Tia dalam hati

cinta-sejati_20160706_214633

Hari perhari hari telah dilewati Tia bersama Fadil. Bukan hanya belajar bersama namun kedekatan mereka lebih dari itu. Mereka juga sering jalan-jalan bareng. Nonton atau makan bersama itu bukan suatu yang asing lagi bagi mereka. Saat ini mungkin sudah sekitar 3 bulan Tia dan Fadil begitu dekat. Tiba-tiba saja Fadil mengajak Tia untuk pergi ke danau. Dan anehnya Fadil menyuruh mengajak Selly. Di tambah pergi ke danaunya gak di jemput olehnya. Spontan saja Tia bingung. Tapi apapun itu ia selalu mau kalau Fadil yang mengajaknya.

Sesampainya di depan danau ternyata Fadil telah menunggu mereka. Ia pun mengajak Tia dan Selly ke pinggir danau. Banyak balon berbentuk hati dan berwarna pink yang terpajang di pohon. Ada juga taburan bunga mawar berbentuk hati di rumput pinggir danau. Tia dan Selly bingung. Kemudian di tariknya lah tangan Tia oleh Fadil ke dalam taburan bunga mawar tersebut. Saat ini Tia dan Fadil telah bediri di tempat itu. Fadil mulai mengenggam tangan Tia.

“Tia.. maafkan bila yang ku ucapkan ini lancang ataupun menyakiti hatimu. Tapi yang pasti ini adalah isi hatiku. Aku mencintaimu.. ntah kenapa setiap aku dekat denganmu hati ini berdegup kencang. Aku merasakan nyaman dan kebahagian bila bersamamu. Aku ingin kamu bisa jadi belahan jiwaku.. jadi pendamping hidupku. Apakah kamu mau jadi pacarku Tia?” Tanya Fadil berharap cemas

Yang di rasakan Tia saat ini perasaan yang begitu bahagia. Ia tidak pernah menyangka akal-akalannya dulu untuk belajar bersama sesuai dengan harapan. Akhirnya perasaannya untuk bersama Fadil bisa jadi nyata saat ini juga. “Aku mau jadi pacarmu Fadil.” Ucap Tia tersenyum tersipu malu

“Makasih Tia jawaban yang begitu aku tunggu ini. Tapi masih ada lagi. Kamu tunggu disini.” Ucap Fadil tersenyum

“Ini untukmu.” Ucap Fadil menyerahkan sebuah boneka tedy bear berukuran sedang dan 1 kotak lagi yang masih tertutup dan di hiasi dengan pita berwarna pink.

“Makasih Fadil. Ini apa?” Tanya Tia kemudian

“Buka aja deh.” Jawab Fadil tersenyum

Tia pun membuka isi kotak tersebut ternyata isinya 1 pasang baju couple lengan pendek berwarna biru dengan gambar berbentuk love di bagian depannya. “Baju couple?” Tanya Tia tersenyum bingung

“Iya baju copule. Jadi nanti kalau kita pergi atau jalan pakai baju couple ini biar semua orang tau kalau kita itu pasangan bahagia.” Jawab Fadil tersenyum

“Makasih Fadil buat semuanya. Aku benar-benar bahagia banget.” Ucap Tia tersenyum. Tersipu.

“Iya sama-sama Tia. Aku juga begitu bahagia bisa bersamamu.” Jawab Fadil memluk Tia erat

“Hmm.. jadi gue buat apa ada disini?” Tanya Selly kesal

“Buat saksi awal cinta kita berdua.” Jawab Fadil tertawa

“Kok gue jadi kesal ya?” Ucap Selly cemberut. “Tapi gak apa-apa deh demi kebahagian Tia aku rela deh jadi obat nyamuk! Semoga kalian bahagia ya dan selamanya. Dan inget gue jangan di lupain donks Tia. Semenjak loh dekat sama Fadil gue sama sekali gak di anggep.” Lanjut Selly kemudian

“Iya kamu tenang aja Sel. Maaf ya sebelumnya.” Jawab Tia tersenyum

“Aku? Kamu? Semenjak dekat sama Fadil bahasanya jadi aku kamu biasanya juga loe gue!” Ucap Selly tertawa

Tia dan Fadil begitu bahagia sekarang. Mereka bisa menjalin hubungan dengan bahagia. Terlihat mereka berdua sedang duduk di pinggir danau mengenakan baju couple bersama. Tia menyadarkan bahunya ke pundak Fadil di sambut dengan rangkulan mesra. Mereka menikmati air danau yang begitu tenang mengalir dan kebahagian yang tak pernah di sangka-sangka.

END

Car can be flipped for left hand drive countries. Couple watching the sunset in a convertible car. The top is down and they are looking very relaxed and happy. They are a multi racial couple and look very much in love. The sun is on the horizon rising over the sea creating orange tones. Copy space

Mitos Baju Couple

Sebelumnya, perkenalkan namaku Raina. Aku adalah seorang Mahasiswi di salah satu Universitas di Bandung. Aku memiliki seorang kekasih bernama Reyhan, dia juga kuliah di Universitas yang sama denganku, namun beda jurusan. Aku dengannya telah menjalin kasih selama kurang lebih dua tahun. Menurutku, Reyhan itu tipe cowok yang perhatian dan romantis. Dan aku sangat menyayangi dan mencintainya. Dia selalu pandai mengukir senyuman tulus di bibirku dan membuatku merasa bahwa aku adalah wanita paling berharga di dunia ini. Namun ada satu hal yang tidak aku sukai dari Reyhan, karena selama kami berpacaran dia selalu menolak saat aku mengajaknya membeli baju couple dengan mitos yang dia percayai ‘Bahwa sepasang kekasih yang membeli atau memakai baju cople, maka tidak lama setelah itu mereka akan putus’. Sangat konyol bukan? padahal itu kan hanya sekedar mitos. Temanku pun banyak yang membeli baju couple bersama kekasihnya, namun mereka tetep akur-akur aja bahkan langgeng sampe ada yang menikah.

Karena pertentangan pendapat tentang ‘Mitos Baju Couple’ itu, tak jarang sering terjadi percekcokan antara aku dan Reyhan. Aku sering Unmood sekali saat Reyhan selalu kekeh dengan kepercayaannya terhadap Mitos Baju Cople tersebut. Sampai suatu hari

“Sayang kita jalan yuk!” Ajak ku kepada Reyhan yang tengah meminum jus mangganya di kantin kampus.

“Jalan kemana? Aku masih ada satu kelas lagi.” Tanyanya yang diakhiri dengan kalimat yang sepintas seperti sebuah pemberitahuan.

“Ish kamu mah. Yaudah sih bolos aja.” Ujarku seraya mengerucutkan bibirku sebal lalu memberinya saran.

“Emang kamu mau kemana sih?” Tanya Reyhan seraya mengacak-acak rambut yang terurai.

“Ke Mall.” Kataku seraya tersenyum.

Reyhan membelalakan matanya “Hah? Ke Mall? Mau ngapain?” Tanya Reyhan tampak kaget.

“Yaudah yuk beli baju couple.” Aku menatap Reyhan dengan mata yang berbinar penuh pengharapan. Ya, berharap kalau Reyhan mau menuruti ajakanku untuk kali ini.

“Ayolah!” Rengek ku.

“Kan kamu tahu sendiri, kalau sepasang kekasih—-“

“Yang membeli atau memakai baju couple, maka tidak lama setelah itu mereka akan putus.” Selak ku memotong lalu melanjutkan kalimat yang sudah sangat aku hafal karena sering menelusup ke sepasang telingaku.

“Nah, itu kamu tahu.” Ujar Reyhan.

“Ya tapikan itu cuman mitos.” Ujarku berusaha meyakinkan Reyhan.

“Tau ah. Males aku ngomong sama kamu.” Ujarku ketus lalu pergi meninggalkan Reyhan begitu saja.

Karena berdebat dengan Reyhan itu adalah hal yang sangat menjengkelkan, dia selalu saja ingin menang sendiri. Dia tidak pernah mengerti kalau aku hanya ingin punya baju couplean saja dengannya, hanya itu saja apa susahnya sih.

Akhirnya aku pulang dengan perasaan marah kepada Reyhan. Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar dan membaringkan tubuh ku di atas tempat tidur. Belum saja aku ingin menenangkan pikiranku yang lagi Unmood banget karena Reyhan, pria itu malah menggangguku dengan terus menerus mengirimkan pesan.

>Reyhan

-Sayang

-Raina? Kamu nggak marah kan?

-Bales dong

-Jangan marah ya

-Kalo kamu marah aku jadi gak konsen kuliahnya

 

>Raina

-Brisk!

-SPAM!

 

> Reyhan

-Biarin!

-Salah kamu sendiri gak mau belas pesan dari aku.

-Yaudah deh ya kalo gitu aku lagi ada kelas dulu.

-Jangan lupa makan sama istirahatnya sayang.

-Satu lagi. Jangan rindu!

-Takutnya hati aku nanti dibawa kabur sama kamu.

(Read)

 

Tanpa sadar aku tersenyum tipis setelah membaca pesan-pesan yang Reyhan kirimkan. Dia selalu saja seperti ini, selalu merayuku hingga aku tidak bisa marah lama-lama kepadanya.

Semenjak kejadian tersebut aku jadi mendiamkan Reyhan. Semua pesannya tidak pernah aku balas dan teleponnya tidak pernah aku angkat. Bahkan aku pernah bolos tiga mata kuliah hanya karena tidak ingin bertemu dengannya. Entah mengapa untuk kali ini aku ingin sekali mendiamkannya. Dan karena itu pula Reyhan sering kali mengirim ku surat yang dia tulis tangan dan dia titipkan kepada sahabatku Maya.

Isi surat-suratnya seperti ini

  1. To : Raina

“Kalo kamu pikir dengan cara kamu marah ke aku bisa bikin kamu menjauh. Kamu salah besar! Karena aku malah semakin menyayangimu.”

– Reyhan

 

  1. To : Raina

“Kamu itu kayak hujan ya. Moodian! Tapi beruntunglah karena aku suka hujan.”

-By Reyhan

 

  1. Dear Raina

“aku tidak ingin mengatakan apa-apa. Jadi kamu jangan Ge-er dulu. Aku cuman ingin bilang kalau aku mencintaimu. Sudah itu saja!”

– Reyhan

 

  1. Untuk Kesayanganku

“Aku hanya ingin memberi tahumu bahwa sampai detik ini aku masih mencintaimu. Bagaimana dengan dirimu? Ah, aku yakin jawabannya pasti sama kan?”

-Reyhan

 

  1. Teruntuk Kekasihku

“Bagaimana kabarmu saat ini? Aku yakin kamu pasti sedang baik-baik saja kan? Iyalah, pasti! Karena kamu kan baru dapat surat dari pria yang sedang kau rindukan.”

-Reyhan

 

  1. To : My Love

“Jangan senyum-senyum sendiri saat membaca surat dariku. Aku tahu kok kamu senang.”

-Reyhan

 

  1. Untuk : Raina

“Bagaimana dengan surat ke tujuh ku ini? Aku sangat yakin sudah kau nantikan sejak lama. Dan aku hanya ingin mengundangmu untuk keluar dari kamar mu dan menghamipiriku di taman belakang rumah mu. Karena sekarang aku sedang menunggumu.”

-Reyhan.

 

 

Dan tepat di hari ke tujuh aku aku mendapatkan surat ke tujuh dari Reyhan yang Maya antarkan pada pukul 08.00 malam. Aku sontak terkejut, apa benar bahwa Reyhan sedang menungguku di taman halaman belakang. Jika ia?

Aku langsung turun dari kamar dan berjalan ke arah taman halaman belakang rumah. Dan benar saja, ternyata ada Reyhan disana. Dia yang semula membelakangiku langsung membalikan tubuhnya dan menghadap ke arahaku saat aku sudah sampai di sana. Dia langsung tersenyum saat melihat kedatanganku, aku pun sama hal nya dengan dia. Seberapa keras pun aku mencoba untuk tetap marah kepadanya, aku tidak bisa. Karena ku benar-benar merindukan sosok pria yang kini ada di hadapanku. Tak lama kemudian aku langsung menghamburkan pelukan kepadanya, dia pun membalas pelukan itu. Cukup lama kami melepas rindu dalam ikatan pelukan tersebut, hingga pada akhirnya Reyhan melepaskannya.

couple3

“Kenapa kamu memeluk ku seperti itu? Rindu ya?” Tanya Reyhan seraya menggodaku.

“Tidak. Aku hanya ingin saja memeluk. Karena guling di kamar ku sedang di cuci.” Alibiku.

“Yasudah. Kalo gitu aku rela semalaman ini menjadi guling hidup di kamar mu.” Ujarnya santai, namun mampu membuat hatiku terasa melayang.

Aku langsung memasang ekspresi pura-pura marah kepada Reyhan.

“Tidak. Aku hanya becanda.” Ujarnya.

“Aku datang ke sini hanya untuk memberikan ini kepadamu. Terimalah.” Sambungnya seraya menjulurkan Paper Bag bermotif  Love-Love.

Aku meraihnya lalu membuka Paper Bag tersebut. Dan begitu terkejutnya aku saat mengetahui isi Paper Bag tersebut. Aku langsung melirik Reyhan dan menatapnya tak percaya. Dia hanya tersenyum simpul ke arahku. Karena senangya, lagi-lagi aku menghamburkan pelukan ke tubuhnya.

“Terimakasih.” Ujar yang masih menenggelamkan kepalaku di dada bidangnya.

“Untuk apa?” Tanyanya.

“Untuk hadiah terindah ini.” Ujarku lalu melepaskan diri dari dekapannya.

“Biasa saja. Itu bukan apa-apa.” Ujarnya santai.

“Jadi, kamu tidak percaya lagi dengan mitos itu?” Tanyaku.

“Bukan tidak percaya. Hanya saja aku berusaha untuk lebih percaya dengan keinginan wanita kesayangannku.” Jawabnya.

“Lalu, dari mana kamu membeli baju ini. Bagus sekali, aku suka.” Kataku seraya melihat-lihat desain baju tersebut.

“Aku tidak membelinya. Aku mendapatkannya.” Katanya.

“Gratis?” Tanyaku kepada Reyhan

“Tidak!” Sanggahnya.

“Lalu?” Tanyaku yang ke sekian kalinya.

“Aku mengikuti kompetisi berhadiah baju couple yang ada di Mall. Lalu memenangkannya.” Jelas Reyhan.

“Bagaimana bisa? Kamu melakukannya untuk ku?” Tanyaku tak percaya.

“Mengapa harus tidak bisa. Membuat seorang gadis merindukanku saja aku bisa. Apalagi melakukan hal seperti ini.” Kata Reyhan dengan sok nya.

“Bukan untukmu. Aku hanya ingin membahagiakan orang yang aku sayang. Itu saja.” Kata Reyhan lagi.

“Jadi?”

“Ya, kalau kamu merasa bahagia berarti itu jawabannya.”

Aku tersenyum mendengar penuturan Reyhan. Meski gaya bicaranya yang kaku dan tutur bahasanya yang baku, tapi itu dapat membuatku bahagia.

“Sudah. Jangan tersenyum setiap saat! Nanti setok senyum mu untuk 50 tahun ke depan bisa habis. Kalau habis bagaimana? Aku yang rugi karena tidak bisa menikmatinya lagi.” Gombal Reyhan.

Lagi-lagi aku tersenyum, namun kali ini pecah dengan tawa bahagiaku. Terima kasih Reyhan, terima kasih telah memberikanku kado yang sangat berharga ini. Dan terim kasih telah menjadi kekasihku. I LOVE YOU REYHAN!

 

 

-TAMAT-

Bukan selalu tentang Bunga

bunga indah

Bukan selalu tentang Bunga

Kali pertama pertemuan dengan Suami adalah :

 

Ketika dicomblangin temen, tukar nomer telpon juga via temen, tukar foto cetak juga atas bantuan temen, maklum belon ada bbm atau Wa yang sekali klik bisa sekaligus 10 foto terkirim. Berlanjut jadi temen gokil tapi komunikasi terbatas, sms pun bisa dihitung pake jari (1, 2, 3. . .). Lama kenal tapi jarang kontak, berkutat dengan kesibukan masing masing, nyadar diri kalau gak mau saling ganggu privasi, stagnan dan ber-ending dengan miss komunikasi.

 

Setengah tahun berlalu, 1 tahun terlewati, gak pernah lagi ada sms iseng, gak kelihatan batang idung nya, cuma info terakhir yang saya tau doi kerja di Jogja (jaga candi kali yak tu cowok) ampe gak ada kabar sama sekali. Di tahun ke-dua, eh Dia kasih info kalau udah mulai stay di Solo. Bermulai dan berlanjut lagi dari situ, yang dulunya sms mode hitung jari jadi sehari berkali-kali. Yang awalnya sungkan jadi lebih nyaman. Yang tadi nya temen jadi demen, dan yang tadinya secret admirer berakhir dengan married and happier.

 

Jodoh. . . . .

 

Jodoh itu unik.

Walaupun bertahun-tahun gak saling kontak, kepisah jarak, ujung-ujung nya bakalan balik. Bahkan dengan orang yang sama sekali tidak terpikirkan atau kadang terabaikan, kalau udah jodoh kita bisa apa? Cuma bisa bersyukur. ya kan, ya kan. Memang yah, tulang rusuk gak mungkin bakal ketuker.

 

Jodoh itu Rahasia Tuhan

Kita gak pernah sangka dengan siapa kita bertemu, dan kapan waktu berjumpa. Terkadang Tuhan juga dengan sengaja mematahkan hati dari orang yang “kurang tepat” hanya sekedar untuk menguatkan (hati) agar bisa menerima orang terbaik. Karena Tuhan akan memberi apa yang dibutuhkan, bukan memberi apa yang diinginkan.

bukan tentang bunga

Hal Romantis yang paling Aku suka dari Suami adalah ketika Dia bertandang ke rumah dengan perasaan bungah dan berani “Meminta” kepada Ayahku untuk menggantikan tanggung jawabnya. Berjanji kepadanya bahwa akan mengemban tugas untuk membimbingku dalam sebuah bahtera.

 

***

 

Tolok ukur keromantisan seorang Laki-laki tidak melulu dipandang dari seberapa sering dia ngajak jalan berdua, bukan dari yang tiap hari memberi buket bunga, bukan juga yang tiap malam ngajak dinner bersama.

 

Keromantisan itu terkadang justru terwujud dari hal dalam bentuk berbeda. Hal seperti berani melamar dan mengajak ke pelaminan adalah salah satunya.

 

Karena Romantis selalu identik dengan aksi – aksi manis.

 

By : Apriliana

 

 

 

 

doa2-1

Indah dalam Doa

Berawal dari pelantikan anggota osis ketika kelas 10, yang mungkin hanya kebetulan gue dipertemukan 1 tim dengan Vaiz lelaki yang selalu membuat hati gue berdegub kencang ketika bertemu dengannya namun, gue mampu menyembunyikan deguban itu sampai tiada 1 orang pun yang mengetahuinya, walaupun terkadang Rere sahabat sejak SMP, sering menegur ketika hati gue sedang berbunga-bunga yang menghipnotis bibir untuk senyum-senyum sendiri.

“ lo kenapa Ra,,?, kesambet apa lagi kasmaran,?”

“ih apaan sih lo, gue ngga kenapa-kenapa, Cuma lagi bahagia aja!”

Gue bingung dengan rasa yang melanda hati ini karena untuk pertama kalinya merasakan virus merah jambu dengan waktu selama itu, jujur gue belum pernah mengenal pacaran yang biasa dilakuin oleh kebanyakan orang khususnya ABG namun, gue sudah pernah merasakan rasa seperti itu walaupun hanya sebentar, tidak tahu apa yang membuat gue kesemsem sama Vaiz, mungkin karena dia ketua osis, sifatnya humoris,  suaranya yang merdu membuat baper saat menyanyikan lagu romantis, rajin ibadah sampai sering jadi imam di sekolah gue, jago olahraga apalagi basket yang sering terlihat kece, aktif organisasi religi atau bahkan kulitnya yang terlihat sangat hitam karena sering banget di luar kelas namun tidak membosankan atau apapunlah gue pun tidak mengerti. Ada keinginan untuk memilikinya namun gue adalah seseorang yang berprinsip untuk jombo sampai halal atau kalau menurut syakir daulay adalah ijo tomat (ikatan jomblo terhormat) mungkin itu salah satu alasan kenapa sampai sekarang gue belum pernah merasakan pacaran alias Jomblo, maka dari itu semua isi hati gue curahkan pada Sang Maha Pemilik Hati karena gue termasuk tipikal orang yang tertutup dan gue yakin cinta yang belum saatnya untuk datang lebih indah tersampaikan lewat doa oleh karena itu, namanya pun tak pernah hilang dalam setiap doa-doa gue.

Di sekolah secara kebetulan atau sengaja selalu bertemu dengannya walaupun beda kelas, semisal waktu rapat osis, dan kegiatan organisasi lainnya karena yang gue bergabung di organisasi yang sama dengan Vaiz yaitu BBQ, PMR, Pramuka secara otomatis di zaman yang canggih kami memiliki group di sosial media untuk berbagi informasi dan gue selalu pertama yang membalas chat nya walaupun bukan chat pribadi itu pun sudah membuat tersenyum tidak karuan.

Saat kumpulan organisasi BBQ tiba-tiba ia menyapa ku walaupun biasa menurut teman-teman namun tidak menurutku.

doa-2

“assalamualikum zahra,”

“waalaikumsalam warahmatullah, ada apa iz?,,”

“boleh gue minjem pena lo,,? Menunjuk pena biru kesukaan gue yang sedang gue pegang

“oh silahkan,, kalau udah kelar balikin ya,,?”

“oke,”

Vaiz Memang begitu dia bicara hanya sekedarnya saja, cuek abis. Detik itu adalah waktu yang sampai sekarang belum terlupakan dan setiap kali gue ingat hati gue sangat bahagia, bukan hanya itu masih banyak cerita tentang diriku dan dirinya, sering aku sholat dia imamnya, saat rapat gue sering debat sama dia, saat dia lomba basket gue paling semangat untuk suport dia namun dia tidak mengetahuinya karena gue nyemangatinnya lewat hati, setiap kali gue lomba da’i da’iyah dia pasti ikut tilawah, lomba LCT islami gue 1 tim dengan dia, itu hanya sebagian dari yang gue ingat.

Ketika kita bertemu di jalan kita tidak saling menyapa, tidak saling tebar senyuman karena sifat kita berdua adalah cuek dan gengsi, wanita wajar saja gengsi namun biarlah jodoh tidak akan kemana dan tidak akan tetukar pasti bertemu dan yang pasti akan bertamu kerumahlo untuk mengkhitbahlo.

Suatu hari sahabat gue yang namanya Meme, curhat ke gue

“Ra, Vaiz sholeh banget yah, idaman semua wanita,!”

“Vaiz siapa Me? Berharap bukan Vaiz  yang membuat hati gue dag dig dug

“ituloh Vaiz ketua osis yang jago maen basket”

Siapa yang tidak kaget seseorang yang memiliki tempat khusus dalam hatilo ternyata sahabatlo juga mendambakannya.  Semenjak saat itu gue mulai  melenyapkan rasa antara dia dan gue meski sulit namun gue terus berusaha sekuat tenaga, bagi gue mungkin gue tidak pantes untuk dia, dan dia juga mungkin tidak ada rasa pada gue jadi lebih baik gue ikhlasin karena orang yang mengalah untuk sesuatu hal pasti Allah SWT akan menggantinya dengan sesuatu hal yang lebih baik lagi dan gue yakin pasti akan ada satu tangan yang diciptakan untuk mengusap air mata gue. Akan ada bahu yang memang Allah ciptakan untuk menyangga beban dipikiran gue. Dan akan ada satu hati yang akan menjaga hati gue tanpa membuat-Nya terlukai, dia akan datang di waktu yang indah.

Semenjak saat itu doa-doa gue berubah yang tadinya sangat menginginkanya sekarang berbalik arah “ya Rabb jika dia bukan ditakdirkan untukku, kumohon hapuskanlah rasa ini padanya” berusaha sekuat tenaga namun rasa itu terus hadir, masih ada rasa ingin tahu tentang dirinya, saat bekumpul dalam kegiatan organisasi ternyata banyak wanita yang mengidolakannya, gosipnya dia balikan sama mantan pacar nya semasa smp dulu, jadian sama adek kelas, lagi deket sama Meme. Hati ini tercabik-cabik sesak dalam dada namun tak berhak untuk cemburu fikiran negatif pun muncul, kelihatannya aja sholeh tapi udah pernah pacaran karena gue yakin lelaki yang pacaran belum tentu sholeh, tetapi lelaki yang sholeh pasti tidak akan pacaran.

Waktu berlalu sangatlah cepat, sampai tiba masanya perpisahan dalam acara itu seluruh siswa mengeluarkan perwakilannya untuk acara perpisahan tersebut dan panitia berhak untuk memberi tugas pada masing-masing perwailan, gue sebagai perwakilan kelas 12 ipa 1 yang merupakan kelas gue sendiri, di beri tugas untuk membacakan arti dari ayat suci yang dibacakan oleh perwakilan kelas 12 ipa 2 yaitu  Ahmad Hizazul Vaiz, rasanya sangatlah aneh, gue udah mulai melupakanya namun bertemu kembali di acara yang sangat berharga, akhirnya rasa itu pun kembali hadir, acara berlangsung dengan hati terus dag dig dug. Dia tak berkata apapun namun mulai memberi senyuman pada gue, gue membalasnya sangat bahagia, saat acara bebas dibuka yang tampil pertama kalinya adalah Band yang vokalisnya adalah Vaiz, ia membawakan lagu yang sangat romantis, gue melihat dari kejauhan karena gue takut dosa memandangi seseorang yang belum berhak untuk di pandang. Terlihat sekali gerak-geriknya sedang mecari seseorang, matanya menyapu semua penonton  hingga terfokuskan seseorang di arah depan kelas 12 ips 2, seseorang itu adalah teman gue di organisasi BBQ namanya Vey jika dilihat dari luar dia terlihat sangat sholehah alumni dari pondok pesantren suaranya yang merdu sehingga sering mendapat juara 1 lomba tilawah wajar saja Vaiz naksir dia.

Hari itu adalah hari yang  memiliki banyak kenangan bagi gue, awalnya gue ditugaskan untuk mendampingi Vaiz membaca ayat suci Al-Quran namun di acara terakhir Vaiz membawakan lagu romantis untuk Vey, inginku menangis, berteriak, dan marah padanya namun segera gue tersadar gue belum berhak untuk cemburu padanya.

Setelah kejadian itu gue udah jarang bertemu dengan vaiz karena kita kuliah di universitas  yang berbeda, gue kuliah di universitas islam negeri ternama di Indonesia dengan jurusan tafsir Quran sedangkan dia kuliah di universitas ternama di kairo dengan jurusan penyiaran islam. Selama kita tak bertemu dan tak saling memberi kabar namun namanya hadir kembali dalam doa-doaku, walaupun di universitas gue banyak cowok yang lebih dari dia namunn, jika gue sudah suka sama sesuatu gue ngga bisa ngelupain sesuatu itu walaupun ada yang lebih baik maka dari itu, gue sering takut jika dideketin seorang pria pasti ujung-ujungnya di ajak pacaran lalu diputusin dan itu hal yang sangat menyiksa batinnku karena gue bakalan susah buat move on dan hari muda gue akan terbuang sia-sia dengan hal yang tak bermanfaat itu.

Tak terasa gue jadi mahasiswa udah 3 tahun kami pun mengadakan reuni SMA 1 angkatan namun Vaiz tak datang karena jadwal dia tidak libur dan jarak yang jauh antara kairo dan indonesia, tiba-tiba dia chat gue.

“assalamualaikum Zahra,,”

“waalaikum salam warahmatullah,, maaf ini siapa?”

“ini gue Ahmad Hizazul Vaiz, dulu kelas 12 ipa 2,, udah lupa ya?”

“owh Vaiz, maaf gue ngga tahu, gimana kabar lo?, ciyee anak kairo,,?” sungguh bahagianya hati gue sampai cepat sekali balas chatnya,

“alhamdulillah baik, gimana acara tadi, sorry gue ngga bisa dateng,”

Chat berlalu dengan asyiknya sampai di penghujung dia minta doanya agar diperlancar urusannya karena kuliah dia tinggal 1 semester lagi, Vaiz mengambil beasiswa S1 yang harus diselesaikan dalama waktu 7 semester saja.

Dalam doa namanya terus hadir berharap kami bisa bertemu kembali dan dipersatukan dalam ikatan yang suci yaitu sebuah pernikahan. 1 tahun kemudian setelah acara reunian SMA tibalah saatnya wisuda, gue bahagia sekali karena akan kembali ke rumah lagi setelah 4 tahun lamanya di perantauan untuk menimba ilmu, ketika berada di rumah gue sudah memiliki pekerjaan yaitu guru besar di pesantren dan tidak sengaja terlihat di beranda gue, Irvan temannya Vaiz nge-post foto vaiz  yang telah di wisuda 6  bulan yang lalu sekarang dia melanjutkan S2 di universitas islam negeri di luar kota.

Kesibukkan gue sekarang mengajar di pesantren milik paman, setelah 3 tahun lamanya akhirnya paman berniat untuk menjodohkan gue dengan anak dari kiyai pondok pesantren sebelah, ingin gue menolaknya karena belum bisa melupakan Vaiz namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam pertemuan 2 keluarga terlihat irvan disana, fikiran gue tertuju pada irvan yang gue kira dia adalah seseorang yang akan dijodohkan dengan gue namun ternyata salah, seseorang yang akan dijodohkan sedang diluar kota mengurus surat pindah kerja yang akan ditetapkan di kota kelahirannya.

Dalam rundingan mereka nama yang sering disebut-sebut adalah Hizaz katanya dia sangat baik, pintar mengaji, tampan dan berkulit bersih. Setelah pengenalan selama 3 bulan dengan antar keluarga, akhirnya Hizaz datang ke rumah, namun yang datang adalah Vaiz, kulitnya sekarang bersih karena dia tidak lagi banyak mengikuti organisasi yang berada di luar ruangan tetapi terfokuskan di organisasi islami.

“assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh” mengetuk pintu rumah gue

“waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh tunggu sebentar,” meletakkan buku bacaan gue dan segera membuka pintu.

“ayahlo ada di rumah,,? Menundukkan pandangannya karena takut terkena fitnah karena hanya ada gue dan dia disana

“oh ada, silahkan masuk,” panik, keheranan kenapa dia ke rumah gue mencari ayah bukan gue,

Ayah pun datang lalu membicarakan rencana yang sudah di bicarakan, ternyata Vaiz sudah mengetahui semuanya,

“ bagaimana pak, apakan bapak setuju jika saya menjadi suami anak bapak?”

“ maaf saya tak bisa menjawab, saya serahkan semuanya pada anak saya”

Ayah pun memanggil gue dan menjelaskan bahwa Vaiz adalah Hizaz yang akan dijodohkan kepada gue, betapa bodohnya diriku gue mengetahui nama lengkap Vaiz yaitu Ahmad Hizazul Vaiz namun gue tidak mengira jika Hizaz adalah Vaiz karena Hizaz yang diceritakan paman berkulit putih bersih, sedangkan Vaiz dulu berkulit gelap gue sangat bahagia dengan semua skenario Allah untuk mempertemukan kedua insan yang sudah ditentukan untuk berjodoh, gue sadar bahwa rencana Allah itu lebih indah dari apa yang kita rencanakan.

hipwee-Love-Heart-HD-Background

Sempurna Karena Cinta

Dia tidak pernah berhenti membuatku terpesona. Lelaki itu bernama Vincent. Senyumnya, candanya selalu membuat hari-hariku terasa lebih baik. Walau kami menjalani hubungan LDR, tapi sejauh ini kami akur-akur saja dan bisa membagi waktu. Ya, kami terbiasa dengan kesibukan kami.
“Happy anniversary. Buka dong!” desak Vin.

Kami saling mengenal pertama kali bulan Januari tahun ini. Di sebuah pameran yang diadakan oleh Vincent. Dia seorang ilustrator handal asal Singapore. Aku sendiri seorang penulis dan tidak banyak tau soal gambar. Hanya saja aku tertarik dengan segala sesuatu yang berbau seni. Untuk itulah aku datang ke pamerannya. Dia mendekati yang terpaku sendiri di salah satu gambarnya yang berkisah tentang seorang nenek tua. Kami mengobrol. Dia orang yang sangat ramah. Lalu aku minta berfoto dan juga tandatangannya. Kupikir semua selesai di situ.

Namun, siapa sangka, kami akhirnya saling jatuh cinta. Hubungan kami berlanjut. Dia mem-follow back instagramku. Lalu meminta no teleponku. Kami intens berkomunikasi lewat video call. Lalu, pertengahan Maret dia datang lagi ke Jakarta. Kami jalan bareng. Saat itu dia menyatakan perasaannya. Bulan berikutnya, aku datang ke Singapore mengunjunginya. Hidupku tak pernah sama lagi sejak Vin hadir.

Kaos-Couple-Korea

Kini, merayakan jadian kami yang baru setahun, kami bertemu di Bali. Dia menyodoriku kotak pink misterius.

“Cepetan buka,” pinta Vin lagi, membuyarkan lamunanku tentang hubungan kami.

Kubuka pink di atas kotak dengan cepat. Vin memang orang yang romantis walau dia sangat suka bercanda. Tapi kebanyakan seniman memang memiliki sisi romantis yang tak terduga.

“Wah.. Vin?” ujarku tak percaya. Vin hanya terus tersenyum, tidak mengatakan apa-apa tapi hadiah ini sudah berarti segalanya.

“Sorry, aku nggak pernah mau menuruti kemauanmu tentang satu hal ini, tapi sekarang, aku berubah pikiran,” ujar Vin.

Aku mengambil sepasang baju couple yang ada di dalam kotak. Mungkin buat banyak pasangan, memakai baju couple adalah hal biasa namun bagiku itu adalah hal yang mustahil. Vin tidak senang memakai baju couple denganku, menurutnya itu norak. Itu saja. Makanya aku sangat terharu malam ini.

“Kamu yakin?” tanyaku. “Kamu nggak perlu memaksakan diri…”

“Nggak.. Nggak.. Aku beneran Mel…” Vin mengambil baju couple bagiannya dan memakainya di atas kemeja birunya. “Keren kan?”

Aku mengangguk takjub.

“Aku nggak pengen kita bertengkar karena hal-hal kecil. Dan aku nyadar… Kalo hal-hal semacam ini, yang kamu minta bukan berarti childish atau norak… Tapi karena kamu menghargai hubungan ini. Ini hanya salah satu cara.. Kamu selalu memikirkan yang terbaik bagi kita, kalau aku ga suka kamu ga pernah paksa. Tapi sekarang aku pengen juga jadi orang yang bisa ngerti kamu.”

Tanpa sadar air mataku luruh. Hal yang sangat sederhana tapi begitu berarti. Malam ini pertama kalinya kami berjalan-jalan dengan memakai baju couple. Aku bersyukur, bisa bertemu dan mengenal Vincent. Memang tidak ada orang yang sempurna namun cintalah yang menjadikan mereka sempurna.